Rabu, Juni 10, 2009

Satpol PP Perlu Mengenal HAM

JAKPUS, MP - Wacana yang dilontarkan oleh berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tentang pembubaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang selama ini dianggap terlalu over acting dalam melakukan tindakannya, seperti penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dan penggusuran pasar, mereka cendrung bringas dan tanpa pri-kemanusian. Masalah tersebut ditangapi serius oleh Wakil Ketua DRPD DKI Jakarta Ilal Ferhard, BS.c.

Menurutnya wacana atau desakan pembubaran Satpol PP boleh-boleh saja, dan memang harus dipikirkan secara realistis ke depannya. Kalau memang fungsi dan tugas dari Satpol PP itu tidak digunakan secara baik, tentu jalan terbaiknya Satpol PP itu harus diganti. “Dan apa penggantinya mari kita pikirkan bersama,” kata Ilal Ferhard kepada METRO POST.

Namun kata wakil rakyat dari partai Demokrat ini, kalau diganti sekarang siapa yang akan melakukan keamanan terhadap peraturan daerah (Perda) dan mengatasi kesembrawutan kota Jakarta. “Untuk itu saat ini yang paling pas adalah melakukan revisi terhadap fungsi dari Satpol itu sendiri, karena sekarang kadang-kadang Satpop PP itu seperti keamanan bagi masyarakat tapi disatu sisi mereka seperti preman,” tambahnya.

Dan lebih lanjut pendapat bekas ketua DPC Partai Demokrat Jakarta Pusat ini, Kalau memang Satpol PP itu tetap dipertahankan tapi kewenangannya dibatasi, jangan sampai perannya terlalu luas, terkesan arogan dan kasar dalam melakukan penertiban.

“Tapi yang lebih penting Satpol PP itu dilakukan pembinaan dan pendidikan mental dan psikologis, mereka harus mengenal nilai-nilai Hak Asasi Manusia (Ham), sebab selama ini Satpol PP hanya melakukan pelatihan fisik,” katanya.

Untuk itu Satpol PP memang harus diisi dengan pendidikan mental dan psikologis, sehingga dalam melakukan tugas mereka akan lebih manusiawi, sebab yang hadapi oleh mereka juga manusia. “Apa lagi mereka rakyat kecil yang lagi cari sesuap nasi untuk menyambung hidupnya dan mereka juga manusia yang butuh hidup, maka jangan perlakukan mereka seperti binatang,” tandas Ilal. (dro)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails