Minggu, Mei 17, 2009

Koridor Busway X dan XV Harus Dituntaskan

JAKARTA, MP - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta meminta Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk segera menyelesaikan masalah busway yang hingga kini belum dioperasionalkan secara maksimal, baik sistem pelayanan maupun jumlah armadanya. Pasalnya, warga berharap keberadaan busway bisa menjawab kebutuhan transportasi Jakarta yang aman, nyaman, dan lancar tepat waktu.

"Busway merupakan angkutan yang sangat digemari warga, seharusnya penataan angkutan umum tersebut menjadi perhatian utama pemerintah. Dan kita berharap seluruh koridor busway sudah harus tuntas termasuk penambahan armada. Karena, masih banyak warga yang harus berdesakan menunggu busway, terutama di jam-jam sibuk,” kata anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nurmansjah Lubis, Minggu (17/5).

Ia menambahkan, seharusnya operasional busway hingga koridor sepuluh sudah tuntas sejak tahun lalu, karena operator maupun jalan untuk jalur busway sudah siap, tetapi terkendala pada jumlah armada.

" Hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pemerintah daerah tidak memiliki program yang matang dalam penataan transportasi. Saya berharap tahun ini juga koridor sembilan dan sepuluh sudah dioperasikan, sehingga kebutuhan masyarakat akan transportasi yang nyaman dan aman segera terpenuhi," kata Nurmansjah yang juga Sekretaris Komisi B itu.

Selain itu, kata dia, dinas perhubungan juga harus membenahi sistem pelayanan sesuai dengan standar pengoperasian busway. Misalnya, bila standar penumpang untuk berada di ruang tunggu itu hanya tiga menit, maka itu yang harus dilakukan.

"Namun kenyataannya kini penumpang harus menunggu hingga 15 menit bahkan lebih. Apalagi ketika jam-jam masuk kerja. Ini sudah sangat mengganggu kenyamanan karena selain menunggu, warga harus antre dan berdesak-desakan," kata Nurmansjah.

Sementara itu Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Eddy Toet Hendratmo, menilai kinerja pelayanan bus transjakarta semakin turun. Penurunan ditandai dengan berkurangnya jumlah armada angkutan massal itu yang beroperasi sehingga sering terjadi penumpukan penumpang di sejumlah halte, khususnya di halte Harmoni.

Selain itu, jarak keberangkatan antara satu bus dan bus lain dari halte semakin panjang, dari yang semula 3-5 menit menjadi hampir 30-45 menit. Penurunan pelayanan juga diakibatkan makin banyaknya kerusakan sarana dan prasarana penunjang angkutan massal itu.

“Tidak sedikit keluhan dari pengguna bus transjakarta yang masuk kepada kami mengenai buruknya kinerja pelayanan armada yang dikelola BLU (Badan Layanan Umum) Transjakarta tersebut, khusunya menyangkut dengan jarak keberangkan,” ujar Eddy.

Sementara itu ketika dikonformasi Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Hendah Sunugroho mengungkapkan, persoalan busway ditargetkan akan tuntas hingga koridor 15 pada tahun 2012.

Untuk tahun 2009 ini, sambungnya, koridor sembilan dan sepuluh siap dioperasionalkan, sesuai dengan jalur-jalur yang telah disiapkan. "Mulai 2009 hingga 2020, kita fokus untuk menuntaskan masalah transportasi dan jalur alternatifnya. Saat ini kajian study sedang dalam proses penggodokan," kata Hendah Sunugroho.

Sekedar untuk diketahui busway Transjakarta mulai beroperasi pada 15 Januari 2004 dengan tujuan memberikan jasa angkutan yang lebih cepat, nyaman, namun terjangkau bagi warga Jakarta.** (mp)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails