Selasa, Mei 31, 2011

Gila, Bangunan Studio TV Dibongkar

JAKARTA, M86 - Sebuah bangunan yang akan dijadikan studio Tempo TV milik PT Media Lintas Inti Nusantara di Jalan Utan Kayu Raya Nomor 63 D, Utankayu Utara, Matraman, Jakarta Timur, dibongkar paksa petugas. Namun petugas tidak membongkar seluruh bangunan, tapi memberikan kesempatan pada pemilik untuk membongkar sendiri bangunan tersebut.

Kasie Pengawasan Sudin Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Timur, Yarnedi, mengatakan berdasarkan izin yang ada, bangunan harusnya berukuran 40 x 14,2 meter persegi. Namun, fisik bangunan empat lantai itu melebihi 7,5 meter pada bagian belakang, sehingga harus dibongkar.

“Namun karena kondisi bangunannya sangat rawan, tidak seluruhnya dibongkar tapi kita berikan kesempatan pada pemilik untuk membongkar sendiri. Kalau masih dibiarkan akan kita bongkar paksa,” tegasnya, Selasa (31/5).

Menurutnya, seharusnya pemilik bangunan tidak membuat bangunan pada seluruh lahan yang ada, akan tetapi disediakan juga lahan terbuka agar lingkungan warga tidak tertutup rapat. Terlebih kawasan tersebut rencananya akan dibuat jalan lingkungan bagi warga sekitar.

Sebelum dilakukan pembongkaran, sejak 4-6 April lalu, pihaknya juga telah memberikan surat peringatan 1-4. Namun, pemilik bangunan tak menggubris. Bahkan saat diberikan segel juga tetap tak bergeming, sehingga dilakukan pembongkaran dengan melibatkan sekitar 10 personil P2B Jakarta Timur.

Direktur Keuangan dan Personalia Umum, PT Media Lintas Inti Nusantara, Eddy Wibisana, mengatakan rencananya bangunan ini akan dijadikan studio Tempo TV. Ia mengaku bangunan yang ada saat ini sudah sesuai dengan IMB. Termasuk yang 7,5 meter ini juga sudah bagian dari izin tersebut.

“Yang jelas desain bangunan sekarang ini sudah sesuai dengan izin, anehnya kok gambar desain malah berubah. Saya tidak tahu kenapa terjadi perubahan, padahal bagian belakang bangunan ini sudah kita desain sejak awal,” katanya.

Ditambahkannya, bangunan ini berada di lahan seluas 54,7 x 14,2 meter persegi sedangkan luas bangunannya adalah 40 x 14,2 meter persegi. (red/*bjc)

Dishub Polisikan Perusak Separator

JAKARTA, M86 - Tindakan tegas diambil Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta terkait pengrusakan yang dilakukan legiun veteran terhadap separator Movable Concrete Barrier (MCB) di Jl Gatot Subroto atau tepat di samping Plaza Semanggi. Senin (30/5) kemarin, Dishub DKI Jakarta telah mempolisikan para pelaku pengrusakan separator tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya.

Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta, Riza Hasyim, menegaskan, pihaknya telah melaporkan para pelaku pengrusakkan separator itu kepada pihak kepolisian dengan tuduhan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan nomor laporan lp/1834/V/2011/PMJ/Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
 "Sudah dilaporkan kemarin sore ke sentra pelayanan kepolisian, dengan pasal pencurian 362 KUHP," ujar Riza, saat dihubungi, Selasa (31/5).

Ia menyebutkan, pelapornya adalah Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Dishub DKI Jakarta, Hendriko Tampubolon. Sementara terlapornya masih dalam penyelidikan. 

Ia menambahkan, pihaknya juga tengah menunggu tindak lanjut dari kepolisian atas laporan yang dibuat tersebut. "Kami sekarang sedang menunggu tindak lanjut dari kepolisian. Kita tegas dong, makanya kita buat laporan," katanya.


Ia meminta, agar pihak-pihak tertentu tidak memaksakan kehendaknya, terlebih hanya untuk kepentingan kelompok. Sebab, penutupan yang dilakukan sudah melalui kajian, yakni dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya untuk mengurai kemacetan di sekitar lokasi. "Jangan memaksakan kehendak. Ini kan untuk kepentingan umum bukan kepentingan kelompok atau golongan tertentu saja," tandasnya. (red/*bjc)

DPRD DKI Lelet Pembahasan RTRW Molor 1 Tahun

JAKARTA, M86 - Pengesahan Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) oleh DPRD DKI Jakarta dinilai sarat kepentingan politik dan sarat korupsi.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik Amir Hamzah, molornya pengesahan RTRW tersebut diduga sarat kepentingan dan juga tidak memahami tupoksi masing-masing,"DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Selama belum kepentinganya, akan diulur-ulur terus," katanya.

Perda RTRW 2010-2030 ini seharusnya sudah disahkan oleh DPRD DKI pada akhir tahun lalu, mengingat masa berlaku Perda RTRW 2000-2010 sudah habis.

Perda RTRW yang kini molor akan menghambat pembangunan dan kebijakan publik untuk pelaksanaannya diantaranya pengendalian banjir, masalah transportasi, pendidikan, pemuda dan olahraga dan lain sebagainya. Selain itu, sikap unsur pimpinan juga akan menghambat realisasi investasi seperti pembangunan subway.

Hal yang sama dikatakan oleh pengamat perkotaan Universitas Trisakti, yang menganggap ketidakbesusan para wakil rakyat yang duduk manis di DPRD DKI,

"Kalau terlambat satu atau dua bulan wajar, ini sudah satu tahun molor itu namanya tidak becus ketok palu," katanya di Jakarta.

Bahkan lebih keras lagi, menurut salah satu pegiat lingkungan di Jakarta Diko Nugraha Selasa (31/5) mengatakan, jika tidak segera disahkan Jakarta akan semakin hancur dan DPRD harus bertanggung jawab.

"Masalahnya di RTRW, jika tidak diselesaikan semakin hancur, DPRD DKI harus bertanggung jawab, kalau begini terus leletnya seperti ulat berbisa, sarat kepentingan mencatok dengan segala cara," tegasnya.

Membutuhkan investasi,"Sekarang semua membutuhkan investasi. Sementara investasi tidak dapat berjalan tanpa ada kepastian tata ruang di ibu kota," tukasnya.

Sementara itu, Ketua Balegda DPRD DKI, Triwisaksana, mengaku pembahasan Raperda RTRW di Balegda sudah pada tingkat akhir. "Kami sedang mengevaluasi. Pekan ini, Balegda membahas materi pasal per pasal,"ngelesnya.(red/*b8)

Senin, Mei 30, 2011

Cuaca Tak Menentu di Jabodetabek Sampai September

JAKARTA, M86 - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Dragama Bogor Jawa Barat memprediksi hujan lebat disertai angin kencang dan petir berpotensi terjadi hingga empat bulan ke depan atau sampai awal September 2011.

"Masyarakat diimbau untuk mewaspadai kondisi ini, untuk bulan awal September 2011 dan seterusnya potensi adanya puting beliung dan tanah longsor akan mulai timbul lagi," kata Koordinator Forecast Stasiun Klimatologi kelas I Dramaga Bogor, RT Agus Heru Rianta, di Bogor, Senin (30/5).

Agus menjelaskan, potensi hujan disertai angin kencang disebabkan oleh pengaruh La Nina. Pengaruh tersebut menyebabkan cuaca yang tidak menentu.

Pengaruh La Nina tidak serta merta berpengaruh terhadap curah hujan di Jawa Barat khususnya Bogor masih dipengaruhi oleh suhu permukaan laut di sekitar perairan Jawa Barat dan juga posisi ITCZ, selain Bogor juga diwilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

ITCZ adalah garis atau zona yang berkaitan dengan pusat sirkulasi siklonik yang memiliki tekanan udara yang sangat rendah dari daerah sekitarnya dan berada di antara dua cekungan equatorial.

"ITCZ merupakan daerah pertemuan angin yang membentuk awan penghasil hujan yang berada di sekitar wilayah itu sehingga hujan turun cukup deras secara berkesinambungan," katanya.

Pola angin rata-rata bulan Februari terlihat pertemuan angin memanjang dari perairan Jawa Barat sampai sebelah utara Australia sehingga daerah tersebut merupakan pusat pertumbuhan awan, sedangkan pola angin bulan Februari 2011 daerah pertemuan angin bergeser kearah timur yaitu dari perairan Jawa Timur hingga utara Australia sehinga daerah pertumbuhan awan berada disekitar daerah tersebut.

"Sifat curah hujan bulan Januari ? Maret 2011 terlihat sifat curah hujan di sebagian besar Bogor dibawah normalnya," katanya.(red/*b8)

7 Kegiatan Festival Meriahkan HUT DKI

JAKARTA, M86 - HUT ke-484 DKI Jakarta yang akan diperingati tanggal 22 Juni mendatang, dipastikan akan semakin meriah dengan tujuh kegiatan festival unggulan yang akan digelar di enam wilayah DKI Jakarta. Ketujuh festival tersebut yaitu Festival Pasar Baru di Jakarta Pusat, Festival Pesisir di Jakarta Utara, Festival Wisata Kuliner di Jakarta Timur, Festival Palang Pintu di Jakarta Selatan, Festival Bahari di Kepulauan Seribu serta Festival Betawi dan Festival Sentra Primer Barat di Jakarta Barat.

“Semua festival tersebut merupakan kreativitas masyarakat Jakarta. Memang dalam HUT ke-484 DKI, kita menggelar berbagai kegiatan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Jadi sesuai dengan temanya yaitu Jakarta Kita, Kian Ditata, Kian Dicinta. Intinya, HUT Jakarta ini diadakan bersama masyarakat dan untuk masyarakat,” kata Fauzi Bowo, Gubernur DKI Jakarta di Balaikota.

Untuk itu, Fauzi Bowo menegaskan perayaan yang dilakukan bukan milik Pemprov DKI saja, melainkan milik seluruh warga Jakarta. Bahkan, tepat pada 22 Juni mendatang, seluruh kecamatan dan kelurahan di Jakarta akan menggelar panggung hiburan masyarakat. Panggung hiburan ini juga digunakan untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat mengenai apa yang sudah dilakukan Pemprov DKI untuk warga selama ini.

“Dengan begitu warga Jakarta mengetahui dengan benar kinerja Pemprov DKI yang terfokus pada peningkatan kesejahteraan. Juga mengetahui program-program pembangunan yang sudah dan sedang serta akan dilakukan Pemprov DKI,” ujarnya.

Pemprov DKI juga akan membentangkan kain mengelilingi air mancur Bundaran Hotel Indonesia (HI), yang akan menampung harapan warga Jakarta atau siapa saja yang dituliskan di atas kain. Rencananya, tulisan-tulisan tersebut akan dimuat dalam jaringan sosial twitter.

Kemudian, dalam pelaksanaan Jakarta Great Sale pada 17 Juni mendatang, akan diwarnai pemasangan peraturan dilarang merokok di pusat-pusat perbelanjaan serta pemasangan kotak aspirasi masyarakat. Dalam ruangan berbentuk kotak tersebut, akan ada video untuk merekam setiap orang yang masuk kedalamnya untuk menyampaikan gagasan serta komitmen apa pun seandainya mereka menjadi Gubernur DKI Jakarta. Kemudian rekaman video aspirasi itu akan ditayangkan dalam youtube.

Untuk semakin memeriahkan acara, gubernur mengungkapkan akan diadakan pertunjukan kembang api selama 30 menit di Monas pada, Rabu (22/6 ) malam. Pesta kembang api juga akan diadakan di Ancol Taman Impian pada hari yang sama. Pihak Ancol juga akan mengadakan malam muda-mudi dan menggratiskan tiket masuk ke Ancol pada 22 Juni bagi seluruh pengunjung. Lalu ada Pekan Raya Jakarta (PRJ) yang merupakan pesta rakyat tahunan yang akan digelar pada 9 Juni hingga 10 Juli 2011.

Sejumlah kegiatan yang bertujuan untuk membuat lingkungan ibu kota menjadi lebih baik juga akan dilakukan, salah satunya dengan membersihkan kali Ciliwung Selatan dan Kanal Banjir Timur (KBT). Melakukan penanaman 5 ribu pohon bakau di Jakarta Utara. Juga melakukan pelepasan ikan di Kepulauan Seribu. (dya)

Jakarta Diprediksi Berawan dan Hujan

JAKARTA, M86 - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sepanjang Senin (30/5), Jakarta akan diguyur hujan ringan hingga sedang serta berawan.

Seperti dikutip dari BMKG.go.id, untuk pagi hari hampir seluruh langit Jakarta dibayangi awan gelap. Namun Kepulauan Seribu diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang.

Sedangkan pada siang hari, hujan dengan intensitas ringan diperkirakan akan mengguyur wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sementara wilayah lainnya masih diselimuti awan gelap.

Pada malam hari, Jakarta Barat dan Jakarta Timur diperkirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan. Untuk Jakarta Selatan hujan dengan intensitas sedang. Sedangkan Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu diselimuti awan. (jek)

Sabtu, Mei 28, 2011

FBR Ancam Boikot Airin Masuk Jakarta

JAKARTA, M86 - Forum Betawi Rembug (FBR) menyesalkan sikap keras kepala Airin yang menentang kebijakan Pemprov DKI soal pembatasan operasional truk dan kendaraan berat di Jakarta.

Ketua FBR, Lutfi Hakiem menegaskan, seharusnya Airin mendukung keputusan Pemprov DKI. Sebab, banyak warga Tangsel yang bekerja di wilayah DKI Jakarta.

“Kita akan tetap mendukung keputusan Fauzi Bowo. Silakan saja kalau Airin tetap ngotot dengan sikapnya. Tapi kalau nanti tetap keras kepala, kita akan boikot Airin agar tidak masuk Jakarta,” kata Lutfi Hakiem.

Lutfi menyadari, keputusan Fauzi Bowo tersebut memang berdampak kemacetan di kawasan penyangga Ibu Kota. Namun, hal itu harus didukung karena Pemprov DKI tengah berusaha mencari solusi menghadapi kemacetan.

“Kita harus dukung Fauzi Bowo sekalipun ini tidak final. Kedepannya harus ada pertimbangan lanjutan dengan melihat berbagai macam aspek,” tegasnya.

Sebelumnya, pada Selasa 24 Mei 2011, terjadi rapat koordinasi antara Wali Kota Tangsel dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, dan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, di kantor Pemkot Tangsel.

Dalam pertemuan itu, Airin mengungkapkan sikapnya yang keberatan dengan kebijakan Gubernur DKI Jakarta karena dinilai merugikan masyarakat Tangsel.

"Jika Pemprov DKI tidak mau mencabut kebijakan itu, maka kami juga akan menerapkan larangan truk melintas di Jalan Raya Serpong, mulai pukul 05.00-22.00 WIB," tegas Airin dengan berani. (red/*b8)

Regulasi Truk Kurangi Kemacetan 40 Persen

JAKARTA, M86 - Belum direstuinya regulasi jam operasional truk di jalan tol dalam kota (JTDK) oleh pemerintah pusat, dinilai tidak beralasan. Sebab, pengaturan itu terbukti disukai warga Jakarta yang selama ini selalu terjebak dalam rutinitas kemacetan, karena dengan regulasi yang telah diujicobakan selama ini terbukti telah mengurangi angka kemacetan hingga 40 persen.

“Ini cara ampuh mengatasi kemacetan, yang merupakan rencana jitu Fauzi Bowo dan Kapolda Metro Jaya, Irjen (Pol) Sutarman, untuk melakukan pembatasan jam operasional truk di jalan tol dalam kota yang terbukti disukai warga,” kata M Rico Sinaga, Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), Sabtu (28/5).

Ia juga memuji sikap Gubernur Fauzi Bowo dan Kapolda Irjen (Pol) Sutarman yang tidak gentar merespons penentangan yang cukup luar biasa dari pemerintah pusat. Rico bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) juga mengaku dengan sepenuh hati memberikan dukungan penuh dengan gagasan pembatasan jam operasional truk tersebut.

"Yakinlah Pak Gubernur masih banyak yang mendukung diam-diam dengan caranya masing-masing, dan dukungannya bisa diukur," paparnya.

Menurutnya, permasalahan di Jakarta tidak hanya bisa diselesaikan seorang diri oleh gubernur. Diperlukan dukungan penuh dari intansi terkait yang berwenang mengatasi permasalahan tersebut. (dya)

Warga Protes Kebijakan Pembatasan Truk Dicabut

JAKARTA, M86 - Kendati belum ada keputusan final terhadap kebijakan pembatasan jam operasional kendaraan berat di jalan tol dalam kota (JTDK) , namun sejak Menteri Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan kebijakan tersebut dicabut, menimbulkan reaksi protes dari warga Jakarta pengguna JTDK.

Sebab, pengguna kendaraan umum dan kendaraan pribadi yang melintasi JTDK selama beberapa minggu ini telah menikmati kelancaran lalu lintas. Karena itu, warga mendesak Pemerintah Pusat tetap memberlakukan kebijakan tersebut. Jika tidak, warga akan terus menggalang solidaritas dan turun ke lapangan melakukan aksi protes hingga pemerintah menarik kembali pencabutan kebijakan tersebut.

Salah satu pendiri website solusimacet.org, Yose Rizal, mengatakan warga Jakarta menolak keputusan pemerintah pusat yang mencabut penerapan kebijakan pembatasan jam operasional kendaraan berat di JTDK Jakarta.

“Buat kami sudah kewajiban pemerintah untuk mengatur jam operasional kendaraan berat di jalan tol. Karena selama ini penyebab kemacetan di jalan tol adalah truk kontainer dan peti kemas yang berjalan lambat di jalan,” kata Yose, di Jakarta.

Dia mengatakan, ketika pemerintah pusat sudah tidak lagi memberikan kenyamanan berlalu lintas kepada pengguna jalan, maka ini merupakan kegagalan dari pemerintah. Menurutnya, kalau pemerintah saja sudah gagal memberikan kenyamanan berlalu lintas kepada warganya, bagaimana bisa memberikan kenyamanan dari aspek lain kepada warganya, khususnya warga Jakarta.

“Artinya, pemerintah tidak mengindahkan transportasi sebagai bagian yang terpenting dari kehidupan berbangsa dan bernegara,” paparnya.

Pencabutan ini, ungkapnya, akan mengembalikan kemacetan di JTDK yang telah berjalan lancar. Seharusnya, pusat berani menetapkan pengaturan jam operasional kendaraan umum dan kendaraan berat di JTDK. Misalnya, kendaraan umum dan pribadi beroperasi pada pukul 05.00-22.00 WIB, sedangkan kendaraan berat 22.00-05.00 WIB.

Sebab itu, solusimacet.org akan mengawal ketat keputusan pemerintah pusat. Bahkan akan menggalang solidaritas masyarakat melalui internet, kemudian akan turun ke lapangan melakukan aksi protes untuk mendiring pusat untuk kembali menerapkan kebijakan pengaturan jam operasional kendaraan berat.

“Kami akan lakukan ini terus menerus, hingga pusat kembali menerapkan kebijakan itu,” tandasnya. (red/*tdc)

Retribusi SIUP Diusulkan Dihapus

JAKARTA, M86 - Banyak upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menggerakkan roda perekonomian. Penerapan pola baru dalam pengurusan penerbitan surat izin usaha perdagangan (SIUP) tidak lebih dari tiga hari, maupun melalui program one day service, adalah salah satu wujudnya.

Namun dalam perkembangannya, pihak Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (UMKMP) Provinsi DKI Jakarta mengusulkan pada pembahasan revisi Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2006 tentang Retribusi Daerah, agar retribusi untuk SIUP dihapus. Dengan demikian, setiap anggota masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk membuka usaha.

Kepala Dinas Koperasi UMKMP DKI Jakarta, Reynalda Madjid menjelaskan, hal ini adalah baru usulan. Namun apakah usulan ini. disetujui atau tidak, tergantung dari pihak legislatif. Menurutnya, usulan penghapusan retribusi SIUP bagi semua skala perusahan itu didasarkan antara lain karena perolehan pendapatan dari retribusi SIUP tidak terlalu signifikan.

"Dalam satu tahun target pendapatan dari retribusi dari SIUP hanya Rp 1,5 miliar," ujarnya, di Jakarta.

Angka ini, lanjut Reynalda, tidak terlalu besar. Berdasarkan Perda 1/2006 pada pasal 32 mengenai struktur dan besarnya tarif retribusi disebutkan bahwa retribusi SIUP untuk perusahan kecil sebesar Rp 0, untuk perusahaan menengah sebesar Rp 100.000, dan untuk perusahaan besar Rp 250.000.

Jika usulan ini disetujui, maka ini menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk membuka usaha. Memang pada awal, usaha yang dikelolanya tidak sangat besar karena melalui proses. Namun dalam perjalanannya bukan tidak mungkin
usaha-usaha yang dijalankan ini akan menjadi besar. "Ketika sudah besar, maka pendapatan bisa dikenakan lewat pajak," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Aliman A'at menjelaskan bahwa pada prinsipnya sangat setuju jika retribusi SIUP dihapus. Karena dengan penghapusan retribusi ini peluang besar bagi masyarakat untuk membuka usaha. Dengan demikian, maka ekonomi akan berkembang. Namun, tentunya harus tetap ada perizinan yang menyatakan usaha mereka adalah usaha yang resmi dan terdaftar. Jika tidak ada legalitas atas usaha mereka, maka persoalan sulit yang akan dihadapai adalah pengawasan usaha-usaha itu.

"Siapa yang akan bertanggung jawab mengawasi mereka. Oleh karena ini minimal usaha mereka memiliki izin domisili atau terdaftar di instansi terkait,"ungkap Aliman.

Ditambahkannya, soal perda tentang retribusi daerah ini masih dalam tahap penggodokkan. Selain soal retribusi SIUP, masih banyak hal lagi dibahas termasuk retribusi usaha minuman keras. (jek)

Bangunan Liar di TPU Kawi-kawi Ditertibkan

JAKARTA, M86 - Untuk mengembalikan fungsi Taman Pemakaman Umum (TPU) Kawi-kawi yang terletak di Kelurahan Joharbaru, pihak kecamatan setempat menertibkan puluhan bangunan liar yang berada di areal TPU tersebut. Dalam penertiban itu, petugas berhasil menertibkan sebanyak 10 gubuk liar, 60 kandang unggas, dan 1 kamar mandi.

Wakil Camat Joharbaru, Neni Maryani mengatakan, kegiatan yang dilakukan barulah permulaan. Karena dalam waktu dekat, lanjutnya, penertiban dengan jumlah petugas yang lebih besar akan kembali dilakukan. "Penertiban yang dilakukan ini belum tuntas sepenuhnya. Dalam waktu dekat akan kami lakukan lagi kegiatan serupa," katanya Jumat (27/5).

Menurut Neni, kondisi ini menimbulkan kesan kumuh, sehingga mengganggu para peziarah yang datang. "Karena berdasarkan laporan warga yang berziarah, TPU tersebut seringkali dijadikan tempat nongkrong dan kadang dijadikan tempat mabuk-mabukan," ucap Neni. Penertiban ini, sambungnya, mendapat respon positif dari pengelola makam. Bahkan, pengelola makam juga minta ikut dilibatkan dalam penertiban berikutnya.

Selain itu, dijelaskan Neni, pihaknya merasa khawatir kawasan itu akan menjadi daerah endemi penyakit jika bangunan-bangunan liar di sekitarnya tidak ditertibkan. Sebab, banyak kandang unggas seperti, burung dan ayam yang dibangun di lokasi tersebut.

Dirinya juga meminta, agar Sudin Pemakaman setempat memasang pengumuman imbauan agar tidak ada lagi bangunan liar yang tidak seharusnya berada di lahan TPU. Dalam penertiban itu sebanyak 72 petugas yang terdiri dari 25 anggota TNI, 23 mitra Babinsa, 16 Satpol PP dan 8 petugas kebersihan diterjunkan ke lapangan. (red/*b8)

Parkir Liar Roxy akan Direlokasi

JAKARTA, M86 - Banyaknya pedagang kaki lima (PKL) dan parkir liar di kawasan Roxy Mas, Jakarta Pusat, membuat kawasan itu menjadi langganan macet. Saat ini untuk PKL dan parkir liar telah dipindahkan sementara ke Jalan Tanjung Selor, Cideng. Namun untuk pemindahan secara permanen pihak Kecamatan Gambir, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Parkir, sedang melakukan pendataan sekaligus mencari lokasi yang dinilai cocok.

"Pemindahan itu sudah dilakukan sejak, Rabu (25/5) lalu. Tapi ini sifatnya hanya sementara, karena kami bersama Dishub dan UPT parkir masih melakukan pendataan dan mencari lokasi yang cocok untuk relokasi," ucap Deden Ahmad Suryana, Wakil Camat Gambir.

Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Arifin Hamonangan, menambahkan sebelum dilakukan relokasi permanen pada 20 Juni mendatang, pihaknya bersama unit terkait masih melakukan sosialisasi.

"Tempatnya memang belum kami tentukan. Namun yang jelas, lokasi yang diusahakan adalah yang terdekat dengan ITC Roxy Mas," jelasnya.

Ia berharap, dengan relokasi itu kawasan sekitar ITC Roxy Mas, maupun Jalan Hasyim Asyari tidak macet lagi dan menjadi lebih tertib. (nez)

Kamis, Mei 26, 2011

8 Minimarket di Jakarta Ditutup

JAKARTA, M86 - Menindaklanjuti temuan keberadaan 37 minimarket yang kedapatan melanggar Perda No 2 Tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta, Pemprov DKI Jakarta akhirnya menutup delapan minimarket di tiga wilayah ibu kota, Kamis (26/5). Penutupan dilakukan lantaran keberadaan minimarket itu berada kurang dari 500 meter dari lokasi pasar tradisional.
Padahal, sesuai Perda No 2 Tahun 2002 diatur keberadaan minimarket harus berjarak minimal 500 meter dari pasar tradisional. Penutupan minimarket juga dilakukan atas kesadaran pemilik minimarket dalam mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta.

Kedelapan minimarket yang ditutup hari ini terdiri dari, enam Alfamart dan dua Indomaret. Enam gerai Alfamart yang ditutup yakni, dua di Jakarta Barat, dua di Jakarta Utara dan dua di Jakarta Pusat. Sedangkan untuk gerai Indomaret yang ditutup keduanya berada di Jakarta Barat yakni, di Jl Keagungan Raya dan Jl Utama Raya, Cengkarengbarat, Cengkareng.

Eksekusi penutupan gerai Indomaret, dipimpin langsung Wakil Walikota Jakarta Barat, Sukarno yang didampingi Public Relation (PR) Indomaret, Anna Nenny Krisyawati. Dalam eksekusi gerai Indomaret di Jl Keagungan Raya, sebanyak 10 personil Satpol PP Jakarta Barat langsung berjaga-jaga di sekitar gerai Indomaret seraya mengatur arus lalu lintas yang mendadak macet karena banyaknya masyarakat yang ingin menyaksikan penutupan minimarket tersebut.

Tak lama kemudian, para karyawan minimarket itu tampak mulai menurunkan atribut toko, termasuk papan nama minimarket tersebut. Sementara itu, karyawan lainnya juga tampak membereskan barang-barang dagangan dengan memasukannya ke dalam sejumlah kardus berukuran besar.

Sukarno menuturkan, di Jakarta Barat sendiri ada sembilan minimarket yang akan ditutup karena melanggar aturan jarak sebagaimana yang diatur dalam Perda tentang Perpasaran Swasta. “Jelas ke-sembilan minimarket itu berada terlalu dekat dengan pasar tradisional. Jika sudah melanggar, ada atau tidak ada izinnya, ya harus tetap ditutup,” ujar Sukarno, di sela-sela penutupan gerai Indomaret di Jl Keagungan Raya, Jakarta Barat, Kamis (26/5).

Dari kesembilan minimarket yang akan ditutup itu, dikatakan Sukarno, baru dua minimarket yang ditutup pada hari ini. “Kami sudah layangkan surat peringatan. Dan dalam eksekusi kali ini dilakukan atas kesadaran sendiri pemilik minimarket. Mereka menyadari kesalahannya dengan menutup sendiri tokonya,” paparnya.

Ia menegaskan, pihaknya hingga kini masih menunggu langkah selanjutnya terkait tujuh minimarket yang ada di wilayahnya yang belum juga ditutup. Jika dalam waktu satu Minggu tidak ditutup juga, maka pihak Pemkot Administrasi Jakarta Barat akan melayangkan surat peringatan kedua hingga surat peringatan ketiga. Jika tak kunjung ditutup, maka minimarket itu akan ditutup secara paksa.

Public Relation Indomaret, Anna Nenny Krisyawati memaparkan ada tiga gerai Indomaret yang dinyatakan melanggar. Dua di antaranya berada di Jakarta Barat dan satu di Jakarta Pusat. “Penutupan yang kami lakukan merupakan sikap kami mendukung keputusan Pemprov DKI Jakarta,” ungkapnya.

Di tempat terpisah, tindakan yang sama juga dilakukan Pemkot Administrasi Jakarta Pusat yang hari ini juga melakukan penutupan minimarket. Dalam eksekusi ini, Walikkota Jakarta Pusat, Saefullah didampingi Corporate Affair Director Alfamart, Solihin menutup satu gerai Alfamart di Jl Kebon Kosong Raya, Kemayoran. Minimarket ini dinyatakan melanggar karena terbukti hanya berjarak sekitar 100 meter dari pasar tradisional di kawasan itu seperti Pasar Jamblang dan Pasar Nangka.

“Kami sudah melayangkan surat peringatan pertama dua hari lalu. Ternyata, langsung ditanggapi pihak Alfamart dengan melakukan penutupan ini. Karenanya, saya mengucapkan terimakasih atas kesadaran yang telah dilakukan pihak Alfamart dengan menutup sendiri tempat usahanya,” kata Saefullah.

Sementara itu Solihin menuturkan, dengan penutupan gerai Alfamart di Jl Kebon Kosong Raya, diharapkan dapat diikuti dengan gerai Alfamart lainnya yang telah dinyatakan melanggar ketentuan yang berlaku.

Dengan penutupan yang dilakukan, Solihin mengaku, menimbulkan kerugian investasi sebesar Rp 700 – 800 juta per gerai. Tak hanya itu, ditambahkan Solihin, pihaknya juga harus memikirkan nasib karyawan Alfamart yang gerainya ditutup. “Karyawan yang gerainya ditutup kemungkinan besar akan dialihkan ke Aflamart lainnya. Sedangkan untuk barang-barang, kami kembalikan ke pusat distribusi Alfamart,” ungkapnya.

Ditambahkan Solihin, penutupan yang dilakukannya merupakan bentuk tanggungjawab dalam mematuhi Instruksi Gubernur DKI Jakarta dan mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta.

Corporate Comunication Alfamart, Choirullah menuturkan, dengan upaya ini, pihaknya berharap ke depan perkembangan bisnis ritel di Indonesia khususnya DKI Jakarta akan semakin baik. “Terlebih, bisnis kami memiliki andil besar dalam menggerakkan perekonomian dan penyerapan tenaga kerja. Secara nasional tidak kurang dari 54 ribu karyawan. Sedangkan di Jakarta, tenaga kerja yang diserap mencapai 10 ribu karyawan,” katanya.

Di Jakarta Utara, dua minimarket yang ditutup hari ini terdapat di Jl Mundu Kelurahan Lagoa, Koja yang berdekatan dengan Pasar Lontar dan di Jl Duku, Lagoa, Koja yang berdekatan dengan Pasar Sinar. “Di Jakarta Utara ada empat minimarket yang kedapatan melanggar jarak seperti yang diatur dalam Perda No 2 Tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta,” kata Darsih, Kasie Perekonomian Industri dan Perdagangan, Bagian Perekonomian, Sekko Jakarta Utara. (dya)

Pelarangan Truk Masuk Tol Terus Berlanjut

JAKARTA, M86 - Apa pun alasannya, truk masuk tol tetap dilarang. Pelarangan ini sudah disepakati, setidaknya terhadap pejabat terkait wilayah masing-masing. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta misalnya, tetap melarang truk masuk tol dalam kota.

Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Drs Royke Lumowa dan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristiono di Tangerang Selatan. Meyakini cara yang ditempuh ini, setidaknya solusi tepat mengurangi kemacetan.

"Terus terang, selama dua minggu kebijakan ini diterapkan dampak positifnya jauh lebih besar ketimbang negatifnya. Kami menyadari dampak negatif ada di Serpong dan Cilincing, itu jadi tanggung jawab kami. Derita Serpong adalah derita kami. Memang kemacetan pada awal pemberlakuan ini di Jalan Raya Serpong macet hingga 10 Km," kata Royke Lumowa kepada wartawan di Gedung Pemkot Tangsel.

Bahkan, Royke mengajak Airin yang baru saja menjadi Walikota Tangerang Selatan, untuk mendukung kebijakannya dengan melarang truk untuk melintas jalur Raya Serpong. "Kami minta maaf kepada Pemkot Tangsel. Tetapi jangan masing-masing daerah mempertahankan jalannya, karena kalau masing-masing daerah mempertahankan jalannya, transportasi tak akan menyambung seperti urat nadi," jelas Royke.

Mantan Direktur Lalulintas Polda Sumatra Utara ini menolak mencabut kebijakan ini. Meski langkahnya ditentang oleh Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan Organda DKI Jakarta serta ancaman datang dari ribuan pengemudi truk dan angkutan berat yang sebelumnya mengancam akan mogok kerja.

Pasalnya, Royke menilai kebijakan ini sangat efektif dirasakan oleh pengguna jalan karena mengurangi kemacetan. Nantinya, kebijakan ini akan dievaluasi pada tanggal 10 Juni 2011."Pemberlakukan uji coba sudah berlangsung selama 15 hari. Sangat disayangkan kalau uji coba ini distop. Apalagi, secara keseluruhan dengan uji coba pembatasan truk masuk tol dalam kota secara akumulasi menambah kecepatan di jalan antara 30 sampai 40 persen," ujar Royke.

Sementara itu, didalam rapat gabungan antara Pemprov DKI Jakarta, Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya dan Pemkot Tangerang Selatan berlangsung dead lock. Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, sepertinya permintaan Pemkot Tangerang agar peraturan truk melintasi tol dalam kota yang menyebabkan saat ini truk memilih melintasi Jalan Raya Serpong tidak akan dicabut.

"Kami juga akan menutup Jalan Raya Serpong sesuai dengan jam yang berlaku, yakni pukul 05.00-22.00 WIB. Untuk kami meminta kepada Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Royke Lumowa (yang juga hadir) agar menambah personilnya. Jadi sama dengan DKI Jakarta, di sini juga kami inginkan truk-truk itu beroperasi malam hari," kata Airin. (red/*jno)

Rabu, Mei 25, 2011

Sepanjang 2011, 5 Mobil Tercebur ke Kolam Bundaran HI

JAKARTA, M86 - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat dalam kurun tahun 2011 ini mencatat setidaknya terjadi lima kasus kecelakaan di bundaran Hotel Indonesia (HI). Hampir seluruh kendaraan dalam kecelakaan tersebut tercebur ke kolam bundaran HI.

"Dalam setahun ini lima-enam kendaraan roda empat kecenderungan mabuk atau ngantuk," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Royke Lumowa, di Jakarta, Rabu (25/5).

Menurutnya, kecelakaan tersebut terjadi karena para pengemudi dinilai tidak tertib dalam berkendaraan. Pasalnya, di jalan tersebut pada waktu-waktu tertentu atau tengah malam memang tampak sepi, sehingga sering dimanfaatkan oleh para pengemudi untuk kebut-kebutan.

"Mentang-mentang jalan sepi ngebut, udah mabuk, ngantuk, ya sudah, kolam itu menjadi tempat sasaran pendaratan mereka," katanya.

Ia mengatakan, dengan banyaknya kecelakaan yang berakhir dengan masuknya mobil ke dalam kolam bundaran HI membuat pihaknya sering mendapatkan masukkan dari sejumlah pihak untuk membuat pembatas di tempat tersebut. Namun menurutnya, jika kolam itu diberi pembatas seperti beton atau tembok, nantinya dikhawatirkan akan lebih membahayakan para pengendara.

"Tapi nanti kalau ditembok estetikanya berkurang, kemudian kalau dibeton itu membahayakan keselamatan nyawanya terancam," jelasnya.

Dijelaskannya, sebenarnya jika dilihat dari berbagai segi rambu disekitar HI, menurutnya wilayah itu dinilai aman. Namun karena larut malam jalanan tampak sepi, maka para pengendara sering memanfaatkannya untuk memacu kecepatan mobilnya.

Untuk itu, Royke mengatakan akan membuat satu solusi agar kecelakaan serupa tidak terjadi. Solusi tersebut antara lain dengan menambah rambu-rambu di daerah sekitar itu.

"Mungkin perlu rambu walau estetikanya sedikit berkurang dari pada dibeton. Modelnya rambu panah, misalnya yang dari arah Sudirman dibuat rambu tanda panah ke kiri, modelnya spot light minimal malam mereka melihat itu," ungkapnya.

Selain itu, dari arah kota nantinya perlu diarahkan rambu yang sama sehingga bisa membantu pengendara ditengah malam. Tanda-tanda ini biasanya dijumpai di luar kota ataupun di tol.

Seperti diketahui pada Rabu (25/5) dini hari tadi sekira pukul 03.00 WIB, sebuah mobil sedan masuk ke dalam kolam bundaran HI. Diduga pengemudi sedang mengantuk sehingga tidak melihat jika jalan tersebut sebenarnya agak membelok ke kiri.

Sebelumnya beberapa minggu lalu pada waktu yang sama yakni dini hari sebuah mobil juga masuk ke dalam kolam bundaran HI. Akibat kecelakaan itu mobil tersebut terendam di dalam kolam.

Gelar Razia Orang Mabuk

Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya rencananya akan memberikan shock therapy bagi pengendara yang melintas di jalur Bundaran Hotel Indonesia (HI). Pasalnya, dari beberapa kasus kecelakaan yang terjadi di wilayah tersebut, rata-rata diketahui karena pengemudi dalam kondisi mabuk.

"Harus ada shock therapy dengan ada razia," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Royke Lumowa, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Menurutnya, usulan dilakukan razia tersebut karena dalam kasus-kasus kecelakaan yang menyebabkan mobil masuk ke dalam kolam itu diketahui para pengemudi dalam keadaan mabuk. Selain mabuk, mereka juga biasanya mengantuk saat mengemudi. "Karena itukan kejadiannya dini hari, jadi kalau tidak mabuk ya ngantuk, kita sudah cari tahu penyebabnya. Razia itu langsung malam ini," katanya.

Lebih lanjut, Royke mengatakan, razia yang akan dilakukan tersebut, rencananya mulai diberlakukan pada pukul 02.00-03.00 WIB. "Agar ada shock therapy. Besok-besok kalau lewat situ dia akan pikir tidak boleh mabuk kalau lewat HI. Ada sanksi bagi mereka yang mabuk. Minimal dia ganti yang rusak," ungkapnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan serupa, pihaknya juga mengusulkan kepada pihak Dishub agar di jalur tersebut dipasangi oleh rambu-rambu tambahan seperti penunjuk jalan. "Kita sarankan ke Dishub untuk speedtrap dan rambu tikungan tajam," tandasnya. (red/*tdc)

Sertifikasi Kontraktor Buruk Harus Dicabut

JAKARTA, M86 - Ambruknya kanopi SDN 02, Kwitang, Jakarta Pusat, yang mengakibatkan tiga siswa dan seorang penjaga kantin terluka, membuat kalangan anggota DPRD DKI prihatin dan meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencabut atau menahan sementara sertifikasi kontraktor yang membangun gedung sekolah tersebut.

Selain itu, Pemprov DKI diminta bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) selaku lembaga yang mengeluarkan sertifikasi badan usaha di sektor pengadaan jasa konstruksi untuk melakukan hal itu atau menerbitkan daftar hitam kontraktor yang rekam jejaknya buruk agar kasus itu tidak terulang kembali.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Merry Hotma Sirait, mengatakan proses sertifikasi bagi kontraktor harus diperbaiki untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing dalam membangun proyek infrastruktur. Tidak hanya itu, proses pemberian sertifikasi ini juga harus melihat rekam jejak kinerja perusahaan kontraktor dalam melakukan pembangunan konstruksi gedung dan infrastruktur.

“Harus dilihat konstruksi gedung dan infrastruktur tersebut masih berdiri dengan bagus, atau ternyata mengalami kerusakan, roboh atau ambruk sebelum masa usia bangunan. Kalau memang banyak yang roboh atau rusak, maka sertifikasi kontraktor tersebut bisa dicabut atau ditahan sementara, dan dimasukkan dalam daftar hitam,” kata Merry di DPRD DKI Jakarta, Rabu (25/5).

Ia menilai sanksi seperti itu seharusnya diberikan kepada kontraktor yang membangun gedung SDN 02 Kwitang, Jakarta Pusat. Padahal, bangunan sekolah tersebut baru dibuat pada 2006 lalu, dan seharusnya memiliki ketahanan hingga 10 tahun. Namun, baru memasuki tahun kelima, kanopi sekolah sudah ambruk.

“Ini patut dipertanyakan. Jika dalam penyidikan ditemukan tidak ada kesalahan dalam perencanaan desain konstruksi, berarti ada kesalahan dalam pelaksanaan pembangunan konstruksi oleh kontraktor tersebut,” ujar politisi asal PDIP itu.

Dengan dicabutnya sertifikasi kontraktor, perusahaan tersebut tidak bisa lagi membangun gedung atau infrastruktur apa pun. Langkah tegas ini bisa menjadi cambuk bagi perusahaan kontraktor lainnya agar tidak main-main dalam mengerjakan pembangunan konstruksi.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, menegaskan kalau memang ditemukan adanya kesalahan pengembang dalam pelaksanaan konstruksi, Pemprov DKI akan menuntut perusahaan pengembang secara hukum karena telah mengakibatkan kerugian negara serta menimbulkan korban luka. Tidak hanya itu, pengembang tersebut akan dimasukkan dalam daftar hitam rekanan Pemprov DKI.

“Saya mengimbau kepada para pengembang agar bertanggung jawab terhadap proyek yang ditanganinya. Jangan sampai besteknya dikurangi atau material bangunannya ditukar dengan kualitas yang tidak sesuai dengan standar,” tegasnya.

Dia pun meminta saat pengerjaan proyek pembangunan sekolah atau perbaikan sekolah, Dinas Pendidikan DKI harus melakukan pengawasan langsung terhadap kontraktor. Dinas ini harus melakukan pengecekan detail pelaksanaan konstruksi apakah sudah sesuai atau tidak dengan desain gambar. “Kalau tidak mampu melakukan hal ini, lebih baik pakai orang yang mampu mengawasi. Sebab kalau tidak diawasi cenderung terjadi penyelewengan pelaksanaan konstruksi,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, menegaskan pihaknya akan memberikan peringatan keras dan sanksi bagi kontraktor yang membangun SDN 02 Kwitang. “Kita akan masukkan kontraktor ini dalam daftar hitam. Tidak hanya perusahaannya saja, juga pimpinan kontraktor tersebut masuk daftar hitam. Karena dia pasti punya perusahaan pengembang lainnya,” tandasnya. Ya, asal jangan cuma cuap-cuap saja, soalnya satu kontraktor bisa memiliki lebih dari satu perusahaan. (jek)

Memalukan Atap SDN Kwitang Ambrol, 4 Orang Terluka

JAKARTA, M86 - Tiga murid serta seorang penjaga kantin SDN 02 Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, terluka akibat tertimpa kanopi, Selasa (24/5). Keempatnya menderita luka cukup parah di bagian kepala dan harus menjalani perawatan medis. Peristiwa robohnya kanopi di lantai tiga sekolah tersebut terjadi sekitar pukul 15.30.

"Kejadianya sekitar pukul 15.30. Saat baru saja usai jam istirahat para siswa. Tiba-tiba kanopi belakang dari lantai tiga jatuh menimpa kantin milik Ibu Khumaeroh," kata Ishran Prasetyawan, Lurah Kwitang, saat ditemui di lokasi kejadian. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab jatuhnya kanopi tersebut karena masih dalam penyelidikan polisi.

Akibat peristiwa itu, tiga pelajar yakni Setya Puji Lestari (7), Anggi (7), dan Indri (7), yang berada di dekat lokasi kejadian mengalami luka di kepala. Ketiganya langsung dilarikan ke klinik 17 Agustus yang berada tidak jauh dari lokasi. Setelah mendapat pengobatan, ketiganya langsung diperbolehkan pulang.

Namun, tidak demikian halnya dengan Khumaeroh (45). Wanita yang sehari-harinya berdagang di kantin sekolah itu, terpaksa harus dilarikan ke RSPAD Gatot Subroto dan menjalani perawatan karena mengalami luka yang cukup parah di kepala. "Pada saat itu, korban sedang berada di dalam kantin membereskan barang dagangannya," ucap Ishran.

Menurut Ishran, sekolah berlantai empat yang selesai dibangun pada tahun 2004 dan diresmikan pada tahun 2006 itu belum pernah direnovasi sebelumnya. "Kalaupun ada, pada tahun 2010 dilakukan tapi hanya pengecatan dan pemasangan konblok saja," tuturnya.

Kepala Sekolah SDN 02 Kwitang, Yulianto mengatakan, dirinya sempat mendengar suara dentuman kanopi yang jatuh. Saat ia keluar dan mengecek apa yang terjadi, dirinya langsung kaget melihat ada korban terluka. "Saya panik begitu melihat ada yang terluka. Langsung mereka kita bawa ke klinik terdekat, sementara penjaga kantin langsung dibawa ke RSPAD Gatot Subroto," ujarnya.

Mardiyah, orangtua Anggi menceritakan, anaknya mengalami luka di kepala bagian belakang. "Saat dibawa ke klinik banyak sekali darah dari kepala anak saya, sampai baju putihnya berlumuran darah semua," ungkap perempuan yang tinggal di Jl Kramat Tiga Dalam ini.

Hingga saat ini, lokasi kejadian masih dipasangi garis polisi. Sementara itu, kepala sekolah setempat dan tiga murid yang terluka dibawa ke Polsek Senen untuk dimintai keterangan. (jek)

Jakarta dan Sekitarnya Bakal Diguyur Hujan

JAKARTA, M86 - Wilayah Jakarta dan sekitarnya diperkirakan akan hujan dengan intensitas sedang dalam keadaan suhu 23 - 32 oC.

Seperti dilansir dari situs BMKG, Rabu (25/5) Untuk pagi dan siang hari masih dalam keadaan berawan namun pada malam harinya, wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi serta Depok akan turun hujan.

Sementara hujan dengan intensitas sedang juga diprakirakan mengguyur Kabupaten Pandeglang, disertai tiupan angin dari arah barat berkecepatan 12 knot dan suhu udara 22-30 derajat celcius serta kelembaban 66-98 persen.

Kabupaten Lebak juga diprakirakan diguyur hujan intensitas sedang dan kemungkinan terjadi tiupan angin dari arah selatan berkecepatan 14 knot. Suhu udara 22-30 derajat celcius dan tingkat kelembaban 65-96 persen.

Wilayah Kota Cilegon, juga diprakirakan diguyur hujan intensitas ringan, dan terjadi tiupan angin dari arah selatan berkecepatan 18 knot, serta suhu udara 23-32 derajat celcius dan tingkat kelembaban udara 65-95 persen.

Hujan intensitas ringan, juga diprakirakan mengguyur wilayah Kabupaten Serang disertai tiupan angin dari arah selatan dengan kecepatan 16 knot, dan suhu 23-31 derajat celcius dengan tingkat kelembaban 66-95 persen.

Demikian juga Kota Serang, diprakirakan diguyur hujan intensitas ringan dengan hembusan angin dari arah selatan berkecepatan 16 knot.

Suhu udara 23-31 derajat celcius dan tingkat kelembaban 66-95 persen Kabupaten Tangerang juga diprakirakan diguyur hujan ringan dan terjadi tiupan angin dari arah selatan berkecepatan 15 knot, suhu udara 23-33 derajat celcius dan tingkat kelembaban udara 62-92 persen.(red/*b8)

Selasa, Mei 24, 2011

Truk Masuk Tol Dalam Kota Bakal Ditindak Tegas

JAKARTA, M86 - Ditlantas Polda Metro Jaya tidak main-main dengan aturan larang truk dan angkutan berat yang masuk tol dalam kota. Para petugas langsung memberikan sanksi tegas kepada pengemudi truk yang bandel.

"Akan kami tilang. Pelanggarannya peraturan batas kecepatan minimal," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Baharudin Djafar di Jakarta, Selasa (24/5).

Baharudin mengatakan polisi lalu-lintas bisa menindak tegas pengendara truk yang melintasi tol dalam kota dengan menerapkan Undang-Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu-Lintas dan Angkutan Darat.

Berdasarkan UU Nomor 22/2009, batas minimal kendaraan yang melintas jalur tol mencapai 60 km per jam.

Djafar menyatakan petugas bisa mengukur kecepatan truk secara obyektif dengan mengawasi pada sisi kendaraan berat yang melaju.

Djafar menuturkan polisi tetap bisa menindak truk, meski regulasi pembatasan operasional truk hanya sebatas imbauan.

Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan instansi terkait lainnya memberlakukan pembatasan kendaraan angkutan berat dan truk di jalur tol dalam kota mulai 05.00 - 22.00 WIB sejak pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, 5 Mei 2011. (red/*b8)

Sabtu, Mei 21, 2011

Anak-anak Jalanan 'Menunggu' Giliran Dibunuh

JAKARTA, M86 - Tingkat kriminalitas di jalanan di Jakarta cukup tinggi mulai dari aksi pencurian, pemerkosaan sampai pembunuhan. Korbannya pun bervariasi mulai dari orang dewasa sampai dengan anak-anak.

Tak banyak aksi kriminalitas tersebut menimpa para anak jalanan yang keseharian hidupnya berada di Jalan. Seringkali anak jalanan menjadi sasaran empuk para pelaku tindak kejahatan karena anak jalanan rentan dari pengawasan masyarakat terutama para orang tuanya.

Dari kasus-kasus yang telah terjadi, anak jalanan selalu menjadi korban kejahatan mulai dari pembunuhan sampai dengan pemerkosaan. Belum lama ini terjadi kasus pembunuhan disertai dengan pencabulan yang terjadi di Kepulauan Seribu.

Setidaknya terdapat 90 anak jalan menjadi korban Sartono yang merupakan pelaku pembunuhan dan pencabulan. Pada saat itu pelaku mencabuli anak-anak tersebut dan kemudian di jual ke luar daerah untuk kebutuhan prostitusi.

Ketua Komisi Nasional Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan, jika angka kriminalitas terhadap anak jalanan dalam setiap harinya terus meningkat Setidaknya mulai dari kasus pembunuhan sampai dengan pemerkosaan kerap terjadi dalam setiap harinya.

"Kejahatan terhadap anak jalanan dari hari ke hari terus meningkat. Mulai dari pemerkosaan sampai pembunuhan selalu terjadi," ujar Arist.

Menurutnya, meningkatnya kasus kejahatan terhadap anak ini diketahui dari laporan-laporan yang masuk ke Komnas Anak dalam setiap harinya. Dalam laporan itu Komnas Anak selalu menerima sedikitnya 8-10 kasus kejahatan terhadap anak jalanan.

"Kasus yang belum lama menghebohkan itu kasus yang di Kepulauan Seribu dan belum lama ini kasus yang di Terminal Bekasi yang terjadi kejahatan seksual," ungkapnya.

Dijelaskannya, jika diruntut dari beberapa kasus tersebut hampir sebagian besar korbannya merupakan anak jalanan yang berumur 5-15 tahun.

Arist mengatakan, kejahatan terhadap anak jalanan ini terjadi karena mobilitas anak jalanan itu sendiri yang dinilai cukup tinggi. Karena hampir seluruh aktivitas anak-anak jalanan itu berada di jalan.

"Jadi setiap hari hidup mereka terancam mulai dari dibunuh sampai di perkosa," jelasnya.

Selain dari faktor mobilitas yang tinggi di jalan, faktor lain yang menyebakan anak jalanan menjadi korban empuk para pelaku yakni stikma masyarakat terhadap anak jalanan. "Terkadang mereka menganggap anak jalanan itu sampah sehingga kurang diperhatikan," katanya.

Sebelumnya, dalam dua pekan pertama Januari 2011, masyarakat dihebohkan dengan kasus pencabulan terhadap anak-anak yang dilakukan orang dewasa. Mulai dari kasus dugaan sodomi terhadap empat bocah berusia tujuh-sembilan tahun di wilayah Petojo, Jakarta Pusat.

Meski minim bukti, aparat tetap memproses laporan masyarakat tersebut. Peristiwa ini terjadi sekitar bulan puasa tahun lalu. Orang yang diduga pelaku merupakan tetangga korban yang bertempat tinggal di sebuah masjid di dekat rel di Cideng, Petojo, Jakarta Pusat.

Lalu kasus dugaan pencabulan yang dilakukan YP, bekas guru agama di Sekolah Dasar Negeri Pondok Ranji 5. Kamis pekan lalu, lima siswa telah menjalani visum di RS Cipto Mangunkusumo setelah melaporkan kasusnya ke Kepolisian Resor Jakarta Selatan. YP terancam terjerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana kurungan 15 tahun.

Paling menghebohkan adalah kasus penculikan dan pencabulan yang diduga dilakukan Sartono (35). Penjual mainan ini ditangkap pada Jumat beberapa bulan lalu. Ia ditangkap karena melakukan penculikan dan pencabulan terhadap siswa SMP berinisial HRL, warga Pulau Kelapa pada Desember 2010 lalu. Belakangan korbannya diketahui sampai 90 orang anak. (red/*tdc)

Komunitas Solusi Macet Jakarta Berikan Petisi ke Menhub

JAKARTA, M86 - Dukungan pembatasan jam operasional truk di tol dalam kota kini terus meluas hal ini dikatakan salah satu pengurus situs Solusimacet.org.

Menurut Yose Rizal saat dihubungi, Jum'at sore (20/5) kemarin sekitar pukul 17.00 wib jumlah responden (internet protokol - IP) kini sudah tembus ke anggka 651 responden, 93.2 persen setuju adanya pembatasan truk.

"Terima kasih kepada pemilih, adapun kami minta didukung terus demi kebaikan bersama, " katanya di kawasan Turpok.

Selain itu, dirinya juga melayangkan petisi dan solusi secara terbuka melalui online kepada Pemerintah Pusat (Menhub), Organda, APINDO dan Pelindo II agar mengerti aspirasi warga Jakarta dan sekitarnya.

"Maksimalkan alat transpotasi kereta api kan itu sejak lama sudah ada dengan terintegrasi, pada intinya kami menyarankan pihak yang menolak jangan hanya raih keuntungan saja, watak kapitalis harus dikikis demi kepentingan masyarakat banyak," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ), Azas Tigor Nainggolan, kecewa dengan sikap Kementerian Perhubungan yang ingin membatalkan uji coba penerapan pembatasan operasional angkutan bermuatan berat dan truk di jalan tol dalam kota. "Itu sama saja dengan membatasi ruang gerak Pemprov DKI Jakarta," kata Azas Tigor.

Langkah Pemprov DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya diungkapkan Tigor, sudah sangat tepat. Karena, itu merupakan salah satu cara untuk mengurai kemacetan di ibu kota. "Dasarnya apa Kemenhub membatalkan uji coba tersebut. Ini kan cara untuk mengurai kemacetan, tapi kok dibatasi," tegasnya

Sebelumnya selain Organda DKI, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat memprotes uji coba pembatasan jam operasional truk di DKI Jakarta karena mengakibatkan kemacetan distribusi barang khususnya ke Pelabuhan Tanjung Priok.

"Uji coba pembatasan jam operasional truk kontainer itu jelas menimbulkan potensi kerugian bagi industri, karena mengakibatkan terhambatnya pengiriman barang. Ada kemacetan arus barang ke pelabuhan dan meningkatnya biaya operasional," kata Ketua Apindo Jawa Barat Deddy Widjaja di Bandung, Kamis.

Menurut Deddy, pembatasan jam operasional truk itu hanya membolehkan truk melintas pada pukul 22.00 WIB hingga pukul 05.00 WIB dan tidak boleh melintas pada siang hari sebagaimana berlangsung selama ini.

Akibat kebijakan itu, kata Deddy, dipastikan akan merugikan bagi para pengusaha Jawa Barat dan menghambat proses distribusi barang ekspor terutama manufaktur dan TPT.

Dengan pembatasan jam operasional truk itu, kata Deddy, mengakibatkan waktu tempuh dari pabrik ke pelabuhan menjadi lebih panjang, serta akan membutuhkan biaya tambahan gudang karena tidak bisa langsung dibongkar ke kapal.(red/*b8)

Rabu, Mei 18, 2011

Usai Liburan, 460 PNS Tidak Masuk Kerja

JAKARTA, M86 - Usai menikmati libur cuti bersama, tampaknya 460 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta masih kurang puas dengan masa libur panjang tersebut. Buktinya, tercatat mereka tidak masuk kerja pada Rabu (18/5) hari pertama aktivitas. Atas perbuatannya itu, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta pun memastikan akan menjatuhkan sanksi bagi PNS yang kedapatan tidak masuk tanpa keterangan yang jelas.

“Bagi PNS yang alpa, tidak ada keterangan, sanksi yang akan dikenakan yakni pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD),” ujar Sekretaris BKD Provinsi DKI Jakarta, Budi Utomo di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (18/5).

Berdasarkan data dari BKD Provinsi DKI Jakarta, dari total keseluruhan jumlah PNS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta yakni sebanyak 81.593 pegawai, yang hadir hari ini berjumlah 80.992. Sementara 460 PNS lainnya tidak masuk kerja, dengan rincian sebanyak 171 pegawai sakit, 71 pegawai izin, 212 pegawai cuti dan 6 pegawai lainnya alpa atau tanpa keterangan.

"Ada 141 orang lainnya yang tidak masuk dalam absen karena bekerja dalam jam kerja khusus, atau menggunakan shift, seperti petugas Dishub, Damkar dan Satpol PP di lapangan," jelasnya.

Sejak terbitnya PP Nomor 53 tahun 2010 tentang disiplin PNS, yang kemudian diberlakukan bagi selurus PNS di Pemprov DKI, diakui Budi tingkat pelanggaran menjadi lebih minim dari sebelumnya. Apalagi sejak sanksi langsung, seperti pemotongan TKD diberlakukan. "Semenjak pemotongan TKD diberlakukan, absensi jadi lebih disiplin," tandasnya. (red/*bjc)

Isu Gempa, Gubernur Minta Warga Tidak Panik

JAKARTA, M86 - Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, meminta warga Ibu Kota tidak panik menyikapi adanya isu gempa berkekuatan 8 skala richter yang akan mengguncang Jakarta.
“Saya minta masyarakat jangan panik dan gelisah. Isu gempa ini harus disikapi dengan bijaksana,” ujar Fauzi Bowo, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (18/5).

Diungkapkan Fauzi, berdasarkan data-data akurat dan ilmiah terbaru yang disampaikan Tim Revisi Peta Gempa Nasional (RPGN) menyebutkan, kota Jakarta dinilai relatif aman dari guncangan gempa.

Ditambahkan Fauzi, Pemprov DKI Jakarta akan berupaya semaksimal mungkin menyiapkan infrastruktur Ibu Kota beserta kesiapan warganya untuk menghadapi segala dampak yang kemungkinan timbul akibat kejadian bencana termasuk gempa bumi.

Bahkan, saat ini Pemprov DKI Jakarta bersama Tim RPGN sedang menyiapkan peta mikrozonasi gempa khusus untuk kota Jakarta. "Peta mikrozonasi ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat kerawanan setiap wilayah di Ibu Kota sebagai langkah mitigasi terhadap bahaya gempa," kata Fauzi.

Ketua Tim RPGN, Masyhur Irsyam menyatakan, dilihat dari sejarah kegempaan di tanah air, kota Jakarta relatif aman sebagai pusat atau episentrum gempa. Namun demikian, kota Jakarta masih akan terpengaruh kejadian gempa yang episentrumnya berada di wilayah-wilayah sekitarnya.

Masyhur menjelaskan, setidaknya terdapat 10 lokasi yang selama ini menjadi pusat gempa yang akan memengaruhi kota Jakarta. Yakni, zona Subduksi Sumatera, Subduksi Jawa, Sesar Sunda, Sesar Semangko, Sesar Sukabumi, Sesar Baribis, Sesar Lembang, Sesar Pati, Sesar Bumi Ayu, dan Sesar Yogya atau Opak. “Sampai saat ini belum ada bukti otentik adanya sesar atau pusat gempa di Jakarta,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini perencanaan peraturan bangunan tahan gempa di Indonesia lewat Standar Nasional Indonesia (SNI) telah diperbaharui dengan mengacu pada International Building Code (IBC) seperti yang dipergunakan Amerika Serikat.

Peraturan bangunan tahan gempa yang baru, ditambahkannya, menggunakan perhitungan gempa dengan kala ulang atau jangka waktu 2.500 tahun. Sebelumnya, Indonesia memakai SNI 2002 yang menggunakan perhitungan gempa dengan kala ulang 200 tahun.

Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta, Hari Sasongko menjamin, bangunan-bangunan tinggi di atas delapan lantai yang ada di Jakarta sudah aman dari gempa lebih dari 8 skala richter. "Bangunan di atas delapan lantai pembangunannya diawasi oleh Tim Penasehat Arsitektur Kota Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (TPAK P2B) DKI Jakarta, jadi sudah tahan gempa," tandasnya.

Sebelumnya, dalam suatu diskusi beberapa waktu lalu di Jakarta, Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief mengungkapkan, Jakarta memiliki potensi yang berpusat di Selat Sunda di mana dahulu pernah ada pelepasan energi yang sangat besar di sana sehingga diprediksi akan ada gempa 8,7 skala richter di Jakarta. (red/*bjc)

Pemda DKI Minta Dukungan Soal Kebijakan Pembatasan Truk

JAKARTA, M86 - Pemprov DKI Jakarta mengajak semua pihak untuk bekerjasama mendukung penerapan uji coba tahap kedua pembatasan waktu operasional dan pengalihan rute dari jalan tol dalam kota bagi kendaraan angkutan barang bermuatan berat.

Pasalnya, kebijakan tersebut tidak sama sekali melarang truk kontainer beraktifitas, melainkan mengalihkan aktifitas kendaraan berat dari ruas tol dalam kota ke jalan tol lingkar luar Jakarta atau Jakarta Outer Ring Road (JORR).

Dengan begitu, diharapkan, pihak pengusaha kendaraan berat dan pihak pelabuhan dapat mengubah pola operasional kendaraan berat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Udar Pristono mengatakan, tidak benar jika kebijakan ini menutup akses bagi kendaraan berat keluar masuk Pelabuhan Tanjung Priok.

Justru dengan kebijakan ini membantu perusahaan kendaraan berat dari kerugian yang diakibatkan kemacetan yang diperkirakan mencapai Rp 35 Triliun per tahun.

"Kalau ada pengusaha bilang akibat kebijakan ini usahanya mengalami kerugian, mereka harus melihat kalau Jakarta mengalami kemacetan terus menerus, mereka akan mengalami kerugian akibat kemacetan yang jauh lebih besar," ujar Pristono, Jakarta, Rabu (18/05).

Bahkan, jika kemacetan di jalan tol dalam kota tidak diurai sama sekali, tentu kerugian akibat kemacetan yang dialami akan semakin tinggi.

Karena itu, kebijakan yang telah diputuskan bersama dengan berbagai pihak terkait seperti Ditlantas Polda Metro Jaya, PT Jasa Marga, Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) dan Dishub DKI ini sudah melalui kajian dan evaluasi yang panjang.

"Saya meminta semua pihak dan para stakeholder lainnya mendukung kebijakan ini, bekerja sama menerapkan kebijakan ini. Khususnya PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo). Harusnya jangan memanas-manasi, justru harus mengayomi, dengan mengajak semua pengusaha angkutan berat untuk mengatur waktu operasionalisasi truk kontainer," kata Pristono.

Kerjasama yang diinginkan Dishub dan Ditlantas Polda Metro Jaya, sambungnya, yakni pihak pengusaha dan PT Pelindo mau merubah rute perjalanan kendaraan berat dari tol dalam kota dialihkan ke JORR atau jalan arteri lainnya.

Selain itu, rute perjalanannya pun tidak dipaksakan dipusatkan pada siang hari jika harus melalui jalan tol dalam kota. Namun, bisa dibagi menjadi dua shift, yakni dari jam 22.00 - 05.00 WIB melalui jalan tol dalam kota dan 05.00 - 22.00 WIB melalui JORR.

Dirinya menyarankan, agar pengusaha kendaraan berat dan PT Pelabuhan melakukan perubahan manajemen dan rekayasa antrian serta parkir.

Manajemen dan rekayasa antrian yaitu pengaturan kembali waktu kedatangan truk, penambahan gerbang masuk dan peningkatan waktu pelayanan gerbang masuk, serta pengurangan waktu durasi penutupan gerbang menjadi 1 jam.

Sedangkan manajemen dan rekayasa parkir yang harus dilakukan yaitu pengembangan buffer parkir dengan luasan yang cukup serta aksesibilitas dan dari buffer parkir.

Dijelaskannya, uji coba kedua yang telah dilaksanakan sudah hampir satu pekan ini, kendaraan berat dilarang melintasi tol dalam kota Pasarrebo - Cawang, Cikunir - Cawang, Cawang - Tomang, Tomang - Pluit dan Cawang - Tanjung Priok.

Diharapkan dengan kebijakan ini kecepatan kendaraan di ruas tol dalam kota tersebut semakin meningkat. "Dengan uji coba ini kita ingin lihat peningkatan kecepatan rata-rata dari lima ruas tol dalam kota ini," paparnya.

Kendaraan berat diharapkan menghindari lima ruas tol dalam kota pada pukul 05.00 - 22.00 WIB. Mereka dipersilahkan melewati ruas JORR.

Antara lain, dari Merak ke Tanjung Priok bisa melalui JORR Kembangan - Kamal - Pluit - Tanjung Priok. Dari arah Bogor - Tanjung Priok, dapat melewati JORR Pasar Rebo - Cikunir - Cakung Cilincing - Tanjung Priok.

Lalu dari arah Cikampek ke Tanjung Priok, melalui Cikunir - Cakung Cilincing - Tanjung Priok. Dari arah Tanjung Priok ke Merak, melalui Tanjung Priok - Pluit - Kamal - JORR W1 Kembangan.

Dari arah Tanjung Priok ke Bogor, melalui Tanjug Priok - Cakung Cilincing - Cikunir - Pasar Rebo. Serta dari arah Tanjung Priok ke Cikampek, melalui Tanjung Priok - Cakung Cilincing - Cikunir.

"Jika ingin melintasi ruas JTDK, silahkan melintas pada pukul 22.00 - 05.00 WIB," tandasnya. (jek)

Pake Batik, Gratis Masuk Monas

JAKARTA, M86 - Dalam rangka memperingati Hari Museum Internasional yang jatuh setiap 18 Mei, pengelola Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monas menggratiskan siapa saja yang hendak berkunjung ke kawasan wisata yang telah menjadi ikon kota Jakarta tersebut.

Syaratnya, mereka yang berkunjung harus mengenakan pakaian batik. "Mengapa harus pakai batik? Karena ini merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme," kata Rini Haryani, Kepala UPT Monas, Rabu (18/5).

Dikatakannya, kunjungan gratis ini hanya berlaku untuk area museum saja. Sedangkan bagi para pengunjung yang ingin naik ke puncak Monas, tetap akan dikenakan biaya seperti biasa.

Menurut Rini, kunjungan gratis ini tidak hanya berlaku untuk museum di Monas saja, melainkan juga bagi museum lainnya yang ada di Jakarta. “Gratis hanya untuk hari ini dalam rangka memperingati hari museum internasional,” katanya.

Ia menjelaskan, pembebasan biaya masuk pada hari museum internasional dimaksudkan untuk mendukung dan menyosialisasikan diakuinya batik sebagai warisan budaya Indonesia atau world heritage oleh UNESCO.

Melalui ajang ini, diharapkan masyarakat dapat lebih menghargai, mencintai, dan mengapresiasi museum yang ada di Jakarta. Sehingga, ke depan masyarakat dapat lebih proaktif dalam upaya pelestarian peninggalan budaya bangsa, memahami sejarah dan kebudayaan bangsa sendiri, serta menjadikannya sebagai pondasi yang kokoh untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju, mandiri, berkepribadian, dan kuat dalam pergaulan antara bangsa di dunia. (jek)

Selasa, Mei 17, 2011

BMKG Sebut Jakarta Jauh dari Lokasi Gempa

JAKARTA, M86 - Prediksi gempa 8,7 SR di wilayah Jakarta dan sekitarnya dibantah oleh Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)

Menurut Kepala Bidang Bina Operasi Gempa Bumi dan Tsunami Jaya Murjaya BMKG, saat dikonfirmasi Selasa (17/5) mengatakan bahwa Indonesia memang rawan akan gempa seperti di Selat Sunda dan Sumatera yang pernah terjadi.

"Tetapi kita tidak tahu kapan, tidak bisa diprediksi dan di Jakarta jauh," katanya.

Pihaknya juga menghimbau bahwa warga Jakarta dan sekitarnya tidak panik akan berita tersebut,"Di Jakarta tidak ada, masyarakat jangan panik," tegasnya.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam, Andi Arief, memprediksi Jakarta akan akan dilanda gempa dahsyat hingga berkekuatan 8,7 skala richter (SR). Namun, kapan gempa dahsyat itu akan terjadi belum diketahui kepastiannya.

Prediksi Andi ini berdasarkan pada peristiwa gempa purba yang sempat melanda ribuan tahun lalu. “Saat ini, kami sedang buat semacam modellingnya," ungkap Andi, disela-sela diskusi bertema Bencana dan Sejarah Indonesia di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat. (red/*b8)

Rayakan Waisak Dengan Bakar Dupa

JAKARTA, M86 - Terik matahari di pagi hari tak menjadi halangan bagi sejumlah warga beragama Budha melakukan ritual sembahyang Cap Go di hari perayaan Waisak pagi ini. Wihara Dharma Bhakti, Kim Tek Ie merupakan salah satu wihara yang banyak dikunjungi umat Budha di Jakarta. Wihara ini terletak di jalan kemenangan, Petak Sembilan, Jakarta Pusat.

Sejak pagi menyingsing, wihara ini sudah mulai dipadati pengunjung, khususnya umat Budha yang melaksanakan ritual sembahyang Cap Go. Ritual ini diperuntukkan sebagai wujud penghormatan mereka kepada para dewa.

Sejenak mereka terdiam dan menghampiri tempat persemayaman para dewa, dalam keheningannya terselip sebuah doa, satu persatu dupa itu pun dibakar dan ditancapkan. Dan mereka berjalan mengelilingi wihara untuk menghormati para dewa dan berujung melakukan sembahyang langit.

Achi (54), salah satu umat Budha yang bersembahyang di wihara ini mengatakan, ritual sembahyang Cap go merupakan satu tradisi umat Budha untuk menghormati para dewa. Cap Go hari ini dinilai istimewa bagi umat Budha khususnya warga Tiong Hoa karena bertepatan dengan perayaan Waisak.

"Tradisi ini rutin dilaksanakan dua kali dalam setiap bulannya, namun kali ini spesial karena berbarengan dengan perayaan waisak, Cap Go adalah tradisi berdoa yang berarti umat manusia menunjukkan kehormatannya bagi para dewa," kata Achi di wihara Dharma Bhakti, Selasa (17/6).

Dia juga menuturkan, Sembahyang Cap Go yang dilakukan dapat memberi berkah bagi tiap umat. Dalam doanya umat memohon untuk diberikan kesehatan dan kesejahteraan.

"Dalam ritual ini umat memohon supaya diberi keselamatan, kesehatan dan kesejahteraan, semakin banyak asap yang dikeluarkan dupa akan semakin unggul doanya," kata dia.

Selain itu beberapa umat lain yang berada di wihara juga melakukan ritual lepas burung. Hal ini dimaknai sebagai ritual pembuang dosa. Sebanyak 108 burung dikumpulkan dalam satu keranjang, yang kemudian dilepaskan.

"Lepas burung diartikan sebagai pembuang dosa, serta dapat dimaknai agar umat terlepas dari segala hambatan," ujar Bendi, salah satu umat yang melakukan ritual lepas burung. (red/*tdc)

Senin, Mei 16, 2011

Call Center 112 Tak Lagi Berfungsi

JAKARTA, M86 - Laporan masyarakat ke pihak Kepolisian tidak lagi semudah dulu. Kini Call Center Kepolisian nomor 112, yang digunakan untuk menerima laporan masyarakat nampaknya tak lagi berfungsi.

Padahal manfaat yang bisa diakses masyarakat cukup tinggi dengan Call Centre 112, selain gratis, Call Centre ini dapat cepat menerima pengaduan masyarakat.

Sayangnya, hingga kini belum ada niat baik Kepolisian untuk memperbaiki. Padahal, masyarakat ibukota tidak lagi bisa melapor melalui nomor itu jika ada kejadian yang terjadi di wilayahnya. Polisi datang segera 15 menit kemudian.

"Memang, 112 ada gangguan dan skalanya nasional," kata Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar.

Untuk mengatasinya, Kepolisian melakukan pemantauan via Traffic Management Centre (TMC), dan juga laporan dari radio-radio swasta.

Langkah ini dilakukan juga untuk mencari jalan keluar dari keengganan masyarakat yang kerap berhubungan langsung dengan Polisi.

Saat ini, masyarakat memerlukan dua hal dari Kepolisian: Polisi mudah dihubungi dan selalu ada disaat masyarakat membutuhkannya. (red/*jno)

Tiket di Stasiun Gambir Ludes Terjual

JAKARTA, M86 - Libur cuti bersama memperingati hari Waisak tampaknya betul-betul dimanfaatkan warga ibu kota untuk berpergian ke luar kota. Salah satu moda transportasi yang kerap digunakan masyarakat untuk bepergian ke luar kota yakni menggunakan Kereta Api (KA). Bahkan, tiket untuk tujuan beberapa kota di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga Selasa (17/5) telah habis terjual.

“Mereka yang bepergian ke luar kota jumlahnya merata. Hampir seluruh penumpang yang berangkat, langsung memesan tiket untuk pulang. Tiket untuk jurusan Cirebon, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Malang, dan Yogyakarta sudah habis terjual. Lonjakan penumpang ini terjadi karena libur panjang cuti bersama yang bersamaan dengan libur Waisak,” ujar Eddy Sarwono, Wakil Kepala Stasiun Gambir, Senin (16/5).

Dikatakan Eddy, lonjakan penumpang yang cukup tinggi terjadi pada hari Sabtu (14/5) lalu. Jumlah penumpang yang berangkat dari Stasiun Gambir mencapai 11 ribu penumpang. Sementara pada hari biasa, sambungnya, jumlah penumpang yang berangkat dari stasiun Gambir paling banyak mencapai 9 ribu penumpang.

Terkait adanya kemungkinan pengadaan tiket tambahan, Eddy tidak mau berkomentar banyak. Namun, ia mempersilahkan para calon penumpang untuk melakukan pengecekan ke stasiun-stasiun yang menjual tiket secara online, maupun datang secara langsung ke stasiun atau agen resmi penjual tiket terdekat untuk memastikan apakah masih ada tiket yang terjual atau memang telah bernar-benar habis.

Kepala Humas PT KAI Daops I, Mateta Rizalulhaq menjelaskan, sejak adanya pengumuman dari pemerintah untuk libur cuti bersama, memang terjadi peningkatan jumlah penumpang yang signifikan. Ditambahkannya, untuk kereta Jawa Tengah dan Jawa Timur, pemesanan tiket sudah dibuka sejak hari Rabu. Sedangkan beberapa jam sebelum kereta diberangkatkan, hanya dijual tiket kereta tambahan saja dan jumlahnya pun tak banyak. Ia pun mengaku sudah mengumumkan habisnya tiket kereta melalui layar televisi yang dipasang tepat di atas loket. "Jadi, petugas tidak perlu mengumumkannya lagi. Namun, sepertinya masih banyak masyarakat yang kurang mengerti," kata Mateta.

Selama liburan panjang ini, diungkapkan Mateta, pihaknya menjalankan sebanyak 12 kali perjalanan untuk kereta api kelas ekonomi dengan masing-masing gerbong diisi sebanyak 106 penumpang. Sementara untuk KA Eksekutif dan bisnis, pihaknya menjalankan 49 kali perjalanan dengan jumlah tempat duduk untuk KA Eksekutif sebanyak 50 penumpang dan KA bisnis sebanyak 64 penumpang untuk masing-masing gerbong. Sementara itu, kondisi di stasiun Gambir tampak terlihat normal. Tidak terlihat adanya antrian panjang di setiap loket. Diperkirakan, puncak arus balik akan terjadi pada Selasa besok. (jek)

Minggu, Mei 15, 2011

Pilkada DKI, Golkar tak Prioritaskan Kader Sendiri

JAKARTA, M86 - Partai Golkar akan menjaring figur yang akan diusung sebagai calon Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 melalui survei oleh lembaga survei independen.

"Hingga saat ini Partai Golkar belum memutuskan siapa figur yang akan diusung pada pemilihan kepala daerah di Provinsi DKI Jakarta pada 2012," kata Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Idrus Marham, di kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta.

Menurut dia, Partai Golkar masih memberikan kesempatan kepada seluruh kader terbaiknya yang ingin tampil pada Pilkada Gubernur DKI Jakarta, untuk menunjukkan aktualisasi serta mensosialisasikan dirinya.

Pada saatnya, kata dia, DPP Partai Golkar akan melakukan penjaringan melalui survei oleh lembaga survei independen untuk memilih kader terbaik yang akan diusung sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

Survei oleh lembaga survei independen, kata dia, akan dilakukan sekitar lima atau enam bulan sebelum pelaksanaan Pilkada Gubernur DKI Jakarta pada 2012.

"Partai Golkar menunjuk lembaga survei independen untuk melakukan survei agar hasilnya benar-benar independen dan akurat," katanya.

Idrus meyakini, lembaga survei independen akan bekerja sungguh-sungguh sehingga mendapatkan informasi dan kesimpulan yang akurat.

Hasil survei tersebut, kata dia, akan dasar bagi Partai Golkar untuk menetapkan figur siapa yang akan diusung sebagai calon Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

Idrus menambahkan, figur yang akan disurvei oleh Partai Golkar tidak hanya kader dari internal Partai Golkar tapi juga tokoh atau politisi dari partai lain yang populer.(red/*b8)

Jumat, Mei 13, 2011

Senin 16 Mei Cuti Bersama

JAKARTA, M86 - Pemerintah akhirnya merevisi kebijakan cuti bersama untuk tahun 2011. Berdasarkan surat keputusan bersama 3 menteri, pemerintah menetapkan hari Senin 16 Mei 2011 sebagai cuti bersama bagi pegawai negeri sipil (PNS).

Seperti dikutip dari bkddki.net, Jumat (13/5), berdasarkan surat keputusan bersama tiga (3) Menteri Nomor 2/2011/Kep/Men/V/2011, Nomor 01/Mem.Pan-RB/05/2011 dan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 29/SE/2011 diberitahukan hari Senin, tanggal 16 Mei 2011 dinyatakan sebagai hari cuti bersama, (hari Selasa tanggal 17 Mei 2011 merupakan libur nasional, Hari Raya Waisak ), kecuali pelayanan masyarakat umum dan guru tetap masuk seperti biasa.

Untuk Rabu tanggal 18 Mei 2011 diingatkan kepada seluruh pegawai untuk masuk kerja seperti sediakala.

Untuk itu, Kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan unit kerja perangkat daerah (UKPD) dimohon menginformasikan kepada seluruh jajarannya mengenai pengumuman ini. Jika pada jadwal yang ditetapkan masih saja tidak masuk maka akan dikenakan saksi oleh atasannya. (jek)

Kamis, Mei 12, 2011

Gigolo Jakarta Ternyata Punya Kode-kode Khusus

JAKARTA, M86 - Ternyata di kalangan komunitas gigolo di wilayah Kebayoran, Jakarta, ada kode-kode tertentu yang disepakati saat menjalani profesi. Dan kode-kode ini pun sudah dimengerti oleh para pemakai jasanya.

Misalnya di pusat perbelanjaan ternama di kawasan Blok M, pada akhir tahun 80-an, para gigolo memiliki ciri tertentu untuk memberi tahu para mangsanya, tante-tante girang.

Para gigilo biasanya menggulung sebuah koran lalu mengapitnya di salah satu ketiak. Sembari meminum kopi atau berjalan-jalan, gulungan koran itu selalu terapit di ketiak sang gigolo.

"Tante-tante girang sudah tahu kode itu, begitu dia lihat langsung mendekat ke kami lalu menanyakan 'panjang nggak?'. Nah kita jawab 'panjang tante'," ujar seorang gigolo senior.

Kode mengapit gulungan koran di ketiak ini berlangsung hingga pertengahan tahun 90-an. Kemudian dikarenakan mulai terendus masyarakat, kode itu berubah dengan menggunakan media rokok.

Para gigolo di kawasan itu, tidak lagi mengapit gulungan koran melainkan memegang batang rokok tanpa dinyalakan. "Jadi kita bergaya seperti merokok saja, tapi rokok tidak kita bakar, cuma dipegang saja."

Kemudian, para tante girang yang sudah mengetahui kode itu dengan sendirinya mendekat dan bertanya, "Rokoknya nyala ga? Kita jawab 'nyala tante', itu artinya kita lagi kosong bisa terima order," urainya.

Kode memegang rokok diyakini masih bertahan hingga saat ini. Namun menurutnya di beberapa daerah kode rokok tidak digunakan lagi, diganti dengan kode lain yang tidak diketahuinya. (jek/*inc)

Waspadai Daerah Rawan Pencongkelan Kaca Spion

JAKARTA, M86 - Maraknya aksi pencongkelan kaca spion mobil mewah di sejumlah jalan di ibu kota membuat warga Jakarta harus berhati-hati. Pasalnya, kelompong pencongkel spion mobil mewah melakukan aksinya tidak mengenal tempat yang sepi maupun ramai.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Baharudin Djafar mengatakan, aksi pencongkelan kaca mobil di sejumlah wilayah di Jakarta sudah cukup meresahkan. Untuk itu masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati jika ingin parkir atau sedang berada di jalan-jalan umum.

"Khusus berhati-hati di daerah macet, tidak tanggung-tanggung aksi tersebut secara spontan dan berkelompok," kata Baharudin, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Menurutnya, hampir diseluruh wilayah Jakarta rawan dari aksi pencongkelan kaca spion kendaraan. Untuk itu diharapkan kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika sedang berada di jalan.

Berikut merupakan daerah-daerah yang dideteksi oleh kepolisian sebagai daerah rawan aksi pencongkelan kaca spion, antara lain:

Jakarta Pusat: Gajah Mada, Hayam Wuruk, Simpang coca-cola, Ahmad Yani dan Senen.

Jakarta Utara: Cilincing, Perempatan Mambo, Tanjung Priok, Perintis Kemerdekaan, Teluk Goong dan Ampera.

Jakarta Barat: Cengkareng, Perempatan Grogol, Tomang, Slipi, Pesing dan Roxy

Jakarta Selatan: Pancoran, Mayestik, Cipete Raya, Cilandak dan Pasar jumat

Jakarta Timur: Pasar Rebo, Perempatan Arion dan Rawamangun

Bekasi: Jalan Raya Bekasi, Kranji, Ujung menteng, Kalimalang.

Tangerang kota: Jalan Benteng Betawi, Daan Mogot,

Depok: Margonda.

(jek/*tdc)

Rabu, Mei 11, 2011

Pembatasan Truk di Jakarta Dapat Kurangi Kemacetan

JAKARTA, M86 - Pembatasan kendaraan berat seperti truk yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta terpantau sangat efektif mengurai kemacetan.

Dari pantauan, sejak Selasa sore dan Rabu pagi (11/5) beberapa jalan yang biasanya macet kini terpantau lancar.

"Iya dari beberapa hari ini lancar, mundah-mudahan seperti ini terus dibatasi truknya," kata Saly Mustafa (35) warga Cibubur, Jakarta Selatan, Rabu pagi menuju Priok.

Dikatakan truk besar sering menimbulkan kemacetan, sebab jalanannya pelan,"Kalau ada truk pastinya macet, sebab jalannya pelan banget, apalagi truk gandeng," keluhnya.

Sebelumnya dikatakan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono ada sekitar 12 jalur yang mengalami peningkatan rata-rata kecepatan kendaraan saat dibatasinya kendaraan truk.

Ia menjelaskan, pembatasan operasional truk diberlakukan bagi yang menuju Tanjung Priok dari wilayah Timur (Tol Cikunir), Barat (Tol Tangerang) dan Selatan (Tol Jagorawi).

Kendaraan truk dari wilayah Timur menuju ke Tanjung Priuk harus melewati Tol Cakung Cilincing dan berakhir di Tanjung Priok.(red/*b8)

Selasa, Mei 10, 2011

Waspadai, Ranjau Paku di Jalan Hasyim Ashari

JAKARTA, M86 - Pengguna kendaraan yang melintas di Jalan Hasyim Ashari, Jakarta Pusat diimbau untuk waspada. Sebab, di ruas jalan tersebut banyak bertabaran ranjau paku yang bisa mengancam keselamatan pengguna jalan.

Beberapa titik yang patut untuk diwaspadai yaitu di depan ITC Roxy Mas sampai SPBU Shell arah Harmoni.

Untuk meminimalisasi ranjau paku, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah melakukan penyisiran di sejumlah jalan protokol di Ibu Kota. Penyisiran biasanya dilakukan setiap hari pada pukul 07.00-09.00.

Petugas TMC Polda Metro Jaya, Brigadir Erwan Kusbiantoro, mengaku telah berkoordinasi dengan petugas untuk memeriksa keadaan di depan Roxy Mas.

"Setiap hari kami melakukan penyisiran. Setiap harinya petugas berhasil mengamankan paku sebanyak dua kilogram dengan berbagai ukuran," ujar Brigadir Erwan, Selasa (10/5). (jek)

Gubernur DKI Optimis Tingkat Kelulusan SD Dipertahankan

JAKARTA, M86 - Untuk memastikan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Jakarta berjalan lancar, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo melakukan peninjauan ke sejumlah sekolah.

Dirinya optimis, untuk tingkat kelulusan, bisa dipertahankan seperti tahun sebelumnya yang mencapai 99,92 persen atau bahkan hingga 100 persen. Sebab, seluruh siswa di masing-masing sekolah telah mempersiapkan dirinya secara matang melalui kegiatan try out UN sebanyak 4-5 kali.

“Setelah saya melakukan tinjauan, tidak terlihat adanya kegelisahan yang menghinggapi peserta didik. Mereka rata-rata siap mengikuti UN ini. Untuk itu, saya berharap, UN ini tidak hanya berjalan lancar tapi juga hasilnya memuaskan bagi seluruh pihak,” ujar Fauzi Bowo, usai meninjau pelaksanaan UN di MI Jamiatul Chair dan SD Negeri Bendungan Hilir 09, Jakarta Pusat, Selasa (10/5).

Saat meninjau di kedua sekolah itu, secara khusus, Fauzi Bowo memberikan semangat kepada siswa peserta UN. Dia kembali mengimbau kepada peserta UN agar tetap percaya diri dalam mengerjakan soal-soal yang diujikan dalam UN. “Saya doakan kalian semua lulus. Hati-hati membaca soal, kalian pasti sudah tahu jawabannya tinggal pilih mana yang tepat. Kalian pasti akan menjadi anak yang sukses,” kata Fauzi Bowo.

Untuk meminimalisir kecurangan, dijelaskan Fauzi, pengawas UN tidak berasal dari sekolah yang sama namun juga melibatkan dari sekolah lainnya. Selain itu, guru kelas 6 juga tidak diperkenankan mengawasi UN. Seperti di tingkat SMA dan SMP, kelulusan kali ini tidak sepenuhnya diambil dari hasil UN. Melainkan gabungan dari hasil UN sebesar 60 persen dan nilai sekolah sebesar 40 persen. Namun yang sedikit berbeda, dalam UN SD, standar minimal kelulusan ditentukan oleh sekolah penyelenggara masing-masing.

"Diharapkan tingkat kelulusan tahun ini bisa bertahan atau bahkan meningkat karena setiap anak ingin lulus. Minimal pertahankan prestasi, karena tahun ini juga diakumulasikan dengan nilai sekolah yakni rapor dari kelas 4 hingga kelas 6," ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto memaparkan, jumlah sekolah penyelenggara UN tahun ini sebanyak 3.474 sekolah. Terdiri dari SD sebanyak 3.030, MI sebanyak 444, dan SD Luar Biasa sebanyak 24.

Siswa yang mengikuti UN tercatat sebanyak 142.013 siswa, terdiri dari 130.143 siswa SD, 11.724 siswa MI, dan 146 SD Luar Biasa. UN utama akan dilakukan pada 10-12 Mei, sedangkan UN susulan akan dilakukan pada 18-20 Mei. Sementara pengumuman hasil UN SD/MI/SDLB akan disampaikan kepada peserta didik pada 18 Juni.

Untuk tahun ini, tambah Taufik, ada perbedaan pelaksanaan UN tahun 2011 dibandingkan tahun lalu. Pada 2011 ini tidak lagi mengenal UN ulangan bagi yang tidak lulus. Untuk jenis soal, tingkat SD hanya ada satu variasi soal ujian, ditambah dengan satu soal cadangan. “Untuk kelulusan peserta didik ditetapkan oleh satuan pendidikan melalui rapat dewan guru berdasarkan kriteria kelulusan," jelasnya. (jek)

Senin, Mei 09, 2011

Ibas dan Puan Bakal Jadi Jagoan 2014

JAKARTA, M86 - Dari sejumlah anak-anak presiden dan mantan presiden Indonesia yang terjun ke kancah politik saat ini, Edhie Baskoro Yudhoyono dan Puan Maharani dipandang sebagai nama paling berpeluang bersinar bila berani bertarung pada Pemilu 2014 mendatang.

Mereka dinilai sudah membuktikan eksistensinya dalam percaturan politik republik ini dengan meraih suara paling banyak waktu mau masuk ke DPR pada Pemilu 2009 lalu.

“Tinggal berikan kesempatan mereka ikut pemilu supaya teruji apakah masyarakat mau atau tidak mereka yang memimpin,” gambar pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf seperti dilansir dari matanews.com.

Karena itu, ia kurang sependapat dengan pandangan banyak pengamat yang menilai putra-putri presiden dan mantan presiden yang terjun ke politik tidak memiliki kharisma sebaik orang tua mereka.

Menurutnya, tak ada salahnya memunculkan deretan calon pemimpin masa depan yang telah lebih dikenal publik sebagai anak-anak presiden.

“Saya melihat nggak ada salahnya kok. Justru itu mesti kita anggap sebagai regenerasi dalam dunia politik kita, pada gilirannya memang harus ada yang melanjutkan kepemimpinan orang tua mereka,” ujar Maswadi.

Maswadi menilai, tidak ada kata terlalu ‘hijau’ atau kurang matang bagi putra-putri presiden untuk terjun ke panggung pemilu mendatang. Menurutnya, mereka telah memiliki bekal yang cukup untuk mencalonkan diri sebagai presiden, yaitu nama orang tua mereka.

“Nggak bisa sembarangan bilang yang ini terlalu muda atau yang itu tidak sekharismatik bapaknya atau ibunya. Toh memang di Indonesia ini kan kental dengan politik Bapak-isme. Suka atau tidak suka ya itu harus diakui menjadi bekal untuk bisa dipilih sebagai presiden,” terangnya.

Di antara para politisi muda, Maswadi melihat, ada beberapa putra-putri presiden yang cukup menonjol di mata publik. Di antaranya adalah Edhie Baskoro Yudhoyono dan Puan Maharani.

Dari segi popularitas, dosen Ilmu Politik FISIP UI ini menyebutkan, keduanya sudah dikenal masyarakat sebagai putra Presiden SBY dan putri mantan Presiden Megawati. Yang diperlukan hanyalah kesempatan untuk membuktikan diri.

“Ibas dan Puan itu paling punya peluang besar kalau mau terjun ke pemilu. Karena dua-duanya terbukti meraih suara paling banyak waktu mau masuk DPR kemarin kan. Nah tinggal berikan kesempatan mereka ikut pemilu supaya teruji apakah masyarakat mau mereka yang memimpin,” tukas Maswadi.

Selain Ibas dan Puan Maharani, dari trah Cendana juga ada nama Tommy Soeharto dan dari keluarga Gus Dur ada nama Yenny Wahid. Anak-anak presiden dan mantan presiden tersebut saat ini menjadi pemain aktif dalam kegiatan politik dan parpol menjelang 2014. (red/*mtn)

Minggu, Mei 08, 2011

Waspada, Puting Beliung Ancam Jakarta

JAKARTA, M86 - Sejumlah wilayah di Jakarta berpotensi bakal diserang angin puting beliung yang disertai hujan ringan akhir pekan ini.

Menurut Kepala Pusat Perubahan Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Edvin Aldrian, angin puting beliung ini berasal dari proses pembentukan awan hujan pada musim pancaroba seperti saat ini.

Menurutnya, di musim pancaroba angin tidak memecah awan dan justru meningkatkan awan hujan yang menjulang.

Awan ini disebabkan adanya massa udara yang mengangkat uap air dari laut utara Jakarta. Kondisi itu didukung angin yang bertiup dari barat, kemudian melalui pegunungan di Banten, sehingga membentuk angin bergelombang dan turun di Jakarta.

Gejala datangnya puting beliung, tambah Edvin, bisa ditandai dengan timbulnya awan cummulus nimbus atau awan yang mendadak gelap, seperti yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya kemarin.

Namun, puting beliung yang berpeluang menerjang Jakarta kecepatannya di bawah 30-50 knot. Warga diimbau tetap waspada karena tidak diketahui secara pasti kapan puting beliung ini akan datang.

"Peluang munculnya puting beliung akan diiringi curah hujan yang sporadis tetapi tidak terlalu besar," paparnya. (dya)

Senin, Sukesti Martono Dilantik Jadi Deputi

JAKARTA, M86 - Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta Sukesti Martono rencananya akan dilantik menjadi menjadi Deputi Gubernur Provinsi DKI Jakara bidang Budaya dan Pariwisata pada Senin (9/5) ini di Balaikota.

Sukesti Martono menggantikan posisi Aurora Tambunan yang kini telah pindah ke Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sebagai Dirjen Sejarah dan Purbakala.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, di Balaikota mengatakan, dirinya meminta agar deputi lebih ketat lagi mengkoordinasikan dan mencari terobosan-terobosan untuk mempercepat pembangunan, termasuk meningkatkan kinerja sesuai tuntutan yang berlaku.

"Banyak koordinasi yang harus dikerjakan. Salah satunya Kota Tua yang perlu dikoordinasikan dengan pemerintah pusat untuk membangun pariwisata di lokasi itu," katanya.

Foke sapaan akrab Fauzi Bowo juga meminta agar deputi lebih ketat lagi mengkoordinasikan dan mencari terobosan-terobosan untuk mempercepat pembangunan, termasuk meningkatkan kinerja sesuai tuntutan yang berlaku.

"Deputi tugasnya pokoknya berkoordinasi melakukan percepatan-percepatan program pembangunan jangka menengah dan sekarang sudah memasuki periode terakhir," tambahnya. (red/*b8)

Sabtu, Mei 07, 2011

Sampah Jakarta Mencapai 6.500 Ton Perhari

JAKARTA, M86 - Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta, mengakui sekitar 40 persen armada pengangkut sampah miliknya telah melebihi batas usia operasional sehingga kurang berfungsi maksimal.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta, Eko Bharuna, di sela kunjungannya ke TPST Bantar Gebang dalam rangka sosialisasi pengelolaan sampah kepada Asosiasi Pemerintah Kota Indonesia (Apeksi), Kamis, kemarin.

"Kami memiliki sekitar 440 armada sampah yang terdiri dari jenis truk 'typer' 300 unit, 'compctor' 60 unit dan 'arm roll' 80 unit. Sebanyak 40 persen diantaranya berusia di atas 15 tahun," ujarnya.

Dikatakan Eko, kondisi itu mengakibatkan berbagai kendala dalam pendistribusian sampah menuju tempat pembuangan akhir sampah di Bantar Gebang, Kota Bekasi.

"Kita akui keluhan dari masyarakat pengguna jalan terhadap polusi udara dari armada sampah kita memang ada. Biasanya, hal itu berasal dari armada yang memang sudah termakan usia," katanya.

Polusi udara yang dimaksud berasal dari aroma sampah busuk yang berasal dari bak penampungan sampah di masing-masing armada saat melintas di sepanjang lintasan dari DKI Jakarta menuju Bantar Gebang.

"Jarak dari DKI Jakarta menuju Bantar Gebang sepanjang 30 kilometer," ujarnya.

Aktifitas distribusi sampah itu, kata dia, berlangsung secara bergantian selama 24 jam setiap harinya melintasi Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Raya Ahmad Yani, dan Jalan Raya Siliwangi hingga tiba di Bantar Gebang.

"Sampah yang diangkut dari Jakarta menuju Bantar Gebang seberat 6.500 ton per hari," kata Eko.(red/*b8)

Jumat, Mei 06, 2011

Tahun Ini, DKI Mulai Terapkan KTP Elektronik Chip

JAKARTA, M86 - Provinsi DKI Jakarta sebagai provinsi pertama yang akan menerapkan program Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik yang dilengkapi chip di seluruh daerah di Indonesia mulai tahun ini.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, penerapan KTP dengan sistem elektonik chip memang sejak lama sudah disiapkan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka tertib data administrasi kependudukan di Jakarta.

“Kami siap menerapkan KTP elektronik berbasis chip ini. Sehingga bisa mencegah penggandaan KTP,” ujar Fauzi Bowo di Balaikota.

Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta, Franky Mangatas Pandjaitan menuturkan, penerapan KTP elektronik berbasis chip merupakan program nasional dan mulai diterapkan tahun ini juga, khususnya di DKI Jakarta.

Nantinya, dalam KTP model baru ini terdapat nama, alamat, tempat tanggal lahir, foto digital, sidik jari dan nomor induk kependudukan nasional (NIK).

“Data dalam chip itu akan online dengan data kependudukan di daerah lainnya di Indonesia. Jadi, ketika ada yang ingin mengurus KTP atau memperpanjang KTP namun nama dan datanya masih terdaftar di daerah lain, maka orang itu harus memilih mematikan KTP di daerah sebelumnya atau memibuat di daerah yang baru,” ujar Franky.

Dinas Dukcapil DKI Jakarta optimis, sekitar 7 juta penduduk DKI Jakarta nantinya akan memiliki KTP elektronik berbasis chip hingga Desember 2011 nanti. Rasa optimisme ini mengacu pada kinerja KTP mobile yang dalam satu hari dapat mengurus sekitar 250 KTP.(red/*b8)

Pemda DKI Pembual, 1.406 Minimarket Ilegal Ternyata Hanya Diputihkan

JAKARTA, M86 - Sebanyak 1.406 minimarket di Jakarta yang selama ini dinilai ilegal yang rencananya bakal ditutup karena tidak memiliki ijin ternyata hanya diputihkan statusnya. Padahal sebelumnya Pemda DKI berjanji akan menutup minimarket ilegal tersebut namun penyataan itu hanya bualan saja.

Buktinya, saat ini Pemda DKI sedang mengkaji kemungkinan untuk memberikan izin kepada minimarket tersebut.

Apa alasannya ? Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, 1.406 minimarket itu tidak melanggar ketentuan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta. "Yang jelas, mereka jauh dari pasar tradisional, pada dasarnya tidak merugikan siapa-siapa," ujar Fauzi Bowo.

Berbeda dengan 37 minimarket ilegal lainnya yang berlokasi 500 meter dari pasar tradisional, Pemprov DKI pasti akan melakukan tindakan tegas. "Kalau yang itu pasti ditutup," tegas Fauzi Bowo.

Namun kenyataanya di lapangan, keberadaan minimarket ini sangat meresahkan warga, khususnya pada pedagang kecil yang mengaku mengalami penurunan omset akibat kehadiran minimarket tersebut.
"Kami sangat terpukul dengan keberadaan minimarket. Apalagi modal kami kecil masa harus bersaing dengan mereka. Padahal yang kami cari hanya keuntungan kecil untuk tambah-tambah memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Ijah (33), pedagang kelontong di bilangan Cakung, Jakarta Timur.

Di Jakarta saat ini terdapat 1.868 minimarket dan 1.443 di antaranya tidak memiliki izin pendirian atau izinnya tidak lengkap.

Dari jumlah tersebut, minimarket yang letaknya kurang dari 500 meter ada sebanyak 37 minimarket. Adapun sisanya, 1.406 minimarket, letaknya jauh dari pasar tradisional. (jek/*b8)

Kamis, Mei 05, 2011

Warga Johar Baru Kembali Tawuran

JAKARTA, M86 - Tawuran antar warga di Johar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/5) malam, kembali pecah. Kali ini, tawuran terjadi antara warga Johar Baru dan warga Kampung Rawa.

Kedua kubu saling serang dengan menggunakan batu, botol, bahkan menggunakan senjata tajam. Tawuran akhirnya dapat dibubarkan setelah aparat Kepolisian Resor Jakarta Pusat menembakkan sejumlah gas air mata ke arah warga, yang terlibat tawuran.

Warga sekitar mengaku resah dengan seringnya terjadi tawuran di lingkungan mereka. Warga berharap polisi bertindak tegas untuk mengatasi masalah tawuran tersebut.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana akan memasang kamera pemantau (CCTV) di Johar Baru untuk mengantisipasi terjadi baku hantam antar warga.

"Ini sudah lama diperintahkan untuk dipasang CCTV supaya bisa mengatasi tawuran antarwarga dengan diketahui pelaku aksi tawuran. Karena tawuran sudah meresahkan masyarakat," ujar GUbernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, (25/4) lalu.

Dia memastikan, akhir Mei ini CCTV tersebut sudah dipasangkan di beberapa titik di kawasan Johar Baru. Keberadaan alat perekam dan pemantau ini diharapkan bisa membantu menangkap para pelaku aksi tawuran.

Selain pemasangan CCTV, Fauzi Bowo juga menilai kegiatan keagamaan perlu ditingkatkan terus.

"Dulu sebenarnya sudah pernah saya minta tolong pak haji, tetapi begitu sudah tidak lagi. Muncul lagi. Makanya harus terus-menerus," ujarnya.

Menurut Fauzi Bowo, siraman nilai-nilai agama bisa menyejukkan hati warga. Selain itu, para pemuda juga bisa sadar bahwa aksi tawuran hanya akan merugikan masyarakat Jakarta.

"Nama Jakarta sebagai ibu kota juga akan tercoreng," ungkapnya. (red/*b8)

FPI Gelar Tahlil untuk Osama

JAKARTA, M86 - Meski dikecam dan dimusuhi negara-negara barat, namun nama Osama bin Laden sangat membekas di hati anggota Front Pembela Islam (FPI).

Lumrah jika organisasi massa yang diketuai Habib Riziq Shihab ini menggelar doa bersama, Rabu (4/5) malam kemarin, untuk Osama yang dikabarkan telah tewas dibunuh pasukan rahasia AS.

"Doa bersama sebagai ucapan terimakasih," kata Sekjen DPP FPI Ustad Sobri Lubis.

Sobri menambahkan, acara doa bersama itu dimulai pukul 19.00 sampai 21.00 WIB dan dihadiri seluruh anggota FPI. Umat muslim se Jakarta juga diundang untuk menghadiri acara yang digelar di markas FPI di Jl Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Soal rencana FPI ini, Ketua MPR Taufiq Kiemas menilai sebagai suatu langkah yang sah sebagai sesama umat muslim.

Menurut Taufiq, agenda yang dilakukan FPI tidak usah dibesar-besarkan. "Saya rasa nggak perlu FPI kan sudah kemana-mana sudah terbuka," katanya.

Seperti diberitakan, Osama tewas dalam penyergapan tentara AS di rumahnya di Abbottabad, Pakistan, Minggu 1 Mei 2011.

Pemerintah AS menyebut jenazah Osama telah dimakamkan dengan cara diceburkan ke laut di utara Laut Arab. (red/*b8)

Waspadai, Tiga Kantong Gerakan NII di Jakarta

JAKARTA, M86 - Sebagai ibukota negara, Jakarta menjadi incaran gerakan Negara Islam Indonesia (NII) untuk melakukan aksinya. Direktur Pusat Rehabilitasi Korban NII (NII Crisis Center) Sukanto, mensinyalir ada tiga wilayah di DKI yang jadi kantong wilayah gerakan NII.

Sukanto memetakan, gerakan NII subur di kawasan Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.

"Di pinggiran Jakarta, paling besar di Jakarta Selatan, seperti Ciputat, Lebak Bulus, Pamulang, dan Pasar Minggu. Lalu Jakarta Timur seperti Jatiwaringin, Jatibening, dan Bekasi. Sementara di Jakarta Barat, itu seperti Serpong dan Meruya," paparnya, di Gedung DPD.

Menurut Sukanto, NII tumbuh subur di daerah pinggiran karena masih banyak perumahan dan kawasan rumah indekos yang pola hidupnya tidak terlalu saling peduli.

Dengan demikian, katanya, mobilisasi orang dan kader mudah dilakukan. Sementara di tingkat desa versi NII, rumah kontrakan atau indekos yang dipakai biasanya sejenis rumah petak.

"Kalau tingkatan desa kan petakan. Biasanya masuk lewat depan, keluarnya lewat pintu belakang. Kalau masuk pintu ditutup, setelin radio supaya tidak terdengar aktivitasnya. Kalau tingkatan tinggi seperti baiat, perumahan-perumahan besar, tempat-tempat yang agak sepi. Itu tempat untuk pembaiatan. Banyaknya di Jakarta Timur," tambahnya.

NII Crisis Center memperoleh informasi bahwa pada tahun 2007 saja, jumlah pengikut NII sudah mencapai 181.000 orang dan 151.000 di antaranya ada di Jakarta. "Tapi sekarang sudah meningkat," tukasnya. (red/*b8)
Related Posts with Thumbnails