Pembagian semboka kali ini juga dibantu oleh 40 personel anggota Koppasus yang turut membagikan sekitar 350 paket sembako diantaranya mie instant, biscuit, minyak goreng, dan beras sebanyak 2 kg. Tak pelak, ratusan warga yang sudah mendapatkan kupon berkumpul di lapangan Kampung Lebak Para, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Menurut Ketua Panitia Waisak Nasional, Michael Satya Liong, mengungkapkan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Waisak. Dan pembagian sembako ini tidak memiliki tujuan tertentu hanya didasarkan rasa kebersamaan sebagai manusia yang sama-sama ciptaan Tuhan YME, sebangsa, dan setanah air. “Kita tidak ada tujuan tertentu, ini merupakan kegiatan kemanusian yang saling tolong-menolong. Dan semoga saja bantuan kita ini bisa meringankan beban mereka,” kata Michael.
Ia menuturkan, perayaan Waisak adalah memperingati tiga peristiwa suci dalam kehidupan Guru Agung Buddha Gotama yaitu kelahiran, pencapaian penerangan sempurna, dan kemangkatan beliau yang terjadi pada hari purnama sidi di bulan Waisak atau bulan Mei. “Kelahiran beliau pada tahun 623 s.M, penerangan sempurna pada tahun 588 s.M, dan kemangkatan beliau pada tahun 543 s.M. Untuk memperingati itu semua sebagai suri teladan yang perlu ditiru adalah peduli dengan sesama saling tolong menolong,” jelasnya.
Muslikin, Ketua RW 05, Kampung Lebak Para, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur mengaku gembira dengan adanya kegiatan bakti sosial pembagian sembako tersebut. Pasalnya, harga kebutuhan pokok saat ini cukup mahal dan dengan adanya pembagian itu warganya sangat terbantu sekali.
“Diharapkan kegiatan positif seperti ini tidak hanya datang sekali saja. Begitu juga dengan lembaga-lembaga lainnya, khususnya pemerintah dalam membantu kebutuhan hidup masyarakat terutama bagi mereka yang tidak mampu,” katanya.** (cok/mp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar