Begitu sampai di kantor kelurahan RBS sekitar pukul 08.00, gubernur langsung bersilaturahmi dengan sejumlah aparatur kelurahan. Kemudian, gubernur langsung menuju ke lantai tiga yang terdapat aula. Di sini, sudah ada warga yang menunggu kedatangan gubernur untuk melakukan dialog.
Dalam pertemuan tersebut, warga RW 05 dan 06 mengharapkan agar tanggul Kali Sunter ditinggikan. Karena setiap hujan datang dipastikan air kali akan meluap ke pemukiman warga. Padahal, warga sudah melakukan peninggian tanggul secara swadaya sepanjang 100 meter, sedangkan yang harus ditinggikan sepanjang 500 meter.
Selain itu, warga juga meminta drainase di lingkungan Kelurahan RBS juga dibersihkan, khususnya saluran drainase Semper-Plumpang yang sudah dangkal dan mampet. Begitu juga permintaan perbaikan Jl Koramil di Tanah Merah, Jalan K1 dan K2 di lingkungan RT 01/06. "Kalau saya tidak ke sini tentu tidak akan tahu langsung. Bisa saja tahu dari aparat jajaran saya tapi mungkin akan tidak sama apa yang disampaikan oleh warga," kata Fauzi Bowo.
Untuk masalah banjir, lanjutnya, pemprov sudah pikikan jauh-jauh hari, temasuk pembangunan proyek Kanal Banjir Timur (KBT) yang diharapkan 2011 sudah bisa berfungsi. "Kami juga akan menambah sistem folder, termasuk menormalisasi waduk,” jelas Foke.
Setelah mendengar langsung keinginan warga RBS, Fauzi Bowo langsung melakukan peninjauan ke drainase di sepanjang Jl Rawa Badak Selatan dan Kali Layar. "Saya sudah instruksikan sudin terkait untuk menyelesaikannya," katanya.
Sebelum menyempatkan berdialog dengan warga RBS, Foke yang didampingi Wakil Walikota Jakarta Utara, Atma Sanjaya, beserta jajarannya itu berdialog dengan seluruh staf kelurahan. Pada kesempatan itu, gubernur mengucapkan apresiasinya terhadap jajaran Kelurahan RBS dalam memberikan pelayanan. Meskipun jumlah staf kelurahan terbilang belum optimal yaitu hanya memiliki 11 PNS dan 10 pegawai harian lepas (PHL) yang melayani sekitar 33 ribu penduduk.
“Jajaran kelurahan merupakan barisan terdepan dalam memberikan pelayanan masyarakat. Dan saya mengucapkan terima kasih, meskipun pegawai masih belum ideal yaitu 1: 3000 orang," katanya. Namun, lanjutnya, tak berarti pelayanan yang diberikan di Kelurahan RBS juga minim. "Karena itu, saya meminta agar hal itu terus ditingkatkan,” pintanya.
Setelah itu, Foke menyempatkan diri berfoto bersama dengan seluruh staf kelurahan. Dan kesempatan itu pun tidak disia-siakan, para staf kelurahan bergantian foto bersama dengan gubernur. “Meskipun ada kunjungan gubernur, pelayanan masyarakat tidak terganggu. Sesuai instruksi Pak Gubernur pelayanan harus tetap dilakukan. Dan pagi ini saja, sudah ada 22 berkas pelayanan yang saya tandatangani sembari mendampingi Pak Gubernur. Belum lagi, pelayanan KTP, PM1, SKTM, dan surat-surat administrasi lainnya,” kata M Maibu, Lurah Rawabadak Selatan.
Tambah waduk Seluas 103 Hektar
Selain menyelesaikan Kanal Banjir Timur (KBT) Pemprov DKI juga akan membangun sejumlah folder untuk meminimalisir banjir. Sedangkan untuk menampung air di sekitar RBS, dalam tiga tahun ke depan akan ditambah tiga waduk baru seluas 103 hektar. Kini seluruh pembangunan waduk baru tersebut sedang dalam proses pembebasan lahan.
Foke menuturkan, untuk wilayah Kelurahan RBS sudah ada waduk seluas 7,5 hektar. Dan dalam waktu tiga tahun ke depan akan ada penambahan waduk di Rorotan seluas 43 hektar dan di Marunda seluas 50 hektar, termasuk di Kelapagading seluas 10 hektar. “Saat ini masih dalam proses pembebasan tanah. Jika nanti KBT sudah berfungsi ditambah lagi ada waduk diharapkan potensi air genangan akan berkurang 40 persen untuk seluruh Jakarta,” jelasnya
Sedangkan untuk pengerukan kali, sambung Foke, Pemprov DKI Jakarta sudah mengagendakan pengerukan 13 kali di Jakarta secara serentak. “Karena selama ini pengerukannya tidak dilakukan secara bersamaan. Jadi sama saja sia-sia, satu kali dikeruk dan lainnya tidak. Pengerukan ini akan dilakukan awal 2010 nanti. Kini sedang uji coba di Kali Pademangan dan Gajahmada dengan kapal keruk hibah dari Belanda,” katanya.
Sementara itu terkait dengan keberadaan warga Tanah Merah di belakang Depo Pertamina yang dianggap grey area kependudukannya, gubernur berjanji akan melakukan penataan. Dan saat ini masih menunggu dari PT Pertamina dalam membangun buffer zone sekaligus penataan warga Tanah Merah. Jumlah warga Kelurahan RBS di Tanah Merah berkisar 2.000 kepala keluarga. “Untuk relokasi warga Tanah Merah masih menunggu pembicaraan dari PT Pertamina dan pemerintah pusat,” kata Foke.
Pada kesempatan itu, Foke juga mengucapkan apresiasinya kepada Lurah RBS, M Maibu dan Camat Koja, M Fiskal yang dinilai warganya rajin turun ke lapangan ketika ada banjir. “Kalau ada lurah atau camat yang susah dicari di kantornya. Dan tidak pernah turun ke lapangan, laporin saja ke saya nanti saya tindak tegas,” janji Foke.
Setelah itu, orang nomor satu di DKI Jakarta itu menyempatkan diri meninjau Kali Layar dan drainase di sepanjang Jalan Rawabadak Selatan pada pukul 13.00. Dengan berjalan kaki, Foke menyusuri jalan sepanjang 300 meter yang langsung disambut warga sekitar. Bahkan ada beberapa warga yang menyempatkan foto bersama atau sekadar berjabat tangan.
Selanjutnya, Foke mengintruksikan kepada Sudin PU Tata Air Jakarta Utara, Irvan Amtha, untuk segera melakukan pengerukan di drainase tersebut sehingga air bisa mengalir ke Kali Layar. “Dalam waktu dua minggu, saluran ini harus bersih. Begitu juga dengan Kali Layar maupun pintu air. Dan di sini juga harus ada pompa untuk menyedot air ke kali,” tandas Foke memberikan pesan kepada Sudin PU Tata Air Jakarta Utara.** (tim/mp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar