JAKARTA, MP - Jumlah pengidap infeksi HIV dan kasus AIDS di Indonesia tiap tahun terus mengalami kenaikan yang signifikan. Sepanjang triwulan pertama 2009 atau 1 Januari-31 Maret 2009 saja, tercatat ada 968 kasus baru HIV/AIDS yang ditemukan di Indonesia, terdiri dari 114 kasus HIV dan 854 kasus AIDS.Kalau secara kumulatif sejak 1 Januari 1987 sampai 31 Maret 2009, total kasus HIV/AIDS yang terjadi di Indonesia mencapai 23.632 kasus yang terdiri dari 6.668 kasus HIV dan 16.964 kasus AIDS. Dari kasus yang terjadi tersebut, telah mengakibatkan sebanyak 3.492 orang meninggal dunia.
Menurut Wakil Walikota Jakarta Timur, Ir. H. Nugraha. K. Yasin, masyarakat Indonesia, khususnya di kota Jakarta sangat rentan terhadap penyebaran virus HIV/AIDS. Hal ini mengingat kota Jakarta merupakan pusat pemerintahan dan pusat perekonomian, sekaligus gudang hiburan.
Sejak 1 Januari 1987 sampai 31 Maret 2009, jumlah kasus AIDS di Jakarta menurutnya telah mencapai 2.807 kasus, terdiri dari 1.998 kasus AIDS IDU (Intravenous Drug Use) dan meninggal 425 orang. Adapun prevalensi kasus AIDS per 100.000 penduduk di DKI, mencapai 30.81 persen atau merupakan urutan ketiga secara nasional setelah Papua dan Bali.
“Khusus untuk Jakarta Timur sendiri sejauh ini sudah ditemukan 127 kasus AIDS,” ujar Nugraha, saat menyampikan sambutan pada acara konsolidasi program komprehensif Pencegahan Melalui Transmisi Seksual (PMTS) di Ruang Serba Guna Kantor Walikota Jakarta Timur.
Dirinya mengungkapkan, penyebab utama berkembangnya virus HIV melalui dua hal yaitu melalui jarum tajam dan melalui jarum tumpul. Berkaitan dengan program PMTS secara nasional, menurut Nugraha pada tahun 2009 ini akan dilakukan di lima provinsi termasuk DKI Jakarta.
“Program ini tentu tak akan ada artinya jika hanya dilaksanakan oleh satu unit saja. Untuk itu perlu melibatkan berbagai unsur atau unit terkait serta pemangku kepentingan setempat,” kata Nugraha yang juga menjabat Ketua Pelaksana Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jakarta Timur.
Pada kesempatan yang sama Kabid Terapi dan Pelatihan KPA DKI Dr. Aritha Herawati mengatakan, pelaksanaan program PMTS di Jakarta Timur pada tahun 2009 ini akan dilakukan di kawasan Prumpung, Kelurahan Rawa Bunga, Kecamatan Jatinegara. Program tersebut katanya mengambil sasaran para perempuan pekerja seks (PPS) di kawasan Prumpung.
Aritha mengatakan, sedikitnya di kawasan Prumpung saat ini terdapat 200 PPS. Menurut Aritha, mereka melakukan aktifitasnya itu bukan karena hobby atau atas dasar suka, namun semata-mata karena untuk mencari uang. “Jadi semua ini akibat faktor ekonomi. Untuk itu kita harus bersama-sama mengendalikan dan mencegah agar tidak timbul PPS baru serta menyebar kemana-mana,” katanya.** (mp/pkc)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar