JAKARTA, MP - Para lurah di wilayah DKI Jakarta jangan berleha-leha lagi dalam menjalankan tugasnya sebagai pamong. Pasalnya, mereka bakal mendapatkan honor tambahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menurut Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, tugas dan tanggung jawab lurah jauh lebih berat dibanding jabatan-jabatan lain. Mengingat posisi lurah langsung berhadapan dengan warga. Dan lurah juga dituntut harus mampu mengatasi masalah-masalah di wilayahnya. Karena itu, lurah harus menguasai dan mengetahui karakteristik wilayah masing-masing.
"Akhir tahun 2008 lalu, kita sudah rombak struktur pemerintahan. Tetapi tata laksananya banyak yang belum kita lakukan. Karena itu, ke depan kita akan rombak struktur honor pegawai, dan kalau bisa lurah honornya lebih tinggi dibanding dengan yang lainnya. Sebab, mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat,” kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta.
Perombakan honor, kata Fauzi Bowo, perlu dilakukan. Sehingga, ke depan tidak ada lagi honor-honor siluman yang tidak berdasar. Tertib administrasi ini untuk menunjang terciptanya tata kelola pemerintah yang transparan dan akuntabel. Sehingga, efisiensi penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran. "Dengan perombakan struktur honor, kita harapkan tidak ada lagi honor siluman," tegasnya.
Terkait honor kader PKK, gubernur meminta lurah agar memperhatikan honor para kader PKK di wilayah masing-masing. Sebab, kader PKK tidak termasuk dalam struktur pegawai di kelurahan. Sehingga, tidak bisa dibuatkan kode rekening penggunaan anggaran. Karena itu, honornya tergantung kebijakan lurah masing-masing. “PKK itu bukan pegawai kelurahan, jadi jangan meminta honor seperti staf kelurahan. Tapi, saya minta lurah bisa memberi perhatian kepada anggota PKK di wilayahnya,” jelasnya.
Selain kader PKK, mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta itu juga meminta kepada lurah agar memperhatikan anggota karang taruna, utamanya dalam hal kegiatan kepemudaan. Sebab, Pemprov telah memberikan bantuan untuk kegiatan sebesar Rp 300 ribu per bulan. Dengan bantuan ini, diharapkan para pemuda bisa mengembangkan diri dengan berbagai keterampilan khusus.
“Ini baru awal, tetapi ke depan akan kita perhatikan karena pemuda punya potensi luar biasa yang bisa digali. Salah satunya, Dinas Pemadam juga bisa manfaatkan pemuda untuk dididik menjadi Balakar dan petugas rescue. Dengan pelatihan ini pemuda tidak hanya punya bekal sekadar jadi relawan, tetapi juga harus menjadi relawan yang profesional,” tukasnya.** (ant/mp)
Minggu, Juni 07, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar