Minggu, Juni 07, 2009

Akibat Rokok, 1.127 Orang Meninggal Setiap Hari

JAKARTA, MP - Patut direnungi bagi para pecandu rokok, karena ternyata rokok menjadi salah satu penyebab kematian kedua terbesar di dunia setelah minuman alkohol. Ironisnya, Indonesia merupakan negara ketiga setelah Cina dan India, yang penduduknya mati akibat menghisap rokok. Berdasarkan hasil survei Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia tahun 2007, sebanyak 1.127 orang meninggal setiap hari akibat rokok.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah, terutama Pemprov DKI Jakarta. Untuk membantu program pemerintah pusat dalam menekan tingginya angka kematian akibat rokok, Pemprov DKI sejak jauh hari telah menerbitkan Peraturan Gubernur No 75 Tahun 2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok dan Perda No 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, dan sejumlah peraturan lainnya yang bertujuan untuk melindungi warganya. Ketika peraturan ini diterapkan, ada pusat perbelanjaan dan hotel terkena sanksi karena tak menyediakan ruang khusus merokok.

Dalam acara Hari Bebas Rokok se-Dunia di Monas, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengingatkan pada seluruh perkantoran (swasta/pemerintah) untuk menyediakan ruangan khusus merokok. “Setiap perkantoran wajib menyediakan tempat khusus merokok. Hal ini dimaksudkan untuk untuk menekan jumlah perokok pasif. Karena ternyata perokok pasif lebih berbahaya dibanding dengan perokok aktif,” ujarnya.

Sayangnya, kata gubernur, sejumlah pengusaha kurang peduli terhadap bahaya asap rokok. Buktinya masih banyak pengelola gedung dan tempat-tempat umum yang tidak menyediakan tempat khusus merokok. Ke depan ia berharap, Perda yang telah ada segera dipatuhi oleh mereka yang selama ini masih melanggar. Karena jika masih membandel, Pemprov DKI pasti memberikan sanksi tegas sesuai peraturan yang ada. Tak hanya itu, orang nomor satu di jajaran Pemprov DKI Jakarta ini juga mengajak seluruh warganya untuk segera menghentikan kebiasaan merokok.

Sementara, terkait dengan tidak menyediakan tempat khusus merokok, Pemprov DKI saat ini telah memproses secara hukum terhadap dua pengelola gedung yakni, pengelola Mall Atrium dan pengelola Hotel Aston yang terletak di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Bahkan kasusnya kini tengah ditangani pengadilan negeri setempat.

Menurut Ridwan Pandjaitan, Kepala Bidang Penegakan Hukum Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah DKI Jakarta, untuk menegakkan peraturan pihaknya akan terus menggelar razia perokok di tempat-tempat umum. Rencananya, pada Juni nanti razia akan digelar di wilayah Jakarta Utara dan bulan berikutnya dilakukan di Jakarta Barat dan Jakarta Selatan.

Untuk menyosialisasikan Perda rokok, lanjutnya, Pemprov DKI telah bekerja sama dengan 16 asosiasi usaha dan Ormas. Diantaranya, MUI, PHRI, Organisasi Angkutan Darat, PGRI, dan sebagainya. Kerjasama ini dimaksudkan untuk membantu kelancaran dalam menegakkan peraturan.

Pemprov DKI pantas bertindak tegas karena menurut data Yayasan lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Indonesia merupakan negara terbesar di dunia (setelah Cina dan India) dalam hal konsumsi rokok. Ia mencatat, setiap tahun sedikitnya ada 265 miliar batang rokok yang dihisap oleh masyarakat Indonesia.

Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi membeberkan, angka kematian akibat rokok di Indonesia setiap tahunnya mencapai 405.720 jiwa. Mengutip hasil survei Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, angka tersebut berarti, sehari terdapat 1.127 orang meninggal akibat rokok. "Ironisnya 14,5 persen yang meninggal korban berusia remaja,” ujar Tulus.

Dalam parade Hari bebas Merokok se-Dunia, sekitar 2.200 pelajar di Jakarta mengkampanyekan untuk berhenti merokok. Sambil membawa replika bungkus rokok raksasa, ribuan pelajar meneriakkan yel-yel untuk segera menghentikan kebiasaan merokok. Pelajar tampaknya memang khawatir, karena sekarang ini banyak usia produktif yang mulai kecanduan nikotin.

Untuk menunjukkan keseriusan menolak rokok, beberapa pelajar menggambar wajahnya serupa tengkorak. Goresan spidol warna ini untuk menggambarkan bahwa betapa bahayanya merokok bagi kesehatan jiwa. “Kalau terus merokok ya akibatnya bisa seperti ini, menjadi tengkorak,” ujar Imelda, salah seorang pelajar SMA yang turut pawai, sambil menunjukkan wajahnya yang telah digambari tengkorak.** (cok/bj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails