Rabu, Mei 13, 2009

Dua Pasien Suspect Flu Babi Dipulangkan

JAKARTA, MP - Rumahsakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta Utara, kembali menerima dua pasien warga negara asing (WNA) yang diduga suspect flu babi. Kedua pasien tersebut, yakni Mr LC (70) berkewarganegaraan Cina tinggal di Hongkong, dan Mrs SL (54) berkewarganeraan Kanada tinggal di Indonesia. Mereka saat ini tengah menjalani perawatan di kamar VII Ruang Mawar.

Kedua pasien tersebut terdeteksi di Bandara Soekarno-Hatta saat tiba dari penerbangan luar negeri. Sebelumnya, Mr LC pernah berkunjung ke Indonesia. Namun, tak berapa lama ia kembali ke Hongkong. Dan saat kembali berkunjung ke Indonesia, ia diduga mengidap virus H1N1. Demikian halnya, Mrs SL, meski sudah tinggal lama di Indonesia, perempuan bule ini berkunjung ke sanak saudaranya di Kanada selama dua bulan, namun setibanya di Indonesia ia kurang sehat dan diduga terserang flu babi.

Direktur RSPI Sulianti Saroso, Sardikin Giriputro, membenarkan adanya dua pasien berkewarganegaraan asing yang sedang dirawat di RSPI. Namun, hasil diagnosa terhadap kedua pasien tersebut dinyatakan negatif mengidap virus H1N1. Karenanya, mereka akan segera dipulangkan. “Saat ini ada dua pasien yang diduga terjangkit virus H1N1, mereka dibawa dari bandara pada Senin malam. Satu pasien dari Cina dan ada satu lagi wanita baru pulang dari Kanada. Untuk hasil diagnosanya mereka dinyatakan negatif, dan rencannya akan kita pulangkan hari ini,” ujar Sardikin, Rabu (13/5).

Kedua pasien itu, kata Sardikin, hanya sakit biasa, sebab tidak ada gelaja flu seperti gejala flu babi pada umumnya. Dan terkait pemulangan ini, ia juga sudah mendapatkan rekomendari dari badan penelitian dan pengembangan (litbang) rumahsakit setempat. “Kita sudah konsultasi dengan litbang dan kita putuskan dipulangkan,” tuturnya.

Terhadap gejala demam yang dialami Mr LC, Sardikin, menjelaskan, pasien ini punya keluarga di Indonesia. Namun, setelah lima hari berada di Indonesia ia demam, dan kemudian ia kembali ke Hongkong. Setelah 45 hari berada di Hongkong, ia kembali ke Indonesia untuk menjenguk saudaranya. Namun, ia kembali terserang demam. Karena itu, ia dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.

“Awalnya kita nggak tahu sakitnya apa? Namun patut diwaspadai juga. Sebab, selama 45 hari sebelum terdeteksi, Mr LC berada di daerah rawan flu babi. Kemudian timbul panas saat kembali berkunjung ke Indonesia. Tapi setelah kita deteksi bukan virus H1N1,” paparnya.

Untuk mengantisipasi menyebarnya wabah virus H1N1, RSPI Sulianti Saroso juga telah menyiapkan Posko Penanggulangan Flu Babi. Posko ini berfungsi untuk menampung pengaduan masyarakat, terutama jika ada warga masyarakat yang diduga terjangkit virus flu babi.** (mp/sya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails