Minggu, Juni 07, 2009

Pelukis Trotoar Berharap di Mal

JAKARTA, MP - Komunitas Pelukis Trotoar berharap diberi tempat untuk melukis di mal-mal dan hotel di Jakarta.

"Kami berharap, bisa diberi kesempatan agar bisa melukis di mal dan hotel di Jakarta," kata salah seorang pelukis Trotoar, Cindy.

Para pelukis yang berjumlah lebih 20 orang itu, menamakan diri sebagai Komunitas Pelukis Trotoar karena lebih 10 tahun telah menempati emperan toko di Jalan Pintu Besar Selatan, Stasiun Kota, Jakarta Barat.

"Kami sudah menjadi bagian dari Kota Tua. Jadi, saat Pedagang Kali Lima (PKL) diusir, kami tetap dibiarkan menempati areal ini karena kami dianggap bagian dari wisata Kota Jakarta," ungkap Cindy.

Namun, areal tersebut kata Cindy yang mulai menekuni profesi sebagai pelukis sejak 1998, kurang layak.

"Lihat saja sendiri tempat ini sangat sempit sehingga jarang orang yang mau mampir. Seandainya kami diberi tempat khusus dan lebih layak kemungkinan kami akan dapat order lebih besar," katanya.

"Dalam sehari belum tentu kami dapat order sebab kawasan ini merupakan kawasan padat lalu lintas dan sangat sempit sehingga kalaupun ada orang yang mau diukis tetapi karena tidak ada tempat parkir, mereka akhirnya mengurungkan niatnya," ungkap Cindy.

Jika diberi tempat khusus di mal ataupun hotel lanjut dia, para pelukis yang tergabung Komunitas Pelukis Trotoar rela membagi keuntungan dengan pihak mal dan hotel.

"Jika melukis di hotel dan mal harga yang kami tawarkan jauh lebih besar dibanding di sini. Misalnya, jika melukis disini kami tawarkan harga Rp300 ribu sementara di hotel harganya bisa mencapai Rp500 ribu. Kalau perlu, kami tawarkan pembagian keuntungan 50 persen kepada pemilik mal dan hotel jika kami diberi tempat khusus," ungkapnya.

Lukisan hitam putih kata Cindy dibuat selama tiga hari dengan tarif Rp100 ribu sementara untuk lukisan berwarna dibuat selama empat hingga satu minggu dengan biaya Rp150 ribu.

"Tergantung ukuran dan objek yang dilukis. Jika foto keluarga dengan objek tiga orang kami kenakan tarif lebih mahal yakni mencapai Rp1 juta, tetapi jika lukisan per orang, tarifnya sesuai warna ukurannya," katanya.

"Lukisan hitam putih menggunakan kertas Padalaran dengan bahan `Konte` (bahan pewarna) sementara lukisan warna memakai kain kanvas dengan bahan cat," ungkap Cindy.

Pelukis Trotoar lainnya, Totok juga mengungkapkan keinginannya dapat melukis di tempat-tempat strategis.

"Sebenarnya, tempat ini cukup strategis tetapi tidak ada tempat parkir kendaraan sehingga orang enggan mampir," kata Totok.

"Kami sangat bersyukur jika ada otel atau mal yang mau menampung kami, sebab selama ini pendapatan dari melukis hanya cukup untuk makan, itupun harus pandai menyimpan uang sebab belum tentu dalam seminggu kami menerima order," ujarnya.** (mp/ant)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails