
JAKARTA, MP - Jumlah kepala keluarga (KK) penerima bantuan beras miskin (raskin) di Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, pada tahun 2009 meningkat 150 persen. "Tahun lalu jumlah penerima raskin di kelurahan ini sebanyak 270 KK. Data terbaru yang diterima dari Badan Pusat Statistik (BPS) meningkat jadi 676 KK," kata Sekretaris Kelurahan Pluit, Awang, di kantornya, Senin (18/5).
Drastisnya kenaikan penerima raskin di Kelurahan Pluit bukan karena kebijakan kelurahan menggelembungkan data, namun dari hasil pendataan yang dilakukan BPS. "Data penerima raskin merupakan hasil pendataan BPS kota yang dikirim ke BPS Provinsi kemudian diserahkan ke Dolog," katanya.
Penerima raskin dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Pluit sebagian besar adalah warga yang berprofesi sebagai nelayan, termasuk di Muara Angke. "Nelayan-nelayan itu tinggal di Blok Eceng, dan Blok Empang, atau di RW I, RW II, dan RW 20," katanya.
Dari 45.781 jiwa warga Kelurahan Pluit, warga yang bekerja sebagai nelayan adalah sebanyak 2672 jiwa. Muara Angke, salah satu kawasan pemukiman nelayan yang menjadi kantong kemiskinan di Jakarta Utara, selain Kali Baru, Cilincing, Muara, Karang, Muara Baru, Kamal Muara, dan Kapuk Muara.
Untuk membantu warga miskin, tahun 2009 pemerintah secara nasional menaikkan subsidi untuk program beras miskin. Angkanya dari Rp 11,66 triliun pada tahun 2008 menjadi Rp 12,9 triliun pada tahun 2009.
Realisasi raskin nasional sampai dengan 31 Desember 2008 telah mencapai 3.217.680 ton (96,27 persen) dari pagu nasional sebesar 3.342.500 ton
Potensi PBB
Sementara itu ditanya tentang pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kelurahan Pluit, Awang mengatakan warganya termasuk yang memiki kesadaran tinggi dalam membayar PBB. Tahun 2009 tercatat sebanyak 17,59 miliar PBB yang bakal ditagih dari wajib pajak (WP).
Jumlah WP yang penetapan pajaknya masuk dalam buku I di Kelurahan Pluit tercatat 402 dengan nilai Rp17,46 juta. Sedangkan buku II sebanyak 4222 WP dengan nilai Rp974,85 juta lebih, buku III sebanyak 4923 WP dengan nilai Rp3,61 miliar, dan buku IV sebanyak 4501 dengan nilai 12,98 miliar.** (mp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar