JAKARTA, MP - Sebagai upaya untuk memudahkan akses jalan bagi masyarakat menuju stasiun mass rapid transit (MRT), Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana akan membangun sejumlah jalur alternatif. Hal ini dimaksudkan sebagai langkah untuk memotong simpul-simpul kemacetan, sehingga tidak menumpuk di satu atau dua titik. Penjelasan tentaang rencana Pemprov DKI ini dikemukakan oleh Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan DKI Jakarta, Nurachman, kepada wartawan di Balaikota, Senin (25/5). Dalam penjelasannya itu Nurachman juga mengatakan bahwa pembangunan jalur alternatif tersebut tidak membutukan dana terlalu besar karena tidak membebaskan lahan milik warga. "Dananya dari APBD sebesar Rp25 miliar," jelas Nurachman.
Lebih lanjut dia mengatakan, pembuatan jalur alternatif itu berupa pelebaran jalan yang sudah ada agar bisa dilalui lebih banyak kendaraan. Artinya, tidak ada lahan warga yang terkena pembebasan, tetapi hanya mengoptimalkan jalur yang telah ada sebelumnya. "Jalan alternatif ini akan mempunyai lebar enam meter dan akan mempunyai panjang 600 meter. Ada 11 jalan alternatif yang akan dibuat pada Agustus nanti," papar Nurachman.
Perlu diketahui, hingga saat ini jumlah kendaraan di Jakarta mencapai 9.529.259 unit. Jumlah itu terdiri dari 2.021.168 unit mobil pribadi, truk 536.150 unit, angkutan umum 308.377 unit dan motor mencapai 6.663.564. Namun, jumlah kendaraan yang makin bertambah ini tidak diimbangi dengan pertumbuhan jalan yang per-tahunnya hanya meningkat 0,01 persen sedangkan pertumbuhan kendaraan mencapai 10 persen per-tahun.
“Langkah ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi kemacetan di Jakarta, mengingat pertumbuhan jumlah kendaraan sudah tidak sebanding lagi dengan pertumbuhan volume jalan,” tukasnya.** (cok/mp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar