JAKARTA, MP - Beberapa prasarana di Stasiun Kereta Api Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih kurang memadai, meskipun stasiun ini sudah kembali beroperasi sejak sebulan yang lalu… Berdasarkan pantauan, Kamis, beberapa prasarana tersebut antara lain lahan parkir, taman, serta toilet yang kerap masih terkunci. Padahal, stasiun merupakan tempat umum yang setiap 24 jam dilalui calon penumpang.
Kepala Hubungan Masyarakat PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, Akhmad Sujadi, mengatakan, lingkungan stasiun itu masih perlu dibenahi, terutama lahan parkir supaya orang bisa membawa kendaraan dan bahkan bisa melakukan bongkar muat barang. "Untuk saat ini kami masih mengutamakan perbaikan jalur dulu," katanya.
Namun, salah satu pengunjung yang hendak pulang ke Cirebon, Satimah (52), mengatakan, Stasiun Tanjung Priok lebih besar dan lebih bersih daripada stasiun di tempat asalnya."Tapi toiletnya kok dikunci ya," kata perempuan paruh baya itu.
PT. KAI kembali memfungsikan stasiun yang termasuk cagar budaya itu pada pertengahan April 2009. Namun, hingga kini hanya satu jalur yang dapat dilalui kereta api, sementara tiga jalur lainnya masih dalam proses perbaikan.
Sementara itu, Staf Perbendaharaan Stasiun Tanjung Priok, Suparno, mengatakan, kini ada peningkatan jumlah penumpang meskipun masih sedikit."Dulu pas awal-awal penumpangnya cuma 15 orang, tapi sekarang 70 orang adalah," katanya.
Sekarang beberapa kereta yang sudah beroperasi di Stasiun Tanjung Priok yaitu KRL ekonomi jurusan Priok-Bekasi, Kertajaya jurusan Priok-Pasar Turi, serta kereta jurusan Priok-Purwakarta.** (mp/ant)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar