Hadir dalam acara itu sekitar 200 warga dari berbagai unsur, yang meliputi tokoh masyarakat, ulama, RT, RW, ormas, pemuda, ibu-ibu, dan siswa sekolah.
"Mumpung Pak Gubernur kemari, uneg-uneg serta keinginan warga bisa disampaikan dan cepat direalisasikan," kata Yahya Mancini, 35, warga RW 05 Rorotan, yang mempertanyakan soal uang buku yang masih dipungut di sekolah.
Begitu juga keluahn dari H. Umar Jaya, 48, ketua RW 08 Rorotan, yang meminta agar gorong-gorong diperbaiki serta saluran air di perbatasan dekat BKT Marunda yang menyempit dan mengakibatkan banjir saat hujan turun.
"Kalau bisa gorong -gorong ini cepat diperbaiki agar warga tak mencemaskan banjir " ujarnya.
Fauzi Bowo, yang akrab disapa Foke, menanggapi segala pertanyaan dan keluhan warga, dan ia berjanji akan mengupayakan baik itu soal pendidikan sekolah, saluran air, parkir liar truk kontainer, petugas jumantik tak punya honor sampai soal kesehatan dan sampah.
"Saya senang dengan pertanyaan seperti ini, karena langsung mendengar masukan dan keluhan warga " ungkap Foke di Rorotan, Jakarta Utara.
Ia menambahkan soal keluhan uang buku di sekolah yang memberatkan orang tua murid, sebaiknya para guru tidak membebani mereka lagi. Sekarang ini gaji guru di DKI Jakarta cukup baik dan paling baik di Indonesia.
"Memang anggaran pendidikan sangat terbatas, namun guru tidak boleh memberikan keputusan sepihak, dan sebaiknya dimusywarahkan dulu dengan orangtua murid," katanya.
Usai silahturahmi, Fauzi Bowo yang didampingi Walikota Jakut Bambang Sugiono serta pejabat Pemda DKI Jakarta, langsung melakukan peninjauan dan pengecekan ke lokasi-lokasi yang dikeluhkan warga. Foke juga meminta para pejabat yang terkait dengan apa yang dikeluhkan warga, diperintahkan untuk melakukan pengecekan, bahkan secepatnya merealisasikan apa yang dituntut warga.
"Ibu maupun bapak nggak usah khawatir, usai kegiatan ini, anak buah kami yang memang bidang kerja dan ahlinya akan mengecek dan memberikan laporan secepatnya," janji Fauzi Bowo.** (mp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar