Minggu, Mei 17, 2009

Lurah & Camat Wajib Bersihkan Sampah di Ciliwung

JAKARTA, MP - Keberadaan Sungai Ciliwung di Provinsi DKI Jakarta mempunyai sejarah yang amat panjang. Sayangnya, masih banyak warga yang tidak peduli dengan keberadaan sungai yang sangat vital bagi Jakarta ini. Karena masih banyak ditemui pembuangan sampah liar di sepanjang Ciliwung yang membuat sungai menyempit dan dangkal. Untuk menyelamatkannya, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memerintahkan seluruh lurah dan camat yang kawasannya dilalui Sungai Ciliwung untuk menertibkan pembuangan sampah liar tersebut.

Sejak awal kota Jakarta ini berdiri yang tahun ini akan genap berumur 482 tahun, Sungai Ciliwung turut menjadi bagian dalam kehidupan warga Jakarta. Sayangnya, kurangnya peran masyarakat dalam menjaga lingkungan membuat gunungan sampah terlihat di atas aliran sungai serta samping kiri kanan bantaran kali. Ini dibuktikan ketika Perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih (PPS Betako MP) menyusuri sungai tersebut dari Tanjungbarat, Pasarminggu hingga Jembatan Kampung Melayu, Jatinegara.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menerangkan pemeliharaan dan perawatan sungai bersih dari sampah telah menjadi masalah utama bagi Pemprov DKI Jakarta dan warganya. Sebab, Jakarta sebagai kota tertua di Indonesia memang dilintasi 13 aliran sungai yang merupakan karunia Tuhan. “Namun, kondisi 13 aliran sungai tersebut sangat memprihatinkan, termasuk salah satunya Sungai Ciliwung,” kata Fauzi Bowo dalam acara Seminar “Selamatkan Sungai Ciliwung Dari Kerusakan” di Balaikota DKI, Jakarta, Sabtu (16/5).

Berangkat dari prihatin mendalam melihat keadaan Ciliwung yang semakin parah, PPS Betako MP mengadakan ekspedisi sepanjang Cilwung. Hasil ekspedisi itu mendapati, batas kiri dan kanan sungai telah mengalami penyempitan karena semakin banyak pemukiman di sekitar bantaran kali. Sekitar 50 persen dari luas awal Ciliwung dipakai untuk pemukiman.

Fakta yang paling parah ditemukan, lanjut Fauzi, sungai itu telah mengalami pendangkalan akibat puluhan tahun dijadikan tempat pembuangan sampah. Banyak tempat pembuangan sampah liar ditemukan dibeberapa titik. Penyempitan dan Pendangkalan ciliwung mengakibatkan banjir semakin luas, menimbulkan kantong-kantong daerah banjir yang dulunya tidak ada menjadi ada. Kondisi ini diperparah dengan pencemaran yan terjadi. Padahal, sungai Ciliwung merupakan pasokan air bersih bagi kota Jakarta. Karena pencemaran itu, proses penjernihan air menjadi sulit dan butuh biaya yang semakin mahal.

Untuk menyelamatkan Sungai Ciliwung dari kondisi memprihatinkan itu, Fauzi mengajak untuk melakukan upaya perbaikan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat. “Untuk itu, saya sudah memerintahkan camat dan lurah disepanjang aliran Ciliwung untuk saling berkoordinasi mengambil langkah tepat melakukan penertiban pembuangan sampah liar,” ujarnya. Tidak hanya itu, mereka harus melakukan penyuluhan kepada masyarakat sekitar bantaran kali Ciliwung agar menghentikan pembuangan sampah ke sungai.

Selain itu, Pemprov juga berencana akan membangun tempat parkir air sungai Ciliwung agar dapat disalurkan bertahap ke aliran-aliran sungai yang lain. “Karena selama ini, air di Ciliwung seperti lost water, karena tidak ada tempat parkir semacam waduk,” jelasnya. Rencana ini telah disesuaikan dalam kajian rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) Provinsi DKI yang akan selesai pada 2010 mendatang.

Sementara itu, Guru Besar PPS Betako MP Poerwoto Hadi Poernomo menegaskan, kondisi buruk Ciliwung mencerminkan pribadi warga Jakarta. “Citra Ciliwung adalah citra warga Jakarta,” katanya. Melalui seminar ini, lanjutnya, dapat disimpulkan kesepakatan sikap dan tindakan untuk menyelamatkan dan menjaga Sungai Ciliwung.

Dia mengharapkan, kesimpulan tersebut dapat disampaikan minimal kepada DPRD DKI Jakarta, atau lebih besar lagi kepada DPR RI. Agar kedua dewan perwakilan rakyat ini dapat mewujudkan tindakan nasional untuk menyelamatkan Ciliwung. “Ciliwung bukan hanya kepentingan kota Jakarta, melainkan kepentingan bangsa dan nasional karena Jakarta adalah ibukota negara dan pusat pemerintahan Indonesia,” tambahnya.** (mp)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails