Jumat, Mei 08, 2009

DKI Jakarta Rentan Perubahan Iklim

JAKARTA, MP - Economy and environment program for southeast Asia (EEPSEA), sebuah program di bawah international development research centre (IDRC) menyebutkan bahwa DKI Jakarta adalah daerah yang paling rentan terhadap perubahan iklim.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus lebih serius membenahi lingkungan.Karena hampir semua wilayah DKI masuk wilayah paling rentan dengan perubahan iklim.

Dari 530 wilayah kota di tujuh negara yang dikaji seperti Indonesia, Thailand, Kamboja, Laos PDR, Vienam, Malaysia dan Philipina, lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta masuk dalam 10 besar kota yang rentan terhadap perubahan iklim.

Dari 10 besar tersebut, tiga wilayah kota administrasi di DKI Jakarta menempati tiga urutan tertinggi, yaitu Jakarta Pusat menempati urutan pertama, posisi kedua Jakarta Utara, dan posisi ketiga Jakarta Barat.

Sedangkan Jakarta Timur masuk dalam urutan ke lima, dan Jakarta Selatan masuk dalam urutan ke delapan. Sementara Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu tidak masuk dalam wilayah rentan perubahan iklim.

Herminia Fransisco, peneliti dari EEPSEA, mengatakan, penyebab tingginya tingkat kerentanan perubahan iklim di DKI Jakarta tidak hanya dipengaruhi faktor resiko bencana yang selama ini sering melanda Jakarta.

Becana yang dimaksud adalah seperti banjir, kekeringan maupun peningkatan permukaan air laut (rob). Tapi yang lebih penting sering terjadinya bencana ini juga dipengaruhi oleh tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi.

"Jakarta memiliki tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi,” kata Herminia, dalam seminar Peta Perencanaan Perubahan Iklim Asia Tenggara bertajuk "Perspektif Indonesia dengan Tema Aspek Pembangunan Kota" di Jakarta Pusat, Kamis 7 Mei 2009.

Menteri Lingkungan Hidup RI, Erna Witoelar, mengatakan, agar DKI Jakarta dapat mengurangi tingkat kerentanan terhadap perubahan iklim, Pemprov DKI harus dapat menekan kepadatan penduduk di wilayahnya.

"DKI jangan lagi menambah jumlah penduduknya. Ini sudah suatu keharusan bagi DKI," ujar Erna Witoelar, seperti di kutip situs milik Pemerintah DKI Jakarta, Jumat 8 Mei 2009.

Idealnya kapasitas penduduk di DKI Jakarta hanya untuk 1 juta jiwa. Namun, saat ini jumlah penduduk di DKI mencapai sekitar sembilan juta jiwa.

Selain itu, Menteri Lingkungan Hidup juga meminta kepada Pemprov DKI Jakarta agar segera melakukan langkah penataan tata ruang wilayah, mengatasi masalah transportasi darat dengan metode transportasi massal dan sebagainya.

Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Peni Susanti, mengakui tingginya tingkat kerentanan perubahan iklim di DKI Jakarta seperti yang diungkapkan oleh EEPSEA itu.

Karena itu, predikat DKI Jakarta sebagai daerah yang paling rentan terhadap perubahan iklim ini harus disikapi dengan serius.

Perubahan iklim akan berdampak luas. Tidak hanya bagi kehidupan manusia akan tetapi juga terhadap kondisi lingkungan yang ada.
10 Wilayah Kota Rentan Perubahan Iklim itu adalah:

1. Jakarta Pusat (DKI Jakarta)
2. Jakarta Utara (DKI Jakarta)
3. Jakarta Barat (DKI Jakarta)
4. Mandol Kiri (Kamboja)
5. Jakarta Timur (DKI Jakarta)
6. Rotano Kiri (Kamboja)
7. National Capital Region (Philipina)
8. Jakarta Selatan (DKI Jakarta)
9. Bandung (Jawa Barat)
10. Surabaya (Jawa Timur)

** (eko/mp/vc)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts with Thumbnails