Kamis, Mei 07, 2009

Perbaikan Jalan Rusak di Jakarta Molor

JAKARTA, MP - Pekerjaan perbaikan jalan rusak di DKI Jakarta ternyata tidak bisa diselesaikan tepat waktu alias molor. Seharusnya jalan rusak 858.817 meter persegi di 91 titik sudah selesai ditambal 100 persen pada akhir April. Kenyataannya, hingga memasuki minggu pertama Mei, baru 90 persen atau 722.935,3 meter persegi yang rampung diperbaiki. Terlambatnya penyelesaian penambalan jalan karena Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta menemukan kerusakan baru di jalan lainnya.

Kepala Dinas PU DKI Jakarta, Budi Widiantoro, mengatakan, pekerjaan penambalan jalan rusak di DKI Jakarta baru mencapai 90 persen dari total jalan rusak seluas 858.817 meter persegi. Dinas PU tidak dapat mengejar perbaikan jalan-jalan rusak sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan karena menemukan adanya kerusakan baru di beberapa kawasan jalan DKI. “Saat ini sudah 90 persen jalan rusak kami perbaiki. Ini memang agak terlambat dari target karena kami menemukan ada kerusakan baru di jalan lain,” katanya di Jakarta, Rabu (6/5).

Dia mengungkapkan kerusakan baru yang ditemukan sekitar 10 persen dari total jalan rusak atau sekitar 85.881,7 meter persegi. Namun ketika ditanya titik lokasi kerusakan baru tersebut, dia belum bisa memberitahukannya. Karena pendataan masih sedang dilakukan oleh staf Dinas PU dan belum dilaporkan kepadanya. “Nanti saya akan beritahu kalau data sudah ada,” janjinya.

Dengan adanya kerusakan baru di beberapa jalan, Budi mengatakan, berarti Dinas PU DKI masih mempunyai tugas untuk melakukan pekerjaan penambalan jalan sebanyak 20 persen. Perbaikan jalan itu akan diusahakan rampung pada pertengahan Mei. Agar bisa dilanjutkan dengan perbaikan berat atau layerisasi hotmix untuk jalan rusak yang telah ditambal, pada Juni mendatang.

Lelang Telah Dibuka

Keterlambatan penyelesaian perbaikan jalan rusak berdampak tertundanya pelaksanaan tender perbaikan berat atau layerisasi hotmix jalan rusak. Berdasarkan jadwal semula, pada pertengahan April sudah ada 15 nama perusahaan pemenang. Sehingga pekerjaan fisik pelapisan jalan atau layerisasi bisa dilakukan paling lambat akhir April atau awal Mei 2009.

Namun, Dinas PU DKI baru membuka tender tersebut pada 1 Mei untuk 15 paket pengerjaan layer jalan seluas 858.817 meter persegi dengan nilai investasi sebesar Rp 300 miliar. Setiap perusahaan mempunyai kesempatan yang sama untuk mengajukan penawaran terbaiknya. Diharapkan pada akhir Mei sudah ada 15 nama perusahaan pemenang. Jika pemenang tender sudah diketahui, dilanjutkan pembuatan kontrak kerja pada medio Juni 2009. Sehingga pekerjaan fisik pelapisan jalan atau layerisasi bisa dilakukan paling lambat awal Juli 2009.

Tidak hanya tender perbaikan jalan yang dibuka, Dinas PU telah membuka tender kegiatan pengerukan 76 sungai di Jakarta awal Mei 2009, dengan nilai tender senilai Rp 199,5 miliar dari APBD 2009. Budi mengatakan, kegiatan pelaksanaan fisik pengerukan diperkirakan bisa dimulai Juli 2009, dan rampung pertengahan Desember 2009.

Pemenang lelang itu, nantinya diwajibkan mengeruk lumpur sebanyak 1,5 juta meter kubik dari 76 sungai penghubung di Jakarta. Lumpur hasil pengerukan itu akan ditampung di Taman BMW dan di Muaraangke, Jakarta Utara. Setelah pengerukan, diharapkan kapasitas volume daya tampung saluran penghubung itu bisa lebih besar, dan potensi banjir di Jakarta bisa ditekan.** (mp/bjc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails