JAKARTA, MP - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, melantik Kamsul Hasan sebagai Ketua dan 58 pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya periode 2009-2014 di Balaikota Jakarta, Rabu (3/6) malam. Pengurus baru ini diharapkan mampu menggiring insan pers menyampaikan informasi yang konstruktif, seimbang, obyektif, dan bertanggung jawab.Pria yang akrab disapa Foke itu mengatakan eksistensi pers dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat begitu besar. Baik sebagai alat kontrol sosial maupun dalam upaya membangun kehidupan masyarakat yang cerdas dan kritis.
"Saya berharap peran insan pers sebagai alat kontrol sosial masyarakat dapat memberikan informasi-informasi yang menyejukkan dalam pemberitaan," kata Fauzi Bowo.
Selama ini, Fauzi Bowo menilai penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan pembangunan Kota Jakarta sangat terbantu oleh pemberitaan media massa. Secara berkesinambungan media massa menyampaikan informasi tentang kebijakan dan program-program pembangunan. Bahkan insan pers juga sangat berperan penting dalam pembentukan opini publik yang obyektif, positif, dan berimbang.
"Hal itu dapat menjadi masukan berharga bagi Pemprov DKI untuk mengambil keputusan atau langkah-langkah yang perlu ditindaklanjuti bersama," ujar mantan Kepala Dinas Pariwisata DKI ini.
Demikian penting dan strategisnya peran pers dalam pemberitaan melalui media massa, Fauzi mengharapkan kemitraan terus terjalin dengan baik antara PWI Jaya, PWI Pusat, dengan Pemprov DKI. Karena insan pers dapat menjembatani kepentingan pemerintah daerah dengan menampung aspirasi masyarakat. Sekaligus memberikan masukan apabila terjadi hal-hal yang dapat mencoreng citra ibu kota.
"Ini penting saya sampaikan karena sekecil apa pun pemberitaan negatif tentang Jakarta, gaungnya akan berimplikasi terhadap kehidupan nasional bahkan internasional," jelasnya. Mengapa demikian, sambungnya, karena kedudukan Jakarta sebagai ibu kota negara merupakan barometer nasional.
Dalam kesempatan itu, Foke juga memuji kinerja wartawan yang bertugas di Balaikota DKI yang memiliki latar belakang informasi yang cukup bagus. Sehingga dalam menjalankan tugas, setiap kebijakan daerah yang dihasilkan Pemprov DKI dapat disampaikan ke masyarakat. "Mereka masih banyak yang muda-muda dan memiliki semangat tinggi mencari informasi," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PWI Pusat, Margiono mengatakan PWI sebagai organisasi profesi ingin membenahi profesi pers nasional. Di Indonesia, organisasi wartawan mencapai puluhan, tetapi yang mendapatkan akreditasi Dewan Pers hanya tiga organisasi. Yaitu PWI dengan anggota 17 ribu orang, Aliansi Jurnalistik Indonesia (AJI) dengan anggota 800 orang, dan Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia (IJTI) dengan anggota 300 orang.
Margiono berpesan PWI mempunyai tugas meningkatkan standar kualitas profesional, baik dalam menulis berita yang baik dan keteguhan dalam menggali bahan informasi berita. Serta membiasakan anggotanya taat kode etik. "Pers yang tidak memenuhi kode etik akan sangat membahayakan masyarakat," kata Mardiono.(mp/bj)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar