JAKPUS, MP - Harga barang-barang rongsokan seperti plastik dan kertas bekas di Jakarta, dalam sebulan terakhir mengalami kenaikan hingga Rp2.000 per kilogram.
Nasran, seorang pengumpul rongsokan di bawah jalan kereta api (KA) jalur Juanda-Sawah Besar Jakarta Pusat, mengatakan, harga barang rongsokan naik sejak sebulan yang lalu, yakni plastik bekas air minum dari Rp3.000/kg kini menjadi Rp5.000/kg, kertas/dos dari Rp400/kg menjadi Rp900/kg.
Selain itu, kenaikan terjadi pada harga gelas kaca dari Rp1.000/kg kini menjadi Rp2.000/kg.
Menurut dia, kenaikan harga rongsokan tersebut sudah biasa, karena setiap mendekati bulan Agustus selalu ada perubahan sepert itu.
Namun, harga itu akan kembali mengalami menurunan bahkan merosot setelah bulan Agustus. "Kondisi ini sering terjadi jika mendekati Agustus-an harga selalu naik," katanya.
Meskipun, terjadi kenaikan harga rongsokan, tapi belum mampu menambah penghasilan orang pencari rongsokan atau sering disebut "manusia gerobak". "Harga naik, tapi justru sekarang mencari barang tambah sulit dan sepi." katanya.
Menurut Nasran, dari pagi hari hingga malam mencari rongsokan dari kantor ke kantor maupun dari kampung ke kampung hasilnya hanya dua kilogram barang palstik dan dua kilogram kertas per hari.
"Untungnya harga naik sehingga saya mencari rongsokan bisa dapat sekitar Rp35 ribu per hari," katanya.
Kenaikan harga barang rongsokan juga dikatakan Supardi, seorang pencari barang rongsokan di Juanda, menjelaskan, kenaikan harga barang rongsokan memang menggembirakan para pencari rongsokan atau pemulung. "Kenaikan harga barang rongsokan pendapat saya akan meningkatan," katanya.
Menurut dia, sebelum terjadi kenaikan harga barang rongsok, menghasilannya sekitar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per hari. Namun, setelah mengalami kenaikan menghasilannya mampu mencapai sekitar Rp40 ribu per hari.
Haryana yang mengaku asli Jakarta menjelaskan, akibat kenaikan harga barang rongsok hasilnya per hari cukup lumayan masih ada sisa sekitar Rp10 ribu per hari. "Sebelumnya hanya bisa untuk makan sehari hasil dari mencari rongsokan," katanya. (mp/*a)
Sabtu, Juni 13, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar