Pelatihan yang diikuti sekitar 150 remaja itu digelar selama 10 hari, mulai hari ini, Kamis (14/5) hingga Sabtu (23/5) pekan depan di tiga tempat berbeda, yakni di PKBM Nusantara Kwitang, Senen, untuk keterampilan servis HP, kemudian di Kantor Yayasan Aula Sih Pakarti, Dukuhpinggir, Tanahabang, untuk pelatihan daur ulang kertas, dan di PKBM kawasan Jembatanlima, Jakbar, untuk pelatihan tata boga. Masing-masing jenis pelatihan diikuti 50 peserta.
Kepala Sudin Sosial Jakarta Pusat, Ika Lestari Aji, mengatakan, remaja yang mengikuti bimbingan dan ketrampilan ini, umumnya memiliki latar belakang kehidupan yang kelam dan berasal dari keluarga miskin. "Mereka merupakan warga Jakarta Pusat yang berasal dari delapan kecataman. Dan dalam pelaksanaanya tidak dipungut biaya, bahkan mereka kita dibekali peralatan keterampilan dan juga uang transport saat pulangnya," ujar Ika Lestari Aji, Kamis (14/5).
Hal senada ditandaskan Kasie Pelayanan Rehabilitasi Sosial Sudin Sosial Jakarta Pusat, Andi Muchtar. Menurutnya, masing-masing jenis keterampilan, diikuti oleh remaja yang memiliki latar belakang berbeda. Misalnya, untuk keterampilan servis HP diikuti oleh remaja mantan pengguna narkoba dan mantan Narapidana. Sedangkan untuk jenis tata boga dan daur ulang diikuti remaja yang berlatar belakang dari anak-anak jalanan.
“Untuk tata boga peserta diajari cara membuat kue kering dan kue basah, sedangkan untuk daur ulang siswa diajari cara membuat kerajinan tangan dengan bahan dasar dari kertas/plastik bekas, batok kelapa dan sebagainya,” jelasnya.
Sedangkan tenaga pendidiknya, Sudin Sosial Jakpus melibatkan pihak ketiga. Untuk pelatihan servis HP, Sudin Sosil Jakpus melibatkan Lembaga Pendidikan Keterampilan Buana Masanjaya. Untuk pelatihan tata boga, Sudin sosial Jakpus melibatkan mentor dari Nilasari atau Rose Brand. Dan untuk pelatihan daur ulang, Sudin Sosial Jakpus melibatkan Sanggar Kreativitas Landmark 09. “Jika program ini tuntas maka kami akan menjalin kerja sama dengan Sudin UKM dan Perdagangan Jakarta Pusat. Sehingga hasil keterampilan para peserta ini diharapkan dapat dipasarkan ke publik,” lanjut Andi.
Sementara itu, Basri Rais, salah satu peserta keterampilan daur ulang kertas, mengaku, sangat senang dengan adanya pelatihan gratis ini. Sebab, melalui kegiatan ini ia mendapat ketrampilan yang diharapkan dapat menjadi bekal hidupnya. “Tentu sangat senang karena saya ingin mengubah nasib hidup. Makanya saya ikuti kegiatan ini, apalagi gratis,” ujar anak jalanan ini.
Hal serupa ditandaskan Budi Pratama, anak jalanan asal Johar Baru. Ia sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Dan ia berharap bisa mencari pekerjaan tetap. “Saya sebelum ikut kegiatan ini sering ngamen di jalanan. Hidupnya tidak nyaman mas karena sering diuber-uber (dikejar-kejar) petugas Tramtib. Dengan berbekal mengikuti kegiatan ini, saya berharap ada pihak yang mau menampung saya untuk bekerja,” terang remaja berambut pirang ala punk itu.** (mp/bjc)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar