JAKARTA, MP - Deputi Kapolri Bidang Operasi Inspektur Jenderal S.Y. Wenas mengatakan perlu diadakan sekolah khusus satpam (satuan pengamanan) agar bisa menjadi sebuah profesi dan mengubah pola pikir mereka selama ini.
"Kebanyakan satpam yang ada biasanya malah lebih galak dari polisi, nah untuk itu kita harus ubah `back mind` mereka," katanya di wisma Bhayangkari Mabes Polri, Jakarta.
Irjenpol S.Y. Wenas menegaskan sekolah khusus ini dimaksudkan untuk mengubah pola pikir para satpam menjadi seperti polisi yang lebih melayani dan mengayomi masyarakat.
Penegasan untuk diadakannya sekolah khusus pendidikan satpam ini terkait dengan kejadian pembunuhan oleh seorang petugas satpam di sebuah plaza Jakarta beberapa waktu lalu, dan beberapa kejadian sebelumnya yang banyak melibatkan oknum satpam sebagai salah satu pelakunya.
"Kejadian seperti ini disebabkan oleh tidak adanya kode etik satpam karena pekerjaan tersebut bukanlah sebuah profesi yang ada sekolahnya, lain halnya dengan polisi yang memang ada sekolahnya," katanya.
Ia menegaskan bahwa pekerjaan seorang satpam bukanlah untuk menakuti orang dan menjaga majikannya semata, tetapi juga sebagai perpanjangan tangan polisi dalam menjaga keamanan sekitarnya.
Menanggapi banyaknya kasus kriminal yang melibatkan oknum satpam Direktur utama PT. Satria Mokoginta Zen Perkasa, H. Muh Gerrindra yang juga hadir dalam kesempatan yang sama menegaskan, itu semua tergantung dari masing-masing individu, karena bisa saja pada awalnya baik tapi akhirnya malah buruk dan sebaliknya.
"Dari kejadian yang ada, tidak sepatutnya hanya satpam yang disalahkan, lihat dulu kesiapan dari `user` menyediakan fasilitas lengkap di lokasi dan jumlah kontrak yang ditawarkan," katanya.
Selain itu, untuk menekan tindakan kriminal yang dilakukan oknum satpam juga diperlukan manajemen yang baik dari perusahaannya, seperti pengevaluasian, pembinaan dan pengawasan setiap personelnya, kata Gerindra.
"Harus ada Quality Control suapaya bisa berjalan dengan baik tanpa masalah," tambah pengelola BUJP 112-ER yang memiliki 500 personel.(mp/an)
Sabtu, Juni 06, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar