Selasa, Mei 19, 2009

Tolak Digusur, Warga Kompleks Kostrad Siaga

JAKARTA, MP - Ratusan warga Kompleks Kostrad Tanah Kusir di Jl Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, berjaga-jaga di sekitar rumah mereka. Mereka bertahan meski Kostrad menyuruh mereka hengkang dari kompleks itu.

"Kami nggak mungkin sukerela keluar dari rumah tanpa penggantian. Kami bertahan, Kostrad harus manusiawi," ujar seorang warga yang juga anggota Forum Komunikasi Putra-putri Purnawirawan dan TNI (FKPPI) yang enggan disebutkan namanya, Selasa (19/5).

Menurut dia, hari ini merupakan batas terakhir warga harus keluar dari rumah yang sudah ditinggali selama 30-40 tahun itu. Warga yang akan diminta keluar dari rumah itu sebanyak 33 kepala keluarga.

Pria itu menuturkan, warga mau keluar secara sukarela dari kompleks itu jika Kostrad memberi pesangon. Namun Kostrad menolak dengan alasan tidak memiliki dana, sehingga warga memilih bertahan.

"Kami menyadari itu bukan tanah kami. Kostrad juga ada kendala keuangan, tapi janganlah kami diusir tanpa apa-apa. Kami bukan PKI dan pengacau keamanan," terangnya.

Dia mengungkapkan, pengosongan dilakukan agar anggota Kostrad yang baru bisa tinggal di rumah itu. Warga bertahan karena mereka tidak mempunyai dana untuk membeli tempat tinggal baru.

"Rencananya kompleks ini mau dijadikan pangkalan militer untuk orang Kostrad yang baru-baru," jelasnya.

Meski demikian, dia pasrah jika Kostrad memaksa keluar warga dengan kekuatan militer.

"Kita belum omong mau minta berapa tapi kalau dipaksa dengan kekuatan militer kita terpaksa keluar," katanya dengan pasrah.** (mp/dtc)

2 komentar:

  1. memang itulah INDONESIA yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, "habis manis sepah di buang".

    BalasHapus
  2. memang itulah INDONESIA yang menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, "habis manis sepah di buang"

    BalasHapus

Related Posts with Thumbnails