JAKARTA, MP – warga perumahan Kehakiman Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok maupun Pluit Putra RW 06 dan Pluit Barat RW 07, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara meminta jaminan keamanan lingkungan kepada Pemerintah daerah administrasi walikota Jakarta Utara atas pembongkaran portal.
Pembuatan portal tersebut untuk membantu tugas kepolisian untuk menekan tingkat kriminalitas yang sering terjadi di Jakarta Utara seperti jambret, penodongan dan perampokan. Untuk itu, mereka memintah Gubernur DKI Jakarta dan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk memantau setiap pelaksanaan pembongkaran portal. Sebab pembongkaran portal tersebut dilakukan secara sukarela oleh warga.
” Kami bongkar portal ini tidak ada anggaran dari Pemda Administrasi Walikota Jakarta Utara. Kami bongkar sendiri. Itupun anggaran dari swadaya masyarakat,” tegas ketua RW 06, Yoseph dan Ketua RW 07, Mediarto kepada Metro Post, Jumat (29/5) lalu.
Sedangkan warga perumahan Sunter Agung mendesak Pemda administarsi walikota Jakarta Utara agar tidak tebang pilih pada saat melaksanakan pembongkaran. Bila hal itu terjadi, warga mengancam akan memasang lagi portal yang sudah di bongkar Pemda Administrasi walikota Jakarta Utara.
“Pembongkaran portal inikan tidak hanya ditujukan untuk kami saja, ada Perdanya, sehingga seluruh warga DKI Jakarta harus mematuhinya,” ujar warga perumahan Kehakiman Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ny Hamida.
Portal yang terdapat di komplek tersebut diketahui menutupi jalan tembus antara Jl Agung Raya dan Jl Danau Sunter Selatan. Pembongkaran dilakukan menggunakan alat forklift milik warga dan disaksikan Walikota Jakarta Utara, kot Jakut, Bambang Sugiyono, Kasudin Sat Pol PP, Sulistiarto, Kasi Pengawasan P2B Kecamatan Tanjung Priok, H. Syaprin serta dari Polres Jakarta Utara maupun Polsek Tanjungpriok Jakarta Utara.
Walaupun pembongkaran poetal berjalan lancer. Warga mengaku keberatan dengan pembongkaran tersebut. Begitu mengetahui ada portal yang terletak tidak jauh dari perumahan tersebut belum ikut dibongkar, “Kami mematahui anjuran pembongkaran portal ini dalam seminggu. Bila portal yang ada di tempat lain belum juga dibongkar, kami akan memasang kembali portal milik kami ini,” tegas Jamie M Rogers.
Menanggapi protes warga tersebut, Walikota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono mengatakan, pembongkaran dilakukan secara bertahap. portal-portal yang dibongkar ini tergolong yang menutupi jalan-jalan utama yang diprioritaskan. Dan Pemda Administarsi Walikota Jakarta Utara akan melakukan pembongkaran paksa jika warga kembali membuat portal. “Kalau mereka pasang lagi, kami bongkar lagi,” tegas orang nomor satu di Pemda Administrasi Walikota Jakarta Utara.
Bambang mengatakan untuk tahap pertama, pembongkaran masih konsentrasi di dua kecamatan yaitu Tanjungpriok dan Penjaringan. Pada Kecamatan Tanjungpriok meliputi, Jl Agung Indah I RT 015/06, Jl Nusantara Raya RW 017, Jl Paradise Raya RW 012, Jl Perumahan Sunter Pratama RW 016, Jl Agung Tengah I Komplek Kehakiman RW 016, Jl Agung Permai I RW 010 dan 011, serta Jl Agung Utama RW 020.
Sedangkan pembongkaran pada Kecamatan Penjaringan dilakukan mulai dari Jl Pluit Sakti Raya RW 06 sisi Timur, Jl Pluit Putra RW 06 sisi Selatan, Jl Pluit Kencana, Jl Pluit Karang Timur, Jl Pluit Karang Selatan RW 015, Jl Pluit Karang Selatan, Jl Pluit Barat RW 07, dan Jl Jembatan Gambang I dan II RW 01.
Portal Kedubes Inggris Didemo
Sementara itu, puluhan orang yang tergabung dalam aliansi pemerhati pengguna jalan raya DKI Jakarta (APPJRD) menggelar aksi demo di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris. Mereka menuntut kedubes Inggris segera membongkar tiga buah portal yang berada di Jl Mohammad Yamin, tepatnya berada di sisi kanan Kedubes Inggris. Sebab, kebaradaan tiga buah portal tersebut.
Apalagi, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menginstruksikan untuk jajaran Pemerintah Kota Administrasi pada lima wilayah untuk membongkar portal-portal dan polisi tidur yang tidak berizin yang dianggap dapat mengganggu kepentingan umum. Mereka mempertanyakan portal-portal tersebut tidak dibongkar, "Ini jalan umum, kenapa portal-portal tersebut belum dibongkar juga. Jangan ciptakan seolah-olah Jakarta tidak aman. Jakarta tidak rusuh. Ini jalan umum bukan jalan warga Inggris!” teriak juru bicara APPJRD Holan Siahaan kepada Metro Post di Jakarta, Jumat (29/5).
Kedatangan pengunjukrasa APPJRD yang mengepung Kedubes Inggris tersebut membuat Polres Jakarta Pusat dan petugas keamanan setempat meningkatkan kewaspadaan dan keamanan. Bahkan, dalam aksi tersebut nyaris terjadi kericuhan antara petugas dengan pendemo. Apalagi massa mencoba melintasi portal. Tetapi, upaya tersebut dapat dicegah. Dan akhirnya, tiga perwakilan massa APPJRD diterima perwakilan Kedubes Inggris yang diwakili Gerald Smitch.
Bongkar Portal Di Jakarta Barat
Pemda Administrasi Walikota Jakarta Barat membongkar sebuah portal dan polisi tidur di Perumahan Puri Kembangan, Jakarta Barat. Pembongkaran yang dihadiri Walikota Jakarta Barat, Djoko Ramadhan, sempat diwarnai protes warga setempat. warga merasa kecewa mengaku tidak mendapat pemberitahuan terlebih dahulu sebelum pembongkaran dilakukan. Padahal, biaya membangunnya berasal dari iuran warga.
"Kami setuju dan mendukung penertiban pagar dan portal, tapi caranya tidak begini. Kami tidak diberi tahu kapan akan dilaksanakannya. Kenapa tahu-tahu dibongkar," ungkap ketua RW 05, Kelurahan Kembangan Selatan, Diki kepada Metro Post.
Menanggapi protes tersebut, Djoko Ramadhan mengatakan sebelumnya pembongkaran ini telah disosialisasikan. Pembongkaran ini demi kepentingan umum. Djoko menegaskan tidak semua portal dan polisi tidur yang ada di Jakarta Barat bakal dibongkar. Hanya portal dan polisi tidur yang tidak berizin dan mengganggu kepentingan umum.
Bongkar Portal Di Jakarta Selatan
Sedangkan Pemda Administrasi Walikota Jakarta Selatan rencananya melakukan pembongkaran portal di Pondok Indah pada Senin (1/6) yang dipusatkan di RW 14 Kelurahan Pondok Pinang. Pada kesempatan itu akan ada sembilan portal yang akan dibongkar di lima RW se-Pondok Indah.
Kepala Suku Dinas Jakarta Selatan Jurnalis mengatakan pembongkaran akan dipimpin langsung Walikota Jakarta Selatan Syahrul Effendi, " Kami akan bongkar portal di Jalan Sekolah Duta Kencana V," ujarnya di Jakarta Selatan, Sabtu (30/5).
Menanggapi rencana ini, Ketua Paguyuban Panca RW Pondok Indah Mayjend (purn) M. Sulaiman mengatakan pihaknya bisa menerima keputusan ini. "Tidak ada masalah dengan rencana penertiban portal di Pondok Indah," kata Sulaiman yang juga menjabat Ketua RW 17.
Dikatakannya, sebelumnya Paguyuban Panca RW 17 telah mengirimkan surat secara resmi ke Walikota Jakarta Selatan. Isinya tentang keberatan warga soal rencana pembongkaran portal. Kelompok paguyuban ini selain tokoh-tokoh masyarakat Pondok Indah, ada juga sejumlah jenderal purnawirawan yang turut menandatangani surat. Mereka antara lain Mayjend (purn) M. Sulaiman, serta Mayjend (purn) Syaukat Banjaransari. ** (bon)
Minggu, Juni 07, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar