Selasa, Oktober 04, 2011

Dinas Dukcapil DKI Pesimis Target e-KTP Terpenuhi

JAKARTA, M86 - Akhirnya target 100 hari untuk menyelesaikan data kependudukan guna pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak bisa terpenuhi. Hal itu dibenarkan Kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, mengaku hingga kini, petugas di lapangan, masih saja menemui kendala terutama terkait peralatan pembuatan KTP elektronik di sejumlah kantor kelurahan serta permasalahn lainnya. Karenanya, Dinas Dukcapil DKI Jakarta pun pesimis.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Purba Hutapea mengatakan, hingga saat ini, masih ada sejumlah kantor kelurahan di Jakarta yang belum menerima peralatan perekan e -KTP secara lengkap, sehingga mengganggu proses pelayanan maupun stabilitas jaringan. "Ada beberapa kelurahan yang hanya memiliki beberapa alat perekam e-KTP. Ini jelas memperlambat target pencapaian 100 hari," ujar Purba, seperti dilansir (4/10).

Dijelaskannya, kerusakan peralatan itu sangat mengganggu target yang telah direncanakan, terutama pada kelurahan yang memiliki penduduk di atas 30 ribu jiwa. "Alat yang kurang, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam proses perekaman pendataan e-KTP menjadi salah satu penyebab kami pesimis akan target tersebut," kata Purba.

Selain itu, sambungnya, alat pemindai yang saat ini berada di kantor kelurahan juga banyak dalam keadaan rusak. Hal ini tentu saja menjadi masalah baru. Sebab, untuk satu kelurahan saja misalnya, petugas harus menyelesaikan 100 sampai 150 undangan dengan catatan warga yang diundang datang semua.

"Bila penduduknya 30 ribu jiwa, maka mereka mendapatkan 150 undangan per hari dan baru selesai selama 200 hari. Namun, jika penduduknya berjumlah 60 ribu jiwa seperti di Semperbarat, Kalibaru, dan Lagoa bisa diselesaikan dalam waktu 400 hari," ucap Purba.

Menurut Purba, hingga 1 Oktober, warga Jakarta yang sudah mengikuti perekaman data e-KTP mencapai 667.036 pemohon. Rinciannya, Jakarta Utara sebanyak 59.119 orang, Jakarta Barat 201.723, Jakarta Pusat 109.164, Jakarta Timur 136.118, Jakarta Selatan 156.388, dan Kepulauan Seribu 4.524. (cok)

Hari Ini, Jakarta Berawan dan Hujan Ringan

JAKARTA, M86 - Langit berawan dan hujan berintensitas ringan masih akan menemani hari-hari warga Jakarta dan sekitarnya selama masa peralihan dari kemarau menuju musim hujan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprediksi awan akan menutupi langit Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan bekasi pada Selasa, (4/10).

Hujan dengan intensitas ringan berpotensi turun selepas siang di wilayah Jakarta utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Depok, Tangerang dan Bogor. Hujan di sejumlah wilayah ini diprediksi berlanjut hingga malam.

Khusus untuk Jakarta Selatan, hujan berintensitas ringan hingga sedang diprediksi terus berlangsung dalam tiga hari ini. "Potensi hujan ringan - sedang di Jakarta bagian Selatan pada sore - malam hari," demikian tertulis dalam situs resmi BMKG, www.bmkg.go.id.

Prediksi serupa juga dikeluarkan BMKG untuk wilayah Depok dan Bogor. Sementara hujan di wilayah Tangerang dan Bekasi diprediksi berintensitas ringan.

Hujan ringan berintensitas antara 0,1-5,0 milimeter per jam. Sedangkan hujan sedang berintensitas antara 5,0-10,0 milimeter per jam.

Hari ini, BMKG mempredikasi suhu udara berkisar antara 24 hingga 34 derajat celcius dengan kelembaban antara 57 sampai 93 persen. (cok)

Kamis, September 29, 2011

Pasokan Gas Transjakarta akan Ditambah Tahun Depan

JAKARTA, M86 - Meski selama ini telah menyandang predikat sebagai angkutan umum andalan Pemprov DKI Jakarta, namun dalam pelaksanaanya ternyata masih ditemui permasalahan yang kerap dihadapi Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta selaku pengelola bus Transjakarta.

Salah satunya kurangnya pasokan gas sebagai bahan bakar ratusan bus Transjakarta yang setiap hari melayani 10 koridor. Untuk mengatasi hal itu, rencananya mulai tahun depan Pertamina menjanjikan akan menambah pasokan gas melalui stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG) daugther berupa mobil tangki gas dan bersifat mobile.

Nantinya, satu SPBG daugther ini akan membawa sekitar 6.000 liter setara premium (lsp) gas yang mampu melakukan 50 kali pengisian. Artinya, dengan empat SPBG mobile itu akan ada sekitar 24 ribu lps yang dapat melakukan 200 kali pengisian. Saat ini, terdapat lima SPBG yang telah beroperasi menyediakan pasokan gas untuk bus Transjakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, selama ini konversi bahan bakar angkutan umum dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) selalu terkendala pasokan gas yang disediakan distributor gas yakni Pertamina dan Perusahaan Gas Nasional (PGN). Sebelumnya, juga sempat terkendala harga gas yang mengalami fluktuasi sehingga menyulitkan pengelola bus Transjakarta untuk menyediakan jumlah BBG untuk keperluan 524 bus di 10 koridor.

"Sekarang harga BBG sudah tetap. Namun, kendala yang dihadapi saat ini pasokan gas yang sangat terbatas. Parahnya lagi, SPBG yang ada saat ini ternyata belum mencukupi kebutuhan gas untuk ratusan armada bus Transjakarta," ujar Fauzi Bowo, Kamis (29/9).

Kepala BLU Transjakarta, Muhammad Akbar menambahkan, ada dua masalah yang mempengaruhi pasokan gas bagi armada bus Transjakarta. Kedua masalah itu yakni, model bisnis berbeda antara PGN dengan Pertamina serta keterbatasan jumlah SPBG. “Model bisnis yang berbeda, seperti SPBG milik Pertamina ada biaya yang harus dibayar dan kuotanya tidak dibatasi. Sedangkan di PGN, SPBG miliknya dibatasi kuotanya dalam satu bulan. Kalau melebih kuota maka akan dikenakan biaya tambahan. Kemudian jumlah SPBG masih ada lima, kita minta Pertamina dan PGN segera merevitalisasi SPBG mereka,” kata Akbar.

Untuk mengatasi hal itu, diungkapkan Akbar, Pertamina akan menyediakan SPBG berskala kecil dan bersifat mobile bernama daughter station (DS) dengan menggunakan mobil tangki BBG dari stasiun induk. Pertamina menjanjikan akan menyediakan 4 dari enam DS pada Januari 2012 mendatang. “Untuk lokasinya mana saja, saat ini masih dibahas Pertamina. Kami berharap, lokasinya sangat mudah dijangkau oleh bus Transjakarta,” jelas Akbar.

Saat ini, lima SPBG yang beroperasi yakni di Jl Daan Mogot, Jl Pemuda, Kampungrambutan, Pancoran dan Pinangranti. Untuk SPBG Pinangranti dan Kampungrambutan membeli BBG dari PGN yang dibatasi kuota penjualannya. Sedangkan SPBG di Jl Pemuda, Pancoran, dan Jl Daan Mogot membeli dari Pertamina tanpa diberi kuota.

Sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) nomor 2932 K/12/MEM/2010 tentang harga jual BBG yang digunakan untuk transportasi di Jakarta, harga jual BBG dipatok Rp 3.100 per LSP, baik di SPBG Pertamina, maupun yang dipasok PGN.

Kepala Dishub DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, permasalahan yang dihadapi dalam upaya peningkatan layanan bus Transjakarta perlu mendapat perhatian khusus. Permasalahan itu antara lain, belum sterilnya jalur bus Transjakarta serta keterbatasan pasokan BBG.

Untuk mengatasi masalah itu, diungkapkan Pristono, pihaknya akan meningatkan peran satgas sterilisasi bus Transjakarta serta merencanakan peninggian separator jalur bus Transjakarta di tahun 2012.

Sedangkan untuk mengantisipasi keterbatasan pasokan gas, pihaknya mempersiapkan SPBG Induk dan SPBG mobile serta melakukan penambahan armada bus secara berkelanjutan seperti di tahun ini yang menghadirkan sebanyak 44 bus gandeng yang akan beroperasi pada Desember mendatang. Sedangkan di tahun 2012, Dishub DKI Jakarta juga menganggarkan sebanyak 60 bus gandeng. (dya)

Sabtu, September 03, 2011

Jakarta Masih Lengang

JAKARTA, M86 - Hingga hari kempat setelah Idul Fitri (H+4) pada Sabtu (3/9) pagi, jalan-jalan di ibu kota Jakarta baik tol maupun non tol masih lengang dan lancar. Jarak tempuh dari rumah ke kantor menjadi begitu dekat. Pasalnya, mulai hari ini ada sejumlah kantor yang sudah memulai aktivitas kerja.

Jarak tempuh dari kawasan Bintaro hingga kawasan Semanggi, misalnya, melalui jalan arteri Joglo hingga Pos Pengumben hanya ditempuh 35 menit.

Begitupun jalan tol Ciawi-Jakarta. Siprianus Edi Hardum yang tinggal di kawasan Cimanggis, Bogor, tidak butuh waktu terlalu lama untuk tiba di kantornya di Kawasan Semanggi. Dia hanya butuh waktu 30 menit untuk sampai ke kantornya. Padahal sehari-hari, dia butuh waktu dua jam untuk sampai ke kantor.

Mansur Barus yang sehari-hari harus menempuh Pondok Gede-Semanggi paling cepat satu jam, pada pagi ini jarak itu ditempuh hanya dalam waktu 30 menit. "Lengang sekali, kalau bisa sih Jakarta setiap hari seperti ini," ucapnya.

Bagitu juga yang dialami Rusto, warga Bekasi yang setiap hari menempuh Jalan Raya Bekasi dikenal dengan kemacetannya menuju kawasan Jakarta Barat hanya 30 menit. "Ya, jalanan masih lengang, biasanya ke Duri Kepa, Jakarta Barat bisa dua jam, tapi ini hanya 30 menit," katanya.

Begitu juga dengan jalur kereta api masih sepi. Menurut, penumpang Kereta Api Bogor-Jakarta, Heri S Soba, jalur kereta api juga masih lengang dan sepi. "Enak banget jalanan hari ini," ujarnya. (cok)

Kamis, September 01, 2011

Pasokan Air ke Istana dan Balaikota Aman

JAKARTA, M86 - Jebolnya pintu air penyuplai air baku di Kalimalang, Jakarta Timur, sejak Rabu (31/8) malam, tidak hanya berimbas pada pelanggan rumah tangga, tapi juga berimbas ke Istana Presiden, Balaikota DKI dan gedung DPR RI. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Palyja menurunkan 2 mobil tangki air ke tiga gedung penting tersebut berisi 5 ribu liter air per tangki. Sedangkan Aetra menurunkan 11 tangki air untuk melayani kebutuhan air untuk rumah sakit.

Corporate Communication Head PT Palyja, Meyritha Maryanie, menjamin pasokan air bersih ke Istana Presiden, Balaikota DKI dan gedung DPR RI tidak akan terganggu, karena pihaknya telah mengirimkan air bersih dengan mobil tangki air tadi pagi.

“Kedua mobil tangki ini akan terus menyuplai kebutuhan air bersih untuk ke tiga gedung ini. Kalau habis, akan diisi kembali begitu seterusnya, hingga perbaikan tanggul selesai dan aliran air normal kembali,” kata Meyritha, Kamis (1/9).

Tidak hanya itu, Palyja juga telah menurunkan mobil tangki air ke rumah sakit serta sebagian pelanggan di Jakarta Pusat, Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Sebab, sebanyak 65 persen dari total 420 ribu pelanggan Payja mengalami gangguan suplai air.

Untuk saat ini, Palyja hanya mengandalkan suplai air dari Tangerang dan Cilandak. Suplai dari Tangerang cuma 2.000 liter per detik dan Cilandak 400 liter per detik. Suplai air tersebut sudah tidak bisa ditambah lagi untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga Jakarta akibat jebolnya pintu air.

Corporate Communication Manager Aetra, Rika Anjulika, mengatakan Aetra telah menyiapkan 11 mobil tangki yang berkapasitas 5 ribu liter per tangki untuk memenuhi permintaan suplai air bersih. Pihaknya akan mengutamakan permintaan tambahan air bersih ke rumah sakit, karena merupakan pelayanan sosial yang tidak bisa dihentikan.

“Namun hingga sekarang, belum ada permintaan tambahan air dari rumah sakit. Mungkin rumah sakit banyak yang memiliki cadangan air tanah,” kata Rika.

Menurut Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, jebolnya pintu air di Kalimalang, tidak mengganggu kegiatan di Istana Kepresidenan. “Kepala Kesekretariatan Istana tidak melaporkan adanya sesuatu yang berjalan tidak normal. Semua operasional berjalan normal. Belum ada keluhan terkait kurangnya air bersih,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia, menyatakan terhentinya pasokan air bersih dari Palyja sama sekali tidak mengganggu Balaikota DKI Jakarta. Sebab, kegiatan di Balaikota sedang libur bersamaan dengan cuti bersama lebaran 2011 hingga hari Minggu (4/9).

“Sama sekali tidak terganggu. Karena kegiatan gubernur, wakil gubernur, sekda dan PNS lainnya masih dalam proses cuti bersama. Mudah-mudahan, saat masuk hari Senin (5/9), suplai air bersih sudah normal kembali,” tandasnya. (cok)

Paska Lebaran, 1.993,14 Ton Sampah Dibersihkan Petugas

JAKARTA, M86 - Banyaknya sampah sisa malam takbiran dan Shalat Ied, langsung direspons petugas Dinas Kebersihan DKI Jakarta. Hasilnya, sebanyak 1.993,14 ton sampah berhasil dibersihkan untuk segera diangkut ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi. Sampah-sampah tersebut terkumpul mulai pukul 00.00 dinihari, hingga pukul 11.59 siang dengan melibatkan 350 petugas.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Bharuna, mengatakan volume sampah tersebut belum termasuk sampah yang dihasilkan di tempat-tempat wisata, seperti di Ancol Taman Impian, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Taman Margasatwa Ragunan (TMR), dan Monumen Nasional (Monas). "Untuk malam takbiran dan Shalat Ied volume sampah mencapai 1.993,14 ton. Itu belum ditambah sampah reguler dari tempat-tempat wisata," kata Eko, Kamis (1/9).

Berdasarkan laporan yang masuk ke TPST Bantar Gebang sesuai hasil pencatatan dari PT Sucofindo, dari pukul 00.00-11.59, tercatat sampah di Jakarta Pusat 362,78 ton, Jakarta Utara 275,14 ton, Jakarta Barat 139,40 ton, Jakarta Selatan 569,74 ton, Jakarta Timur 380,60 ton, Sunter 259,42 ton, serta swasta umum sebanyak 6,06 ton. Sehingga total volume sampah mencapai 1.993,14 ton.

Untuk membersihkan sampah-sampah tersebut, Dinas Kebersihan DKI Jakarta, hanya menyiagakan sebanyak 350 petugas, serta cadangan di masing-masing wilayah sebanyak 150 petugas. Para petugas disebar di 726 masjid dan lapangan yang menyelenggarakan Shalat Ied. Sementara untuk mengangkut sampah, pihaknya juga menyiagakan 648 armada truk sampah. (dya/*bjc)
Related Posts with Thumbnails