Rabu, Juni 10, 2009

Angkutan Umum Wajib Gunakan BBG

JAKPUS, MP - Untuk mendukung program langit biru, seluruh angkutan umum di DKI Jakarta wajib menggunakan bahan bakar gas (BBG). Karena itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menegaskan, bagi kendaraan pribadi dan angkutan yang sudah menggunakan BBG dilarang keras beralih menggunakan bensin. Jika tidak, maka kerusakan lingkungan hidup tidak bisa dihindari.

Ketentuan konversi dari bensin ke BBG sudah diatur secara jelas di dalam peraturan daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2005 tentang pengendalian pencemaran udara, dan peraturan gubernur (Pergub) Nomor 141 Tahun 2007 tentang penggunaan bahan bakar gas untuk angkutan umum dan kendaraan operasional pemerintah daerah.

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menjamin pasokan BBG di delapan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBBG) tetap lancar. Dan jumlah SPBBG akan terus ditambah. "Kendaraan umum sewajarnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku,dengan demikian langkah ini sebagai upaya pengendalian gas buang kendaraan bermotor untuk mengurangi pencemaran udara di kota Jakarta," kata Fauzi Bowo.

Menurut Foke-sapaan akrab gubernur, banyak keuntungan menggunakan BBG, diantaranya murah, mutunya standar, kendaraan tetap bisa berjalan normal, dan tidak menimbulkan pencemaran udara. "Banyak keuntunganya, hemat bahan bakar, harganya murah, dan gas buangnya tidak menimbulkan pencemaran udara," katanya.

Hal senada juga ditegaskan, Kepala Bidang Media Massa Dinas Komunikasi, Informatika dan Kehumasan DKI Jakarta, Oyong Hanna Abidin. Ia mengatakan, program konversi bahan bakar bensin ke BBG merupakan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan lingkungan hidup yang sehat dan sekaligus untuk mendukung program langit biru yang dilakukan pemerintah pusat.

Karena itu, ia menegaskan tidak dibenarkan bagi angkutan umum yang sudah dikonversi menggunakan BBG (taksi, bajaj, dan bus) beralih kembali menggunakan bensin. Demikian pula dengan kendaraan-kendaraan operasional pemerintah daerah yang sudah dikonversi ke BBG. "Tidak ada alasan bagi kendaraan-kendaraan yang sudah dikonversi ke BBG untuk kembali ke BBM. Aturannya sudah jelas, suplai di SPBBG lancar, dan SPBBG juga ada. Dan ke depan akan terus kita tambah," tandasnya. (mp/*b)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails