JAKARTA, MP - Sangha Theravada Indonesia akan menggelar perayaan Waisak Nasional 2553/2009 di gedung Jakarta International Exhibition Center (JITEC), Manggadua Square, Lantai 8, Jakarta, pada Minggu (24/5) mendatang. Perayaan ini akan dimulai pukul 15.00 WIB – 18.00 WIB dengan target undangan sebanyak 5000 orang umat Buddha. Menurut Ketua Umum Panitia Perayaan Waisak Nasional 2553/2009, Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu Jotidhammo, Mahathera, perayaan Waisak jatuh pada tanggal 9 Mei 2009 lalu, di mana umat Buddha seluruh Indonesia telah memperingati Hari Raya Waisak dengan melakukan pujabakti dan meditasi di vihara-vihara maupun candi Buddhis.
“Meskipun Hari Raya Waisak sudah lewat, kita masih bisa memperingati Waisak Nasional yang kegiatannya tidak beda jauh dengan pujabakti dan meditasi. Hanya saja, pada acara perayaan kali ini juga dimeriahkan dengan tari-tarian atau kesenian daerah yang dibawakan oleh pemuda-pemudi umat Buddha,” jelasnya pada wartawan saat konfrensi pers di Vihara Dhammacakka Jaya Sangha Theravada Indonesia, Jalan Agung Permai XV/12, Jakarta Utara, Senin (18/5) kemarin.
Ia menuturkan, perayaan Waisak adalah memperingati tiga peristiwa suci dalam kehidupan Guru Agung Buddha Gotama yaitu kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan kemangkatan beliau yang terjadi pada hari purnama sidi di bulan Waisak atau bulan Mei. “Kelahiran beliau pada tahun 623 s.M, penerangan sempurna pada tahun 588 s.M, dan kemangkatan beliau pada tahun 543 s.M,” jelas Bhikkhu Jotidhammo.
Dan perayaan Waisak Nasional kali ini, masih kata Jotidhammo, mengambil tema ‘Kehadiran Buddha Sumber Keharmonisan dan Keutuhan Bangsa”. Menurutnya, tema itu diambil untuk menyikapi keadaan masyarakat dan bangsa Indonesia yang memerlukan keharmonisan dan keutuhan masa depan Negara. “Oleh karena itu diharapkan momentum Waisak dapat menggali, memaparkan, dan meneguhkan nilai-nilai keharmonisan dan keutuhan yang sangat diperlukan bagi kehidupan kita bersama,” katanya.
Sementara itu perayaan Waisak Nasional ini rencananya juga akan dihadiri oleh Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, Duta Besar Negara-negara Sahabat, Tokoh-tokoh Lintas Agama, dan Umat Buddha lainnya.
Ketua Panitia Waisak Nasional, Michael Satya Liong, mengungkapkan, perayaan akan diisi dengan acara Renungan Waisak, Doa Keselamatan Bangsa dan Negara, dan pagelaran kesenian-kesenian daerah yang dibawakan oleh muda-mudi umat Buddha. “Selain itu, kita juga akan menyelenggarakan kegiatan bhakti sosial di daerah-daerah yang memang mebutuhkan. Dan kegiatan sosial ini juga rangkaian dalam merayakan hari Waisak. Untuk perayaan kali ini kita menyiapkan 5000 undangan,” jelasnya sembari menambahkan undangan dapat diambil di seluruh vihara-vihara yang ada di Jakarta.** (cok/mp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar