Jumat, Juni 12, 2009

Kios Buku Liar Kwitang Dibongkar

JAKPUS, MP - 16 bangunan semi permanen di Jalan Kramat Buntu, Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, ditertibkan aparat satpol PP Kecamatan Senen.

Bangunan semi permanen yang biasa dijadikan tempat jualan buku di Jalan Kramat Buntu digusur secara paksa. Penggusuran dilakukan lantaran kios mereka berada di pinggir trotoar jalan. Tidak ada perlawanan dari para pedagang, mereka hanya melihat dari kejauhan saat 50 aparat Satpol PP meratakan tempat mencari nafkah mereka.

"Aparat terpaksa menggusur bangunan semi permanen tersebut dan meratakannya dengan tanah, lantaran para pedagang tidak mengindahkan aturan. Mereka juga dianggap telah ingkar janji dengan aparat," ujar Camat Senen, Hidayatullah.

Pasalnya, para pedagang berjanji tidak akan berjualan lagi di tempat tersebut, namun nyatanya mereka tetap nekad berjualan ujar Camat di lokasi pembongkaran.

Sebenarnya pihak Pemkot Jakarta Pusat, telah menyediakan tempat khusus bagi para pedagang buku eks Kwitang. Yakni di Pusat Perbelanjaan JACC dan Pasar Senen Blok I lantai 4 (Eks Robinson) namun sebagian dari mereka enggan berpindah dan memilih untuk bertahan di kawasan Kwitang. Tak jarang pedagang buku itu kucing-kucingan dengan petugas. Tentu saja hal ini membuat berang petugas.

Sementara Lurah Kwitang, Mukhlis mengatakan, di bekas lokasi jualan buku itu nantinya akan dikembalikan fungsinya menjadi jalanan umum. Selain itu, agar tidak dijadikan tempat jualan lagi, pihaknya akan melakukan penghijauan di jalan tersebut.

Jalan Kwitang Buntu itu merupakan jalan alternatif untuk menuju Jalan Kwitang Raya. Sehingga para pengguna jalan yang terjebak di Jalan Kramat Raya, yang mendekati perempatan Kwitang, dapat menggunakan Jalan Kramat Bunder ini sebagai jalur alternatif untuk menuju ke kawasan Patung Tani.

"Lihat saja, kan sekarang jalanan menjadi lebar. Masyarakat dapat menggunakannya menjadi jalan alternatif untuk menuju ke Jalan Kwitang Raya dan ke Patung Tani. Sehingga tidak terjebak keamcetan di perempatan Kwitang," lanjutnya.

Sementara, saat penertiban berlangsung, ternyata masih ada satu kios yang di dalamnya masih dipenuhi buku-buku.

Padahal, sejumlah kios lainnya sudah kosong melompong, tak ada satu buku pun yang tersisa di dalam kiosnya. Namun buku-buku tersebut akhirnya langsung diselamatkan pedagangnya.

Maulana (30) pedagang buku hanya pasrah melihat kios miliknya dibongkar aparat satpoll PP.

"Ya gimana lagi mas, kita yang salah dan tidak menuntut apa-apa. Mungkin kita pindah di Pusat Perbelanjaan JACC dan Pasar Senen Blok I lantai 4 (Eks Robinson). Itu pun kalau ada yang kosong," ujar bapak 2 anak ini.

Di sisi lain, aksi penertiban petugas ini ternyata membawa keberuntungan bagi para pemulung. Seperti dilakukan Marno (30), salah seorang pemulung, ia sibuk mengumpulkan atap kios yang terbuat dari seng, dan kayu-kayu berukuran besar.

Seluruh barang bekas bangunan itu dimasukkan ke dalam gerobak yang diparkir di pinggir jalan.

"Lumayan mas, rejeki nomplok. Daripada diangkut petugas semua, kan lumayan kalau kita bawa pulang, karena masih bisa dimanfaatkan," ujarnya. (mp/*a)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails