Dipilihnya Kantor Kelurahan Kenari sebagai yang pertama karena dinilai kelurahan ini yang terbaik di Jakarta. "Saya punya 267 Kelurahan, dan pilihan itu ada pada saya," ujar Fauzi Bowo saat berkantor di Kelurahan Kenari, Rabu (6/5).
Dengan berpakaian dinas harian berwarna cokelat, Gubernur DKI yang menumpangi kendaraan dinas Toyota Land Cruiser dengan Nopol B 1 tiba di Kelurahan Kenari tepat pukul 08.00. Kedatangan gubernur langsung disambut Lurah Kenari Prasetyo Kurniawan beserta stafnya. Sementara dalam rombongan gubernur, turut hadir Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Franky Pandjaitan.
Setibanya di kantor Kelurahan, pria yang akrab disapa Foke itu langsung menuju Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu legislatif (pileg) dan hasil perolehan suara pileg yang terpampang di papan pengumuman. "DPT ini sebaiknya langsung diperbaiki untuk pemuktakhiran DPT Pilpres dan dipampang di setiap RT," saran Foke.
Lantas, Foke langsung menuju areal belakang halaman kantor Kelurahan untuk meninjau kolam ikan, tempat komposting sampah, serta ruang serbaguna milik kelurahan. "Awas, jangan sampai kolam-kolam itu menjadi sarang bagi nyamuk DBD. Jangan lupa menjaga kebersihannya," pinta Foke sambil menatap lurah.
Setelah puas meninjau lantai dasar, Foke beserta rombongan langsung bergegas menuju lantai dua dan menuju ruang pelayanan pembuatan KTP serta ruang kantor lurah. Saat meninjau ruang pelayanan pembuatan KTP, tak henti-hentinya Foke mengingatkan kepada staf kelurahan untuk meningkatkan pelayanan kepada warga.
Sementara saat melongok ruang kerja lurah, Foke sempat bercanda dengan para staf maupun wartawan yang ada di ruangan tersebut. "Kantornya saya pinjem dulu nih Pak lurah. Kalau mau tukeran kantor silakan saja, tapi kalau nyali Pak Lurah gede," seloroh Foke yang disambut tawa pejabat dan staf kelurahan.
Pada kesempatan itu, Foke juga memberikan kesempatan kepada para staf Kelurahan untuk berdialog langsung. Dalam dialog tersebut, muncul sebuah wacana agar struktur baru di tingkat kelurahan agar diperbaiki untuk lebih mengoptimalkan pelayanan. Sebagian staf merasa keberatan dengan adanya semacam rangkap jabatan yang dipegangnya seperti sebagai asisten kesehatan masyarakat sekaligus sebagai bendahara. "Kalau saya tidak ke sini tentu tidak akan tahu persoalan semacam ini. Bisa saja tahu dari para lurah, tapi mungkin akan tidak sama apa yang disampaikan oleh saudara," ungkap Foke.
Foke berharap, dengan berkantor di kelurahan akan ada komunikasi langsung antara pimpinan dengan bawahan. Sehingga pimpinan dapat tahu persoalan-persoalan apa saja yang dihadapi oleh bawahannya. Foke menegaskan, para aparat Kelurahan merupakan ujung tombak atau front liner dalam menjalankan roda pemerintahan oleh Pemprov DKI Jakarta. "Saya ingin kita menjalin silaturahmi, dan saya ingin menyampaikan bahwa kita ini merupakan suatu keluarga besar," jelas Foke.
Dengan kedatangannya tersebut, Foke meminta agar para staf kelurahan, kecamatan, maupun pejabat baik di tingkat Sudin dan dinas tidak memperlakukan secara khsusus kedatangannya. "Pelayanan warga jangan sampai terganggu, yang ingin melanjutkan pekerjaannya silakan melanjutkannya," pintanya.
Saat berkantor di Kelurahan Kenari, Foke juga menyempatkan berkunjung ke Puskesmas Kelurahan Kenari yang terletak tak jauh dari kantor kelurahan. Di Puskesmas, Foke sempat beberapa kali berdialog dengan warga yang sedang melakukan pemeriksaan dan pengobatan.
Usai mengunjungi puskesmas, Foke pun langsung kembali bergegas menuju ruang kerja sementaranya untuk menerima beberapa tamunya antara lain, dari Japan International Corporation Agency (JICA) serta PD PAM Jaya. Usai menerima tamunya, tepat pukul 12.00, Foke pun kemudian meminta izin dan meninggalkan Kantor Kelurahan Kenari yang terletak di Jl Jamrut, Senen, Jakpus untuk kembali melanjutkan aktivitas kegiatannya di luar kantor dan mengakhiri kegiatan berkantor di Kelurahan kali ini.
Lurah Kenari, Prasetyo Kurniawan, mengatakan, dirinya sempat terkejut dengan kedatangan gubernur yang ingin berkantor di tempatnya. "Saya baru tahu tadi sekitar pukul 06.30 bahwa beliau (Gubernur DKI, red) ingin berkantor di sini," kata Prasetyo. Dirinya mengaku senang dengan kehadiran gubernur yang berkantor di tempatnya. Mantan Wakil Lurah Paseban ini berharap, dengan kedatangan gubernur maka seluruh staf kelurahan dan dirinya menjadi lebih termotivasi untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat.
Sementara Rohimah, warga yang sedang melakukan perpanjangan Kartu Keluarga (KK) mengaku pelayanan yang diberikan staf kelurahan tidak berpengaruh dengan adanya kedatangan gubernur. "Saya tidak tahu kalau ada Pak Fauzi Bowo di sini, tapi syukur pelayanan tidak terganggu dengan hadirnya beliau di sini," pungkas Rohimah.
Kepala Bidang Media Massa Dinas Komunikasi dan Informasi DKI Jakarta, Oyong H Abidin, mengatakan, seminggu sekali Gubernur akan berkantor di kelurahan. Kantor kelurahan dipilih secara acak. "Kenari dipilih yang pertama karena merupakan kelurahan terbaik di Jakarta," ujar Oyong.
Langkah ini dilakukan Gubernur untuk membuktikan janjinya saat kampanye. Kala itu, ia berjanji akan menjadi gubernur yang bisa dekat dan mau mendengar langsung keluhan warga. Ia juga berjanji akan menyempatkan diri untuk melayani masyarakat dan berdialog langsung dengan warga.** (cok/mp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar