"Dari total 425 kilometer persegi luas pemukiman di DKI Jakarta, 20 persennya merupakan pemukiman kumuh. Karena itu, melalui program bebenah kampung ini, akan kita upayakan terus perbaikannya," kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta, saat meresmikan program bebenah kampung di Kelurahan Pademangan Barat, Pademangan, Jakarta Utara, Minggu 10 Mei 2009.
Dengan menggandeng Kodam Jaya dan Yayasan Buddha Tzu Chi, Pemprov DKI Jakarta menargetkan akan memperbaiki 200 rumah tidak layak huni di Kelurahan Pademanganbarat. Dari jumlah tersebut, yang sudah selesai diperbaiki sebanyak 167 rumah. Sisanya, ditargetkan selesai dalam bulan ini juga.
Dalam acara program bebenah kampung tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, juga diberi kehormatan menyerahkan langsung kunci rumah yang sudah selesai dibenahi kepada pemiliknya. Secara simbolis penyerahan itu diterima oleh lima perwakilan warga, yakni M Alidan, Sarjiman, Endi Kastani, Tuti Maryati, dan Abdul Jamil. "Kita akan menyelesaikan 200 rumah di kawasan ini," jelas pria yang akrab disapa Bang Foke itu.
Selain di Jakarta Utara, Bang Foke mengatakan, Pemprov DKI Jakarta juga menggelar program serupa di Jakarta Pusat. Hanya saja, di wilayah jantung kota Jakarta itu metode pelaksanaan program bebenah kampungnya diiringi dengan perbaikan jalan MHT (jalan kampung). "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga memiliki sejumlah program perbaikan kampung kumuh seperti Bedah Rumah dan MHT versi baru. Salah satu program bedah rumah saat ini tengah dikerjakan di Kelurahan Johar, Jakarta Pusat," katanya.
Saat meresmikan program bebenah kampung di Pademangan, gubernur juga sempat menyusuri gang-gang sempit dan berdialog dengan warga yang rumahnya tengah diperbaiki. "Kalau sudah jadi jangan lupa dirawat, dan jaga terus kebersihan lingkungan," katanya.
Sementara itu, Paulus Utomo, Ketua program bebenah Kampung Yayasan Buddha Suci mengatakan, program ini merupakan bagian dari upaya untuk saling berbagi dengan sesama. Dan program ini hanya diperuntukan bagi rumah warga memenuhi sejumlah persyaratan. Di antaranya, rumah tersebut harus rumah milik sendiri dan memiliki surat-surat. "Untuk setiap rumah kami anggarkan sekitar Rp 30-40 juta," jelasnya.
Kegembiaraan terlihat dari raut wajah Agus Yatim (42), warga yang rumahnya diperbaiki. Ia mengaku sangat gembira karena saat ini tidak lagi kebanjiran. "Tadinya, mau musim kering dan musim hujan selalu kebanjiran. Sebab rumah saya 80 sentimeter di bawah jalan, sekarang sudah ditinggikan, mudah-mudahan cepet selesai," jelas pria yang berprofesi sebagai pedagang tersebut.
Hal yang sama juga dirasakan Ibu Titin. Janda anak lima ini mengaku sangat senang dengan adanya program berbenah kampung. “Alhamdullilah dengan program ini kami merasa sangat diperhatikan oleh pemerintah. Dulu rumah saya reot sekali dan sempit juga kumuh, setelah dirombak sepertinya bakal jadi bagus,” ujar Titin, warga Rt 015/011 Kelurahan Pademangatbarat.** (mp/bjc)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar