Ketiga mobil tersebut akan melayani bidang laboratorium. Mobil bintang hi-tech akan melayani fasilitas teknologi informasi, dengan didukung 10 perangkat laptop untuk mengakses internet dan dilengkapi televisi 32 inci. Kemudian, mobil bintang IPTEK akan melayani penyediaan fasilitas bidang biologi, fisika, dan kimia. Sedangkan mobil bintang sehat akan meyediakan jasa kesehatan terhadap para siswa meliputi kesehatan mata dan gigi.
Selain itu, di dalam ketiga mobil ini juga tersedia fasilitas buku-buku pendidikan, sarana-sarana pendukung lainnya, serta dilengkapi dengan tenaga pembimbing. “Program ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat besar dari banyak pihak terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Mobil pendidikan `Untuk Indonesiaku` semacam ini dapat menjadi solusi bagi pendidikan, khususnya untuk menjangkau sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas belajar,” kata Atma Senjaya, Wakil Walikota Jakarta Utara, saat meresmikan peluncuran Program Mobil Pendidikan di Halaman Plaza Barat Kantor Walikota Jakarta Utara, Selasa (26/5).
Peluncuran mobil pendidikan ini, kata Atma, merupakan hasil kerja sama Pemkot Jakut dengan Yayasan Mitra Mandiri dan Yayasan Obor Berkat Indonesia (OBI). Dan sebagai tahap awal, ketiga mobil ini akan dioperasikan di empat kecamatan secara bergantian, yakni Kecamatan Penjaringan, Pademangan, Cilncing, dan Koja. “Sebagai tahap awal, sasarannya di empat kecamatan tersebut karena di sana banyak sekolah-sekolah prasejahetra,” ujar Atma.
Ketua Yayasan Mitra Mandiri, John S Karamoy, mengatakan ketiga unit kendaraan ini merupakan sumbangan dari PT BMW Indonesia. Ketiganya didisain khusus seperti mobil-mobil pendidikan untuk bantuan pendidikan di daerah yang terkena bencana alam. Hanya saja, fasilitasnya ditambah, seperti tersedianya layanan internet, sarana laboratorium yang memadai dan sejumlah peralatan pendidikan lainnya.
“Mobil semacam ini pada umumnya diperbantukan untuk melayani fasilitas pendidikan di daerah bencana. Namun dalam kondisi normal mobil ini juga bisa difungsikan secara maksimal untuk membantu sekolah-sekolah yang minim fasilitas laboratoriumnya. Karena itu, peralatannya kita lengkapi,” ungkapnya.** (mus/mp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar